Mendidik Generasi Pengislah Di Akhir Zaman
disusun oleh: Kiki Barkiah
“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ فَقِيلَ مَنِ الْغُرَبَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أُنَاسٌ صَالِحُونَ فِى أُنَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ
“Beruntunglah orang-orang yang terasing.” “Lalu siapa orang yang terasing wahai Rasulullah”, tanya sahabat. Jawab beliau, “Orang-orang yang shalih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yang jelek, lalu orang yang mendurhakainya lebih banyak daripada yang mentaatinya” (HR. Ahmad 2: 177. Hadits ini hasan lighoirihi, kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)
Generasi pengislah akhir zaman adalah mereka yang asing dan berbeda dengan kondisi masyatakat kebanyakan. Generasi pengislah akhir zaman adalah golongan terbaik yang menyeru manusia kepada yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran.
“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang mengajak (manusia) kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran…"(QS. Ali Imran: 104)
Generasi pengislah akhir zaman adalah orang-orang yang hidup untuk ummat dan tidak hanya hidup untuk dirimya sendiri.
Sayyid Quthb “Innal ladzii ya’iisyu li nafsihi, ya’iisyu shaghiiran wa yamuutu shaghiiran. Wal ladzii ya’iisyu li ummatihi ya’iisyu ‘azhiiman kabiiran wa laa yamutu abadan.” Sesungguhnya orang yang hidup untuk dirinya sendiri ia akan hidup kecil dan mati sebagai orang kecil. Sedangkan orang yang hidup untuk umatnya ia akan hidup mulia dan besar, serta tidak akan pernah mati.
Generasi Pengislah Akhir Zaman adalah Generasi yang Sholih, Muslih, Hafidz Quran dan Produktif
Ciri Ciri Generasi Pengislah:
Generasi yang berkomitmen dalam akidah dan ideologi Islam
Generasi yang berkomitmen dalam syariah
Generasi yang berkomitmen dalam berakhlak yang sesuai dengan nilai-nilai islam.
Generasi yang mampu melakukan islah pada dirinya dan orang lain
Generasi yang mampu melakukan islah pada lingkungan dan alam sekitar
Generasi yang mampu melakukan islah pada dunia islam
Generasi yang mengenal potensi dirinya dan mampu memilih peran dalam peradaban
Generasi yang dapat mengoptimalkan peran kekhalifahan yang di emban untuk memajukan peradaban
Metode Pendidikan yang dapat ditempuh dalam membangun kualifikasi tersebut, diantaranya:
1. Pendidikan melalui kurikulum sistematis
2. Pendidikan melalui nasihat
3. Pendidikan melalui keteladanan
4. Pendidikan melalui kisah teladan
5. Pendidikan melalui penggalian hikmah
6. Pendidikan melalui hukuman
7. Pendidikan melalui penjagaan kesucian fitrah
8. Pendidikan melalui pelatihan dan pembiasaan
9. Pendidikan melalui tarbiyah langsung dari Allah (learning by taqdir)
10. Pendidikan melalui pemberian amanah dan tanggung jawab
Upaya dalam membangun generasi yang Berkomitmen dalam Akidah dan Ideologi Islam
1.1 Mengenalkan anak pada Allah sejak dini
Mengenalkan konsep Allah sebagai pencipta
Mengenalkan konsep Allah sebagai pemberi rezeki
Mengenalkan konsep Allah sebagai Pemilik
OUTPUT:
Melahirkan generasi yang memiliki kepribadian yang selalu bersyukur kepada Allah serta mewujudkan rasa syukur mereka dengan mencari dan mempergunakan karunia Allah di jalan yang diridhoi Allah
Mengenalkan konsep Allah sebagai pemimpin
Mengenalkan konsep Allah sebagai pembuat hukum
Mengenalkan konsep Allah sebagai pemerintah
OUTPUT:
Melahirkan generasi yang berupaya menjalankan seluruh aktifitas yang sejalan dengan hukum Allah
Mengenalkan konsep Allah yang disembah
OUTPUT:
Seluruh amal perbuatan anak-anak tidak sia-sia karena ditujukan kepada Allah
1.2 Mengenalkan anak pada islam sejak dini
1.2.1 Memahamkan mereka konsep "Islam The Way of Life"
OUTPUT:
Melahirkan generasi yang termotivasi untuk belajar Al-Quran dan sunnah sepanjang hayat
Melahirkan generasi yang menjadikan islam sebagai landasan hukum dalam bertindak
1.2.2. Memahamkan mereka konsep syumuliatul islam dalam sisi ruang, waktu, dan seluruh aktifitas
OUTPUT: Melahirkan generasi yang beristiqomah dalam iman islam
1.2.3 Memahamkan mereka perintah dan larangan Allah sebelum usia baligh
OUTPUT: Melahirkan generasi yang siap melaksanakan hukum Allah di usia baligh
1.3 Memahamkan anak tentang konsep hari akhir dan negeri akhirat
1.3.1 Memahamkan konsep pertanggungjawaban amal perbuatan
OUTPUT:
Melahirkan generasi yang selalu bersemangat dalam beramal baik
1.4 Memahamkan mereka konsep makhluk ghaib
1.4.1 Memahamkan bahwa syaitan adalah musuh nyata baginya
OUTPUT:
Anak selalu berupaya melawan dan menjauhi syaitan serta perbuatan yang akan menjadikan dirinya sebagai teman syaitan
1.4.2 Memahamkan fungsi dan tugas malaikat
OUTPUT:
Melahirkan generasi yang bersemangat meraih keutamaan dalam beramal
1.4.3 Memahamkan keberadaan jin dan sifat sifatnya
Output:
Anak mengetahui aturan Allah terkait interaksi manusia dengan Jin
Anak berupaya menghindarkan diri dari gangguan jin
Melahirkan generasi yang menjauhi perbuatan syirik
Upaya yang dapa kita lakukan dalam menanam benih keimanan:
1. Mengajarkan Ilmu yang menumbuhkan, mengokohkan dan menyuburkan keimanan
2. Memberikan teladan dalam amal sebagai buah dari keimanan
3. Menjaga dari segala sesuatu yang akan merusak keimanan
4. Menggali hikmah kejadian sehari-hari agar semakin menyuburkan keimanan
5. Memastikan keistiqomahan islam
2. Upaya dalam membangun generasi yang berkomitmen dalam syariah
2.1 Memahamkan konsep “Rasulullah sang Teladan” dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak dini
OUTPUT:
Melahirkan generasi yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai idolanya
2.2 Memahamkan konsep bahwa mengaplikasikan islam berarti meneladani/itiba Rasulullah
OUTPUT:
Melahirkan generasi mengaplikasikan sunnah Rasulullah dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian
Upaya yang dapat kita lakukan dalam mengenalkan Rasulullah Saw kepada anak:
* Menjadikan sirah Rasulullah SAW dan para nabi sebagai kurikulum wajib pendidikan anak dalam keluarga
* Mengkorelasikan kejadian yang kita alami dengan kehidupan Rasulullah SAW baik perbuatan maupun perkataan beliau
* Menghadirkan sosok Rasulullah SAW sebagai idola bagi anak serta menghindari segala hal yang membuat anak mengidolakan yang lainnya
