Sunday, June 21, 2015

Meredakan Tangisan Si Kecil

Meredakan Tangisan Si Kecil

Setiap bayi pasti menangis. Jadi, jika tiba-tiba Si Kecil menangis dan rewel, entah karena lapar, kesakitan, merasa terlalu panas atau dingin, serta kolik, ini bukanlah kesalahan Anda atau Si Kecil. Dilansir melalui sumber M&B Australia, yang perlu Anda lakukan adalah tetap tenang dan lakukan hal berikut.

Dibedong
Bayi sangat menyukai kehangatan dan rasa aman. Karenanya, dengan membedong atau melapisi tubuh Si Kecil dengan selimut atau kain akan sangat menenteramkan serta menenangkan dirinya. Anda juga bisa mendekap Si Kecil di dada Anda, agar ia bisa mendengar detak jantung Anda. Samakan ritme napas Anda dengan Si Kecil, lalu secara lembut usap kepalanya.

Buat Suasana Tenang
Bayi sangat menikmati suara lembut dan akan mudah tertidur jika mendengarkan suara yang familiar. Sedangkan suara keras dan mengagetkan akan membuat mereka kesal. Jadi, usahakan untuk tidak bersuara terlalu  kencang di sekitarnya.

Pijat
Bayi menyukai sentuhan orangtuanya. Jika Si Kecil menangis, taruh ia di atas selimut yang tebal lalu pijat bagian kaki dan badannya secara perlahan dengan gerakan memutar.

Bergerak
Saat ia menangis, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menggendongnya lalu melangkah pelan sambil mengayun-ayunnya sebab bayi sangat senang dengan gerakan. Anda pun dapat mengajaknya naik mobil untuk menenangkannya.

Biarkan Si Kecil Mengisap Sesuatu
Pacifier atau teether di rumah ternyata juga bisa membantu meredakan tangisan Si Kecil! Namun, jika ia sudah cukup besar, Anda bisa memberikan roti tawar untuk ia kunyah.

Tenangkan Diri
Jangan merasa bersalah jika sewaktu-waktu emosi Anda memuncak dan tidak bisa ditahan ketika melihat Si Kecil terus-terusan merengek. Taruh ia di tempat yang aman, lalu keluarlah dari ruangan untuk sementara waktu sampai Anda merasa tenang. Jangan menyimpan emosi Anda, jika perlu Anda boleh menangis. Anda juga bisa menelepon suami atau anggota keluarga dan menceritakan secara singkat mengenai perasaan Anda. Setelah lebih tenang, kembalilah ke ruangan untuk menghadapi Si Kecil.

Minta Bantuan
Sesekali Anda butuh waktu 'libur', meski hanya beberapa jam saja. Minta suami Anda menjaga Si Kecil dan biarkan ia mengatasi kondisi ketika Si Kecil mulai menangis. Pergilah bersama teman-teman Anda lalu ceritakan kesulitan Anda. Dengan begitu, Anda pun akan merasa sedikit lebih lega dan mungkin mendapat tips-tips jitu menenangkan bayi dari mereka. Namun, bila Si Kecil menangis terlalu sering serta lebih lama daripada biasanya, atau cara ia menangis berbeda, ikuti insting Anda untuk langsung mengunjungi dokter. (Sagar/DT/Dok. M&B)

Saturday, June 20, 2015

Namaku Uang

Namaku : UANG (suka di panggil DUIT)

Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.

Aku juga "bisa" merubah Perilaku, bahkan sifat Manusia' karena manusia mengidolakan aku.

Banyak orang merubah kepribadiannya,­­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!

Aku tdk mengerti perbedaan orang saleh & bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin & terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan org ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara2 aku, kakak dan adik beradu dan saling benci karena aku.

Anak dan orangtua berselisih gara2 aku.

Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku spt Tuhan, bahkan kerap kali hamba2 Tuhan lebih menghormati aku, padahal Tuhan sudah pesan jgn jadi hamba uang..

Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?

Aku tdk pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tdk mampu memperpanjang hidup anda.

Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tdk akan bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa2 anda, anda harus menghadap sendiri kpd sang Pencipta lalu menerima penghakimanNYA.

Saat itu, Tuhan pasti akan hitung2an dgn anda, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN aku dgn baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN?

Ini informasi terakhirku:
Aku TIDAK ADA DI SURGA,
Jadi jangan cari aku disana.
Salam sayang,
Ttd

UANG
NB: Mohon Jadi Renungan

Friday, June 19, 2015

Perkembangan Motorik Anak 2-4 Tahun

Perkembangan Motorik anak usia 2-4 tahun
Oleh Chairunnisa Rizkiah, S.Psi

* Memasuki usia 2 tahun, bentuk tubuh anak mulai tumbuh menjadi lebih mirip tubuh orang dewasa. Figur bayi masih chubby dan banyak lipatan-lipatan lemak, sedangkan semakin lama bentuk tubuh anak lebih memanjang, terutama bagian tungkai (tangan dan kaki). Massa otot juga bertambah dan kemampuan koordinasi gerakan juga semakin baik (tentunya dengan dibantu juga dengan stimulasi). Kematangan secara fisik ini memungkinkan anak untuk melakukan kegiatan fisik yang sebelumnya tidak bisa dikuasainya.