3. Upaya mendidik generasi yang berkomitmen dalam berakhlak yang sesuai dengan nilai-nilai islam.
3.1 Melahirkan generasi yang memiliki akhlak yang baik terhadap Allah
3.1.1 Membangun kedekatan anak dengan Allah
OUTPUT:
target sederhana di masa kecil:
Anak mengaplikasikan doa-doa harian
Anak senantiasa berdoa kepada Allah atas apapun yang diinginkan
Anak terlatih melakukan Qiyamul lail di usia 14 tahun
Anak tebiasa melakukan dzikir Al-matsurat minimal 1x sehari
Anak terbiasa membaca Al-quran setiap hari
Anak memiliki budaya menghafal Al-Quran setiap hari
Target jangka panjang:
melahirkan generasi yang dicintai Allah sehingga ia melihat, mendengar, berbuat dan melangkah dengan taufik dan hidayah dari Allah
Dari Abu Hurairah R.a ia berkata, Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman "Barangsiapa memusuhi wali Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hambaKu mendekat kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal hal yang Aku wajibkan kepadanya. HambaKu tidak henti hentinya mendekat kepada Ku dengan ibadah ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya. Aku tidak pernah ragu ragu terhadap sesuatu yang Aku kerjakan seperti keragu raguanku tentang pencabutan nyawa orang mukmin. Ia benci kematian dan Aku tidak suka menyusahkannya." (H.R Bukhari)
3.1.2 Membangun sifat Ikhlas dan ihsan dalam diri anak
OUTPUT:
Anak dapat melakukan ibadah mahdoh dengan baik dan benar pada usia baligh
Anak gemar melakukan kebaikan dan memaknainya sebagai bentuk ibadah kepada Allah
3.2 Melahirkan generasi memiliki akhlak yang baik terhadap manusia
3.2.1 melahirkan generasi yang memiliki akhlak yang baik terhadap orang tua
OUTPUT:
Anak memahami dan mengaplikasikan birul walidain
Anak hormat dan patuh pada guru
Yang perlu dipahami sebelum meminta anak mengamalkan biruul walidain
CInta itu Sebab Akibat
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau meriwayatkan:
أَنَّ الأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ أَبْصَرَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُ الْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّهُ مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ ».
“al-Aqra’ bin Habis suatu ketika melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mencium al-Hasan -cucu beliau-, maka dia berkata: ‘Saya memiliki sepuluh orang anak namun saya belum pernah melakukan hal ini kepada seorang pun di antara mereka.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, ‘Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi.’.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafazh Muslim)
Banyak fenomena kenakalan remaja yang pada awalnya disebabkan karena kegagalan dalam membentuk lingkungan sosial dalam keluarga. Terutama terjadi pada saat anak memiliki kebutuhan dalam membangun hubungan peer group/teman sepermainan Pada saat ini, perilaku anak anak akan dipengaruhi oleh teman-teman mereka. Bagaimana cara mereka menghabiskan waktu, bagaimana cara mereka menggunakan uang saku, bagaimana cara mereka menggunakan teknologi, bagaimana mereka membangun konsep diri, bahkan termasuk bagaimana mereka berperilaku seksual. Semakin sedikit cinta dan kasih sayang yang kita berikan semakin sedikit pengaruh yang dapat kita berikan. Jika pengaruh orang tua lebih sedikit maka akan ada pengaruh lain yang mempengaruhinya
Permasalahanya, dapatkah anak kita menangkap cinta dari kekasaran? Dapatkah anak kita menangkap cinta dari kedzholiman?
Diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah r.a: rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya kelembutan tidaklah terdapat pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan akan mencemarinya”
Dapatkah anak kita menangkap cinta dari kemarahan yang berlebihan?
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka, dan jika kamu memaafkan dan tidak/ r.r.r. memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengamun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), di sisi Allah-lah pahala yang besar” (Q.S At Taghabun [64]:14-15)
Banyak pemasalahan pergaulan bebas pada anak yang diawali dari merenggangnya hubungan mereka dengan orang tunya. Banyak keregangan orang tua dan anak yang diawali dengan komunikasi menyimpang. Konflik bertahun-tahun terjadi antara orang tua dan anak dan menguras EMOSI kedua belah pihak.