*Kemampuan gerak dasar dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1. Locomotor : kemampuan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain atau untuk mengangkat tubuh ke atas. Contoh gerakannya adalah melompat-lompat seperti kelinci atau meloncat ke depan dan belakang. Kemampuan gerak lainnya adalah berjalan, berlari, meluncur ke bawah (misalnya dari atas gundukan tanah), dan galloping (berlari seperti kuda)
2. Non locomotor : kemampuan untuk melakukan gerak yang dilakukan di tempat. Kemampuan non locomotor terdiri dari menekuk dan meregangkan tubuh (misalnya membungkuk menyentuh ujung kaki), mendorong dan menarik (misalnya membuka pintu/lemari), mengangkat dan menurunkan (misalnya membawa barang dan meletakkannya), melempar, dan lain-lain
3. Kemampuan manipulatif. Dalam istilah perkembangan, kata “manipulatif” kira-kira berarti melakukan sesuatu terhadap benda, atau mengutak-atiknya. Dalam aspek motorik, kemampuan manipulatif banyak melibatkan tangan dan kaki, tetapi bagian lain dari tubuh kita juga dapat digunakan. Misalnya, memantul-mantulkan bola, membangun bentuk-bentuk dari mainan balok/Lego, meronce, dan membentuk kertas sesuai keinginan. Kemampuan ini biasanya memerlukan koordinasi mata dan tangan/kaki.

*Sedangkan dari segi jenis otot yang digunakan, keterampilan motorik dibagi menjadi 2, yaitu motorik kasar dan motorik halus.
a. Motorik kasar: membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot besar (misalnya seluruh badan, otot lengan dan kaki). Pada anak usia 2 tahun, aktivitas motorik kasar yang sudah dikuasai antaranya adalah anak mulai bisa  berlari, bangun sendiri saat jatuh, serta mengambil dan meletakkan benda. Sedangkan anak usia 3-4 tahun pada umumnya sudah mulai bisa melakukan hal berikut:
· Berhenti berjalan dan berlari, atau berpindah arah saat berjalan dan berlari, dengan cepat
· Naik tangga dengan kaki bergantian, turun tangga dengan mengandalkan satu kaki
· Lompat dengan dua kaki sejauh 30-60 cm, ada juga yang sudah mulai bisa lompat dengan satu kaki
· Menjaga keseimbangan (misalnya naik papan titian)
· Lempar-tangkap bola dengan gerakan tubuh bagian atas (biasanya mendekap bola ke dada). Kegiatan lempar tangkap bola juga membutuhkan koordinasi mata-tangan
· Mengendarai sepeda roda tiga
· Meniru gerakan, misalnya saat berolahraga atau saat menonton gerakan di video. Kemampuan ini juga berhubungan dengan kemampuan kognitif anak.

b. Motorik halus: kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil (misalnya otot-otot ujung jari) serta koordinasi mata dan tangan (hand-eye coordination). Contohnya: meronce, memegang alat tulis dan membuat coretan, merobek kertas, menempelkan benda, mengambil benda dengan ujung jari. Anak usia 2 tahun sudah mulai belajar memegang benda dengan ujung jari, membuat coretan (scribble), dan membalik halaman buku. Anak berumur 3-4 tahun pada umumnya sudah bisa melakukan hal-hal berikut:
· Membangun menara dari balok- balok
· Memasukkan tali atau benang ke dalam lubang (misalnya meronce manik-manik)
· Menggambar garis-garis silang dan lingkaran
· Memanipulasi obyek tanah liat/playdough dengan membuat bentuk-bentuk
· Mengambil dan menyusun potongan-potongan puzzle sederhana
· Menggunakan peralatan makan (sendok dan garpu)
· Menggunakan gunting, menggunting dengan mengikuti garis tanpa terputus
· Menelusuri garis dengan alat tulis (tracing). Anak bisa menelusuri garis untuk menggambar bentuk
· Meniru gambar bentuk dasar (misalnya kotak, segitiga, lingkaran). Kemampuan ini akan sangat berperan saat anak belajar menulis huruf dan angka
· Sebagian anak juga mulai menulis beberapa huruf capital yang mudah (misalnya I, A, O, T, L)
· membuka dan menutup kotak

*Kecepatan perkembangan motorik anak mungkin akan berbeda-beda. Ada anak yang lebih cepat menguasai keterampilan motorik halus, ada juga anak yang lebih unggul di motorik kasar. Ada pula anak yang butuh waktu lebih lama untuk menguasai keduanya. Seperti halnya aspek lain dalam perkembangan, hal ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu: (1) faktor bawaan dan (2) pengasuhan. Faktor bawaan menentukan kematangan anak, atau kesiapannya untuk mempelajari keterampilan baru. Misalnya, anak usia 24 bulan belum bisa naik sepeda roda dua walaupun diberi stimulasi yang sangat banyak, karena otot-ototnya belum cukup kuat dan keseimbangannya belum cukup. Di sisi lain, faktor pengasuhan (nurture) juga mempengaruhi kecepatan dan keluwesan anak dalam melakukan gerak motorik kasar ataupun halus. Kedua faktor ini saling berhubungan dalam menunjang atau justru menghambat perkembangan anak.

#gruprumahmainanak

Menu Ramadhan

Copas dari temen mana tau berguna buat istri bpk yg bingung mau masak apa....😀

Daftar Menu Sahur dan Buka Puasa untuk 30 Hari

Hari ke 1: Es Kacang Merah, Rawon Daging, Perkedel Kentang, Tumis Kacang Panjang, Emping

Hari ke 2: Es Teler, Ayam Panggang Bumbu Kecap, Sayur Lodeh, Botok Tempe + teri, Rempeyek Kacang

Hari ke 3: Es Kelapa Muda, Balado Ikan, Gulai Nangka, Bihun Goreng Bakso, Bakwan

Hari ke 4: Bubur sumsum, Sayur Asem, Ayam Goreng Rempah, Balado Teri Kacang, Kerupuk

Hari ke 5: Es Mutiara, Tuna Asam Manis, Cap Cay Kuah, Mie Goreng, Acar Timun

Hari ke 6: Es Jagung Campur, Sup Baso Tahu, Ayam Goreng Crispy, Tempe Mendoan, Sambal Teri

Hari ke 7: Kolak Pisang + Ubi, Ayam Gulung Keju, Sup Makaroni, Perkedel Kentang, Kerupuk + Sambal

Hari ke 8: Es Shanghai, Sayur Lodeh, Empal Gepuk, Botok Teri, Kerupuk

Hari ke 9: Kolak tape + Kolang Kaling, Udang Goreng Tepung, Soto Sulung, Tempe Goreng Tepung, Sambal

Hari ke 10: Pisang Goreng, Gurame Asam Manis, Cap Cay Goreng, Tahu isi, Acar Kuning

Hari ke 11: Kolak Pisang + Nanas, Sup Kombinasi, Krengseng Daging + Paprika, Tempe Goreng Tepung, Kerupuk

Hari ke 12: Tape Goreng, Soto Ayam Ati/Ampela, Goreng Perkedel Jagung, Sambal

Hari ke 13: Es Dawet, Soto Ayam Balado, Telur Puyuh, Perkedel Kentang, Sambal Pencok

Hari ke 14: Es Kopyor, Rendang Daging, Sayur Daun Singkong + teri, Rempeyek Udang, Sambal Ijo

Hari ke 15: Bubur Kacang Ijo, Sayur Lodeh, Ayam Bumbu Rujak, Tempe Goreng Tepung, Sambal

Hari ke 16: Es Alpuket, Rolade Daging + Sayuran, Tumis Tahu Bihun Rebus, Kerupuk

Hari ke 17: Es Gayo, Timun Daging Bumbu Rujak, Kangkung cah Tauco, Bakwan, Kerupuk

Hari ke 18: Es Buah, Ayam Kuluyuk, Sup Makaroni, Tumis Labu Siam, Rempeyek Kacang

Hari ke 19: Kolak Biji Salak, Paru Goreng, Gulai Nangka Perkedel Tahu + Korned, Sambal Terasi

Hari ke 20: Serabi Bandung, Soto Bandung, Soto Banjar, Tahu Masak Tauco, Bandeng Goreng, Emping

Hari ke 21: Bubur Ketan Hitam, Kakap Goreng Panir, Sup Sayuran, Perkedel Jagung, Sambal Ebi

Hari ke 22: Kolak Ubi, Semur Ati Ampela, Tumis Kangkung, Bakwan, Sayur Sambal Makasar / Sambal Belacan

Hari ke 23: Bubur Sumsum, Rawon, Oseng Tahu + Telur Puyuh, Kakap Goreng Tepung, Sambal Tempe

Hari ke 24: Bubur Candil, Lidah Sapi Saus Putih, Sup Kimlo, Tahu Goreng, Kerupuk Udang

Hari ke 25: Kolak Pisang, Semur Daging, Perkedel Jagung, Tahu Masak Tauco, Sambal Pete

Hari ke 26: Es Cincau, Kalio Ayam, Tumis Bayam, Sambal Goreng Kentang + Udang, Kerupuk Kulit

Hari ke 27: Bubur Candil, Rica-rica Ikan, Tumis Buncis, Tahu Isi, Rempeyek

Hari ke 28: Es Campur, Sup Kombinasi, Daging Bumbu Bali, Perkedel Jagung + Cincang Ayam, Kerupuk Palembang

Hari ke 29: Pisang Goreng Keju, Sayur Asem Jakarta, Ayam Bakar, Sambal Mangga, Lalapan

Hari ke 30: Tautan Kue Lapis, Ayam Goreng, Sup Pangsit, Balado Kentang, Tumis Tempe
Ini contoh menu supaya ga bingung mau masak apa. Selamat menjalankan Ibadah Saum Ramadhan.