Bila hal ini terjadi maka sangat mungkin muncul konflik berikut:
a. Anak tidak mau lagi dekat dengan ortu.
b. Anak tidak mau lagi berbagi dan bercerita dengan ortu.
c. Anak tidak mau lagi mendengar kata-kata ortu
d. Anak tidak mau menuruti perintah ortu
“Berilah kemudahan dan jangan mempersulit, Berilah kabar gembira dan jangan membuat mereka lari..” [HR Bukhari dan Muslim]
Jika hal diatas terjadi, maka muncul lagi konflik:
Anak semakin jauh dari nilai-nilai kebaikan
Anak semakin jauh dari koridor syariat Allah
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia. Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugrahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar" (Q.S Fushshilat 34-35)
3.2.2 Membangun generasi yang memiliki akhlak yang baik terhadap muslim
OUTPUT:
1. Melahirkan generasi memiliki budaya saling menasihati
2. Melahirkan generasi memiliki budaya tolong-menolong dalam kebaikan
3. Melahirkan generasi melakukan amar ma’ruf nahi mungkar di muka
3.2.3 Membangun generasi memiliki akhlak yang tepat terhadap non Muslim
OUTPUT:
Anak bersikap saling menghormati dan menghargai perbedaan agama
Anak mengenal aturan islam yang mengatur hubungan dengan muslim dengan non muslim
3.3 Anak memiliki akhlak yang tepat terhadap lawan jenis
OUTPUT:
1. Anak mengenal adab-adab pergaulan dengan lawan jenis yang diatur oleh islam
2. Anak terhindar dari fitnah yang berkaitan dengan kebebasan pergaulan lawan jenis
3.4 Melahirkan generasi yang memiliki akhlak yang baik terhadap alam
3.4.1 Memahamkan konsep khalifah di muka bumi
3.4.2 Merangsang anak untuk melakukan pemanfaatan alam
OUTPUT:
Melahirkan generasi yang selalu berusaha menjaga alam dan tidak menyianyiakan sumber daya alam
Melahirkan generasi yang memiliki budaya mengelola sumber daya alam
3.5 Melahirkan generasi yang memiliki kepribadian/karakter mulia
Metode yang dapat kita lakukan:
1. Pendidikan melaui pengajaran (kurikulum sistematis, kisah teladan)
2. Pendidikan melalui keteladanan
3. Pendidikan melalui simulasi kegiatan
4. Pendidikan melalui ujian dan tantangan
5. Pendidikan melalui pemberian amanah dan tanggung jawab
4. Mendidik generasi yang mampu melakukan islah pada dirinya dan orang lain
4.1 Memahamkan konsep mencintai karena Allah membenci karena Allah
OUTPUT:
Melahirkan generasi yang memiliki budaya saling tolong menolong dalam kabaikan dan ketaqwaan
Melahirkan generasi yang menghindarkan diri dari sikap saling tolong-menolong dalam keburukan dan kemaksiatan
4.2 Melatih anak berkomunikasi efektif dan bekerjasama dalam tim
OUTPUT:
Melahirkan generasi yang memiliki akhlak komunikasi yang baik dengan orang lain
Melahirkan generasi yang bersemangat membangun kerjasama dalam fisabilillah
5. Mendidik generasi yang mampu melakukan islah pada lingkungan dan alam sekitar
5.1 Menumbuhkan ghiroh pada agama dalam diri anak
5. 2 Memahamkan konsep amar ma’ruf nahi mungkar
OUTPUT:
Anak memiliki jiwa yang senantiasa melakukan perbaikan (islah) pada lingkungan sekitar
6. Mendidik generasi yang mampu melakukan islah pada dunia islam
6. 1 Memahamkan konsep muslim itu bersaudara
OUTPUT:
Melahirkan generasi yang enjunjung tinggi ukhuwah islamiyah dan memperlakukan sesama muslim layaknya saudara
6.2 Anak mengenal isu-isu global dunia islam
OUTPUT:
Anak memiliki kepedulian terhadap nasib saudara-saudara muslim di palestina yang diwujudkan dalam hal-hal sederhana seperti doa dan dana