Malu Aku Menisbatkan Diri Kepada Salaf

Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf

Para salaf adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan generasi setelahnya

Karena amalku tidak seperti para salaf

Bahkan amalku kalah dengan orang awam dalam masalah agama

Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf

Ketika adzan berkumandang, aku malah santai dan terlambat shalat berjamaah

Padahal salaf ada yang 40 tahun selalu di shaf terdepan

Kudapati seorang bapak tua renta

yang kata ”salaf” saja mungkin ia tidak tahu, tetapi selalu datang sebelum adzan

Ternyata ahklakku kasar, meremehkan dan sombong, hanya baru mengenal dakwah

aku sering berdebat, terkadang mencaci dan sering menyalahkan orang lain

padahal salaf sangat mengutamakan lembut dan hikmah dalam berdakwah

karena dakwah mereka dicela dan dicaci, tetapi aku mengaku berdakwah tetapi malah mencela dan mencaci

ternyata orang awam yang mungkin tidak kenal kata “salaf”, akhlak mereka mulia dan disenangi orang manusai

Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf

Ketika ada amanah dan pekerjaan, aku tidak profesional dan melalaikan

Kuliahku berantakan padahal amanah orang tua

Pekerjaanku dikantor sering tidakberes

Padahal para salaf sangat menunaikan amanah dan menjunjung tinggi amanah

Orang awam saja sangat amanah dalam pekerjaan

dan mereka membuat tangis-bahagia orang tua di saat wisuda

Ketika ada amanah berdakwah, seolah-olah aku lari dan enggan mengurus dakwah

Aku enggan capek mengurus dakwah

aku ingin koar-koar tentang ilmu saja, mengomentari berbagai berita dan kejadian

Supaya orang tahu aku ini “berilmu”, padahal ilmu yang “prematur”

Padahal orang awam saja berlomba-lomba membangun dan mengurus masjid

Orang awam saja berlomba-lomba membantu urusan kaum muslimin

Sekarang aku malu dan akan berjanji

Tidak akan terlalu banyak mengkritisi, mengurusi dan mempertanyakan

“kamu bermanhaj salaf gak?” “si fulan itu salaf?”

Seharusnya mereka didoakan saja dan aku akan intropeksi diri

Karena amalku tidak sebagaimana para salaf

Semoga kaum muslimin mendapatkan hidayah terbaik dengan manhaj (metode beragama) sesuai dengan ajaran para Salaf


Amin yaa mujiibas saa-iliin

Perkenankanah wahai Engkau Yang Mengabulkan doa

@Markaz YPIA, Yogyakarta tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

http://muslimafiyah.com/malu-aku-menisbatkan-diri-kepada-salaf.html

Cara Menjadi Pendidik Terbaik

" 15 NASEHAT UNTUK IBU…DEMI MASA DEPAN PUTRINYA "
(dari kitab kaifa takun ahsan murobbi fil ‘alam,  h 44-45)
Ust. Syafiq riza basalamah

1. Hormatilah suamimu ketika dia di rmh atau di luar rumah & bersegeralah memenuhi kebutuhannya, khususnya di depan putri2nya.

2. Jangan bertikai dg suami di depan anak2, never..!! perselisihan yg terjadi tdk boleh melewati pintu kamar tidur.

3. Sengajalah meminta izin suami di depan putri2nya, bila ingin masuk atau keluar atau apa saja.

4. Jangan pernah menampakkan pembangkangan atas perkataan suami di depan putri2.

5. Bagi istri2 penguasa terhadap suaminya, yg ikut campur dlm segala urusan suaminya bahkan mengintrogasi suami (Kenapa jendelanya dibuka? Bagaimana kamu keluar sendirian kemarin? Kenapa beli roti ini?dll), seakan dialah komandan di rmh, menyuruh, memerintah & melarang di rumah. Yakinlah bahwa putri2nya kelak akan menjadi fotocopy dirinya, secara otomatis dia akan menguasai suaminya seperti yg dia lihat pd ibundanya & bila ternyata dia mendapatkan suami yg memiliki kepribadian yg berbeda dengan ayahnya, mk tiada solusi kecuali CERAI.

6. Seorg istri tdk boleh memberikan izin bagi lelaki utk memasuki rumahnya dikala  suaminya tdk di rumah, walaupun dia itu adalah teman dekat keluarga ataupun tetangga.

7. Seorg ibu yg mulia akan bersolek &  berdandan hanya utk suaminya dg sengaja dia menunjukkan hal itu di depan putri2nya seraya menjelaskan bahwa itu adalah hak suami & dia juga tdk bersolek ketika keluar rumah atau di depan org yg bukan suami, utk memberi contoh nyata pd putri2nya

8. Istri yg sholehah tidaklah pelit & tdk pula boros utk urusan rumah, dia berada di tengah.

9. Sangat indah sekali, bila anak2 meminta sesuatu pd ibunya & sang ibu berkata pd mereka: “Kita akan menanyakannya pd ayah & kita tdk akan melakukan sesuatu kecuali bila direstui olehnya”. dg sering kalinya melakukan hal ini mk akan tertancap di dlm diri putri2 penyerahan tongkat kepemimpinan pd lelaki & tdk boleh seorg wanita menelanjangi suaminya dari pakaian kepemimpinan dg dalih gender & kebebasan.

10. Istri yg sholehah akan menyambut kedatangan suaminya dg wajah yg ceria & tak langsung mengadukan tingkah anak2 yg menyebalkan\ tetangga atau apa saja. Namun ia kan mencari waktu yg tepat.

11. Tidaklah elok seorg istri mengadukan kehamilannya, urusan menyusui atau pekerjaan rumah di depan putri2nya krn hal itu kan terekam di memorinya.