6.3 Anak mengenal konsep khilafah islamiyah
6.4 Anak mengenal sejarah kejayaan islam di masa lalu serta mempelajari penyeban keruntuhannya
6.5 Anak Mengenal sejarah perjuangan islam di masa Rasulullah SAW
6.6 Anak mengenal sejarah dunia dan faktor penyebab kejayaan dan keruntuhan sebuah bangsa
OUTPUT:
Anak memiliki semangat berkarya untuk membangun islam
7. Mendidik keturunan yang mengenal potensi dirinya dan mampu memilih peran dalam peradaban
7.1 Anak mengenal potensi diri dan mengenal cara mengembangkan potensi diri
OUTPUT:
Anak memiliki budaya belajar dan berkarya sepanjang masa
7.2 Anak mengenal konsep jihad secara luas
OUTPUT:
Anak memiliki cita-cita berkontribusi di jalan Allah dan semangat untuk mewujudkannya
7.3 Anak mengenal sebanyak-banyaknya pilihan peran/profesi untuk berkontribusi di jalan Allah
7.3.1 Anak mengenal variasi peran di bidang pemikiran/ilmiah
7.3.2 Anak mengenal variasi peran di bidang kepemimpinan
7.3.3 Anak mengenal variasi peran di bidang keahlian/profesi
7.3.4 Anak mengenal variasi peran di bidang finansial
Output:
Anak telah menentukan spesifikasi ilmu yang akan dipelajari untuk mengemban peran kekhalifahan yang telah dipilihnya di usia 14 tahun
Anak telah mulai menjalankan peran kekhalifahan yang ingin diemban di usia 21 tahun
Membangun metal generasi pengislah
1. Memahami apa yang benar dan baik
2. Mengamalkan apa yang benar dan baik
3. Konsisten mengamalkan apa yang benar dan baik meski lingkungan melakukan sebaliknya
4. Membenci apa yang salah dan buruk dan memiliki kecemburuan bila orang lain melakukan apa yang salah dan buruk
5. Memiliki keinginan agar orang lain mengamalkan apa yang benar dan baik
6. Memiliki keberanian untuk mengegakkan apa yang benar dan baik
7. Memiliki kesabaran dalam menegakkan apa yang benar dan baik
8. Bersedia berkorban demi tegaknya kebenaran dan kebaikan
Ikhtiar yang dapat diakukan orang tua sedari dini untuk mencetak generasi produktif dalam menebar kebaikan dan perbaikan dalam peradaban:
1. Membantu anak mendapat informasi yang benar dan penting untuk bekal hidupnya
2. Melatih anak untuk memiliki kemampuan mengambil, menggabungkan, membandingkan, dan menggunakan informasi yang dimiliki untuk diterapkan dalam konteks baru dan keterampilan konseptual
3. Melatih anak untuk memiliki kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan
4. Melatih anak agar dapat bersikap dan berfikir secara rasional serta bertindak secara efektif dalam menghadapi lingkungannya
5. Melatih anak untuk memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah
6. Melatih anak untuk memiliki kemampuan untuk menciptakan hal baru
7. Melatih anak untuk menemukan atau menciptakan masalah baru yang menjadi peletak dasar munculnya pengetahuan baru
8. Memastikan mereka selalu dalam kegiatan produktif dan terhindar dari kesia-siaan
9. Merangsang anak untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kondisi ummat
10. Bantulah mereka menemukan potensi, minat dan bakat mereka sedari dini, serta siapkan sarana dan prasarana yang menunjang pengembangannya.
11. Merangsang anak untuk memiliki visi misi hidup dan mengarahkan energi mereka untuk meraih visi misi tersebut
12. Menyediakan berbagai sarana untuk mengaktualisasikan diri mereka dalam kegiatan yang bermanfaat
13. Mengajarkan life skill dan melatih kemandirian