12. Tatkala ada tetangga\temen wanitanya memintan utk turut berkunjung ke rmh fulanah, hendaklah sang ibu berkata pd mrk & diperdengarkan pd putri2nya, "Aku kan memberitahu suamiku, bila dia setuju mk aku ikut”, & tatkala suaminya dtg, ia memberitahu suaminya tanpa nada paksaan, ”Apakah ia diperbolehkan utk berkunjung ke rmh fulanah”, & bila suaminya diam saja, mk ia tdk memaksa & langsung memberi tahu temannya bahwa ia tdk bisa ikut, di dpn putri2nya.

13. Bila sang ayah memerintahkan kpd anggota keluarga suatu perintah mk hendaklah sang ibu bersegera melaksanakannya & menyuruh anak2 bersegera & mengajarkan pd mrk pentingnya patuhi perintah suami/ayah, tatkala anak2 merasakan hal itu mk ia kan tumbuh besar menghormati nahkoda yg kelak mengemudikan bahteranya agar tdk pecah & karam di samudra.

14. Tatkala istri meminta pd suaminya berbagai macam permintaan yg membaratkan suaminya krn ketidak mampuannya, mk kelak putrinya kan menirunya tatkala mrk menjadi istri.

15. Seorg istri yg duduk ngobrol bersama tetangga\temannya menceritakan rahasia2 rmhnya, mk kelak putrinya dg mudah menyingkap rahasia suaminya, tatkala ia jadi istri.   🌺🌺🌺

Aplikasi Android Bermanfaat

Alhamdulillah, telah launching aplikasi Hadits 9 Imam di Android. Aplikasi ini sangat mudah, cukup search keywords yang ingin kita cari, maka akan dimunculkan hadits dan terjemahnya. Direferensikan pula hadits dari riwayat imam yang lain yang terkoneksi (jika ke 9 aplikasi ini di download semua) ketika membukanya...

Kabar baiknya semuanya 0 rupiah dan filenya yang proporsional

Full harokat, trjemahan bhs indo,  offline apk!!

1. Shahih Bukhari
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.bukhari&referrer=utm_source%3Dgoogle%26utm_medium%3Dorganic%26utm_term%3Dlink+girfa+esuit+hadits&pcampaignid=APPU_C5WNVL_xHImouwTcyIKYDA

2. Shahih Muslim
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.muslim

3. Musnad Ahmad
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.ahmad

4. Muwatho Malik
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.malik

5. Jami' at Tirmidzi
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.tirmidzi

6. Sunan Nasa'i
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.nasai

7. Sunan Abu Dawud
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.abudaud

8. Sunan Ibnu Majah
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.ibnumajah

9. Sunan Darimi
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.darimi

Di share ya, semoga menjadi Amal baik untuk sahabat semua. Barokallahu fiikum

7 Rahasia Mendidik Anak

***7 Rahasia Mendidik Anak***
dari Ustdz Farid Ahmad!

1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.

3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak2 dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak2 yg lain, dan semuanya akan diam.

4. Katakan kepada anak2 menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

7. Selain itu, jangan lupa berdoa dn bermohon kpd Allah, agar anak2 kita menjadi perhiasan yg menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.
===
Admin BB Assunnah

Jika Anda Sepertiku

Jika Anda Sepertiku, Maka Berubahlah sebelum Terlambat...

Aku mulai lupa dengan bacaan dzikir pagi dan sore, karena telah lama aku tidak membacanya.

Shalat sunat "rowatib" (yang dilakukan sebelum dan sesudah shalat wajib) telah kuabaikan, tidak tersisa kecuali shalat sunat fajar, itu pun tidak setiap hari.

Tidak ada lagi bacaan Al-Qur'an secara rutin, tidak ada lagi malam yang dihidupkan dengan shalat, dan tidak ada lagi siang yang dihiasi dengan puasa.

Sedekah, seringkali dihentikan oleh kebakhilan, keraguan, dan kecurigaan... berdalih dengan sikap hati-hati, harus ada cadangan uang, dan puluhan bisikan setan
lainnya.

Jika pun sedekah itu keluar dari saku, nominalnya sedikit dan setelah ditunda-tunda.

Satu dua hari, atau bahkan sepekan berlalu, tanpa ada kegiatan membaca kitab yg sungguh-sungguh.

Seringkali sebuah majlis berakhir dan orang-orangnya bubar, mereka telah makan sepenuh perut dan tertawa sepenuh mulut, bahkan mungkin mereka telah makan daging bangkai si A dan si B, serta saling tukar info tentang harga barang dan mobil... Tapi, mereka tidak
saling mengingatkan tentang satu ayat, atau hadits, atau faedah ilmu, atau bahkan doa kaffarotul majlis.

Inilah fenomena zuhud dalam sunnah, berluas-
luasan dalam perkara mubah, dan menyepelekan hal yg diharamkan.

Sholat dhuha dan witir sekali dalam sepekan.
Berangkat awal waktu untuk jumatan dan sholat jamaah; jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah.

Berlebihan dalam makanan, pakaian, dan kendaraan tanpa rasa syukur.

Musik selingan dalam tayangan berita dan tayangan dokumenter menjadi hal yg biasa.

Orang seperti ini apa mungkin memberikan pengaruh di masyarakatnya, sedang pada diri dan keluarganya saja tidak.

Orang seperti ini, apa pantas disebut pembawa
perubahan, ataukah yang terbawa arus lingkungan?

Pantasnya, dia disebut penelur prestasi atau penikmat produksi?

Maka, hendaknya kita koreksi diri masing-masing...

semoga Allah mengampuni keteledoran kita selama ini.

Sebagian ulama mengatakan:

"Tidaklah kepercayaan masyarakat terhadap sebagian penuntut ilmu menjadi goncang, melainkan saat melihat mereka di shaff terakhir melengkapi rekaat shalatnya yang tertinggal".

Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan kita dengan pesan ini.

[Terjemahan dari status berbahasa arab dengan sedikit penyesuaian]

Dari Ustadz Musyafa Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى

Menghormati yang TIDAK Puasa??!

12 tahun silam, saat saya baru lulus kuliah, saya sudah menemukan konsep baru yang sangat membingungkan ini:

Orang2 berpuasa diminta menghormati orang2 yang tidak berpuasa. Maka, saat Ramadhan datang, apa salahnya jika tempat2 hiburan tetap buka, rumah makan tetap beroperasi penuh, dsbgnya.

Apa salahnya jika klub malam tetap beroperasi. Toh, mereka juga mencari makan, nafkah dari bisnis mereka.

Saya membaca tulisan itu di milist (jaman itu belum ada media sosial).

Saya masih muda, masih tidak berpengalaman. Saat membaca tulisan tersebut, aduhai, isinya masuk akal sekali.

Benar loh, kan kita berpuasa itu disuruh menahan diri, agar jadi lebih baik, masa' kita akan tergoda saat melihat warung buka, masa' kita akan tergoda saat melihat tempat hiburan ada di mana2? Full beroperasi.

Kalau masih, berarti puasa kita nggak oke. Itu logika yang masuk akal sekali.

Tapi saya bersyukur, saya tidak pernah membiarkan "logika" sendirian saat menentukan prinsip2 yang akan saya gigit.

Saya selalu memberikan kesempatan mendengarkan pendapat lain.

Baik. Itu mungkin masuk akal, orang2 berpuasa disuruh menghormati orang2 tidak berpuasa, tapi di mana poinnya?

Apakah orang2 yang berpuasa mengganggu kemaslahatan hidup orang2 tidak berpuasa?

Apakah orang2 berpuasa ini punya potensi merusak?

Sehingga harus ada tulisan, himbauan, pernyataan: kalian yang puasa, hormatilah orang yang tidak berpuasa.

No way, man, itu logika yang bablas sekali. Saya tahu, ada banyak razia penuh kekerasan dilakukan kelompok tertentu atas tempat2 hiburan, warung2, dll.

Tapi itu bukan cerminan kelompok besar muslim di negeri ini. Kelompok besarnya, bahkan tidak suka dengan cara2 penuh kekerasan ini, pun tidak suka dengan kelompok ini.

Lantas siapa yang seharusnya menghormati?

Default dalam situasi ini adalah: ingatlah baik2, ramadhan itu sudah ribuan tahun usianya, 1.436 tahun tepatnya.

Bahkan perintah shaum, itu hampir seusia manusia di bumi ini, agama2 terdahulu juga memilikinya.

Kalau itu sebuah tradisi, maka dia lebih tua dibanding tradisi apapun yang kalian kenal, silahkan sebut tradisinya, puasa lebih tua.

Maka, tidak pantas, manusia yang usianya paling rata2 hanya 60 tahun, tiba2 mengkritisi puasa, memandangnya sebagai sesuatu yang artifisial, tidak penting, dsbgnya.

Ramadhan adalah bulan paling penting dalam agama Islam, jelas sekali posisinya.

Sama dengan sebuah komplek, itu komplek sudah 1.436 tahun punya tradisi tidak boleh memelihara hewan peliharaan.

Kemudian datanglah keluarga baru, membawa hewan yang berisik sekali setiap malam.

Siapa yang disuruh menghormati?

Wow, warga satu komplek yang disuruh menghormati keluarga dengan hewan berisik?

Demi alasan egaliter, HAM, kesetaraan, kebebasan, dan omong kosong lainnya.

Kalian tahu, ketika orang2 tidak punya argumen substantif dalam hidup ini, maka senjata mereka memang hanya itu: kebebasan.

Amunisi paling mudah saat melawan agama adalah: kebebasan. Hingga lupa, siapa sih yang over sekali menyikapi situasi ini?

Karena sejatinya, tidak ada pula yang menyuruh warung2 full tutup, warung2 makan cukup diberikan tirai saat bulan Ramadhan, semua baik2 saja.

Itu lebih dari cukup.
Lantas soal klub malam? Diskotik? Tempat2 menjual minuman keras?

Kalian punya 11 bulan untuk melakukannya, diminta libur sebulan, apa susahnya?

11 bulan orang lain menghormati kalian melakukannya, maka tiba giliran 1 bulan, apa susahnya mengalah?

Tidak perlu sampai ribut, sampai berantem, sampai dirazia, cukup kesadaran diri saja. Tidak ada yang meminta kalian tutup 12 bulan.

Kusutnya masalah ini, kadang yang mengotot sekali justeru sebenarnya beragama Islam.

Orang2 yang beragama lain, sudah otomatis menyesuaikan diri.

Saya punya banyak teman2 non Islam, saat mereka makan siang, mereka dengan sangat respek minta ijin, bisa menempatkan diri dengan baik.

Hampir semua agama itu punya ibadah yang harus dihormati. Di Bali misalnya, saat Nyepi, mau agama apapun, semua orang diminta menghormati Nyepi.

Tidak ada alasan: kebebasan, boleh dong saya hura2 saat Nyepi.

Saya tahu, silahkan saja jika kalian tetap punya tapi, tapi dan tapi. Saya hanya mengingatkan: sekali orang2 mulai terbiasa membalik2 logika, dalam urusan ini, hanya soal waktu, besok lusa akan ada yang bilang: adzan di masjid itu mengganggu.

Kemudian orang2 akan mengangguk, mengamini, benar juga ya, kenapa harus teriak2 sih adzannya?

Kenapa harus pakai speaker?
Kan bisa pakai SMS, miskol, dll. Itu pemeluk agama Islam kok bego banget, tidak tahu teknologi.
Saat itu terjadi, maka silahkan tanggung dosanya, wahai kalian, orang2 yang bangga sekali dengan logika hidupnya.

Bangga sekali dengan kepintarannya berdebat, kalian --mungkin tanpa menyadarinya-- telah memulai menggelindingkan bola salju agar orang2 lain mulai meninggalkan agamanya.

Terakhir, ada jutaan anak2 kami yang baru belajar puasa Ramadhan ini, saat mereka pulang sekolah TK, SD, saat mereka habis2an menahan haus dan lapar, maka jika kalian yang keblinger sekali pintarnya tidak bisa melihat mozaik besar Ramadhan, maka lihatlah anak2 ini, mereka sedang berusaha taat melaksanakan perintah agama--bahkan saat mereka belum tahu-menahu.

Hormatilah anak2 kami ini.
Jangan suruh mereka menghormati orang2 yang tidak berpuasa.

*Tere Liye
Penulis buku, "hafalan sholat delisa".

Malu Aku Menisbatkan Diri Kepada Salaf

Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf

Para salaf adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan generasi setelahnya

Karena amalku tidak seperti para salaf

Bahkan amalku kalah dengan orang awam dalam masalah agama

Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf

Ketika adzan berkumandang, aku malah santai dan terlambat shalat berjamaah

Padahal salaf ada yang 40 tahun selalu di shaf terdepan

Kudapati seorang bapak tua renta

yang kata ”salaf” saja mungkin ia tidak tahu, tetapi selalu datang sebelum adzan

Ternyata ahklakku kasar, meremehkan dan sombong, hanya baru mengenal dakwah

aku sering berdebat, terkadang mencaci dan sering menyalahkan orang lain

padahal salaf sangat mengutamakan lembut dan hikmah dalam berdakwah

karena dakwah mereka dicela dan dicaci, tetapi aku mengaku berdakwah tetapi malah mencela dan mencaci

ternyata orang awam yang mungkin tidak kenal kata “salaf”, akhlak mereka mulia dan disenangi orang manusai

Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf

Ketika ada amanah dan pekerjaan, aku tidak profesional dan melalaikan

Kuliahku berantakan padahal amanah orang tua

Pekerjaanku dikantor sering tidakberes

Padahal para salaf sangat menunaikan amanah dan menjunjung tinggi amanah

Orang awam saja sangat amanah dalam pekerjaan

dan mereka membuat tangis-bahagia orang tua di saat wisuda

Ketika ada amanah berdakwah, seolah-olah aku lari dan enggan mengurus dakwah

Aku enggan capek mengurus dakwah

aku ingin koar-koar tentang ilmu saja, mengomentari berbagai berita dan kejadian

Supaya orang tahu aku ini “berilmu”, padahal ilmu yang “prematur”

Padahal orang awam saja berlomba-lomba membangun dan mengurus masjid

Orang awam saja berlomba-lomba membantu urusan kaum muslimin

Sekarang aku malu dan akan berjanji

Tidak akan terlalu banyak mengkritisi, mengurusi dan mempertanyakan

“kamu bermanhaj salaf gak?” “si fulan itu salaf?”

Seharusnya mereka didoakan saja dan aku akan intropeksi diri

Karena amalku tidak sebagaimana para salaf

Semoga kaum muslimin mendapatkan hidayah terbaik dengan manhaj (metode beragama) sesuai dengan ajaran para Salaf


Amin yaa mujiibas saa-iliin

Perkenankanah wahai Engkau Yang Mengabulkan doa

@Markaz YPIA, Yogyakarta tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

http://muslimafiyah.com/malu-aku-menisbatkan-diri-kepada-salaf.html

Andai Ini Ramadan Terakhirku

🏡OASE DAKWAH
Senin, 8 Juni 2015

Andai Ini Ramadhan Terakhirku
Oleh: Umar Hidayat M. Ag

Buat sekujur jasad ini yang tak selamanya ada.
Buat lisan ini yang selamanya tak mampu bicara.
Buat jiwa ini yang tak selamanya bersemayam di dalam dada.

Ia bakal berlalu pergi tinggalkan kehidupan.
Hanya goresan nama yang tertera di sebuah nisan.
Dan semua tak akan kembali yang ada hanya sesal tak berkesudahan.
"Ya Rabb, beri aku waktu dan kesempatan sejenak saja.
Ya Rabb, aku takut seperti kata Sang Nabi: "Celakah! Celakalah orang yang bertemu dengan bulan Ramadhan namun dosanya masih belum diampuni Allah!" (HR Ath_Thabrani)

Andai ini Ramadhan terakhir...
Akan ku genapkan azzamku, betapapun rasa berat menghantuiku, dan rasa malas yang melenakanku.

Andai ini Ramadhan terakhir...
Aku ingin menempatkan diriku dalam nasihat Imam Syafi'i, "Kita adalah pemburu surga dan buronan neraka."
Sungguh menakjubkan jika masih bisa bersantai dalam perjalanannya menuju keinsyafan.

Andai ini Ramadhan terakhir...
Tentu shalatku akan ku pelihara, ku lakukan dengan penuh khusyu' lagi tawadhu'.
Malampun kan ku sibukkan dengan tarawih, qiyamullail, bertahajud, bertilawah, bersedekah, juga memperbaiki ukhuwah.

Andai ini Ramadhan terakhirku...
Berharap semua amal kan menjadi bekal terbaik untuk menghadap Nya.
Hingga raih kemudahan kala melakukan perjalanan menuju kehidupan yang baka.

Wallahu musta'an

Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/42/08/06/2015
oaseodoj@gmail.com

Jangan Tidur Setelah Sahur

-  Ketika tidur semua organ dalam tubuh akan melambat metabolisme nya, seperti usus dan lambung akan lambat dalam mencerna makanan,
-  Akibatnya makanan tidak tercerna dengan sempurna,
-  Makanan yg tidak tercerna dgn sempurna akan "dimakan" oleh bakteri buruk --> jumlah bakteri buruk di lambung & usus menjadi dominan, dimana sifat bakteri ini: anaerob (miskin oksigen), hasil metabolisme bakteri bersifat asam,
-  Bakteri akan menghasilkan zat asam nitrit yang bersifat SANGAT ASAM,
-  Asam nitrit akan meningkatkan derajat keasaman tubuh,
-  Derajat keasaman tubuh meningkat drastis akan membebani sistem metabolisme tubuh,
-  Asam nitrit SANGAT, SANGAT, SANGAT beracun untuk liver anda!
-  Liver akan bekerja keras melawan racun,
-  Sel darah putih akan gencar diproduksi untuk melawan bakteri jahat tadi....
-  Tubuh akan bekerja keras hanya utk menghilangkan racun,
-  Terjadi penumpukan gas racun amonia dalam tubuh anda akibat makanan yang tidak tercerna menjadi busuk dalam usus & lambung anda,

Semua ini terjadi hanya karena apa???
Hanya karena anda tidur segera setelah sahur....

Kesimpulan,
- Tidur setelah sahur akan berkontra-indikasi terhadap manfaat puasa yaitu  sehat
- Tidur setelah sahur merusak liver
- Membuat dominan bakteri jahat
- Menambah derajat PH keasaman tubuh, INGAT, jika PH tubuh anda <4 maka SEL KANKER AKAN MULAI TUMBUH,
- Keadaan tubuh menjadi an-aerob (miskin oksigen), SEL KANKER AKAN TUMBUH PESAT PADA SEL TUBUH YANG PALING ANAEROB

Rasulullah SAW tidak pernah tidur setelah sahur,
Usahakan lawan kantuk dengan bertadarus, mengaji, membaca buku, dll sekalian tambah ilmu &pahala.

Boleh tidur 1-2 jam setelah makan.

Salam Sehat!!!

Membasmi Generasi Home Service

Deassy Marlia Destiani > Preschool On Line

Apa itu generasi “HOME SERVICE?”
Generasi “HOME
SERVICE” adalah generasi yang selalu minta dilayani. Ini terjadi pada anak-anak yang hidupnya selalu dilayani oleh orangtuanya atau orang yang membantunya.

Mulai dari lahir mereka sudah diurus oleh pembantu, atau yang punya kekayaan berlebih diasuh oleh Babysitter yang 24 jam siap disamping sang anak. Kemana-mana anak diikuti oleh babysitter. Bahkan sampai umur 9 tahun saja ada Babysitter yang masih mengurus keperluan si anak karena orangtuanya sibuk bekerja. Anak tidak dibiarkan mencari solusi sendiri.

Contoh kecil saja, membuka bungus permen yang akan dimakan anak. Karena terbiasa ada babysitter atau ART, anak
dengan mudahnya menyuruh mereka membukakan
bungkusnya. Tidak mau bersusah payah berusaha lebih dulu atau mencari gunting misalnya.

Contoh lain memakai kaus kaki dan sepatu. Karena tak sabar melihat anak mencoba memakai sepatunya sendiri maka orang dewasa yang di sekitarnya buru-buku memakaikan kepada anak.

Saat anak sudah bisa makan sendiri, orangtua juga seringkali masih menyuapi karena berpikir jika tidak
disuapi makannya akan lama dan malah tidak dimakan.
Padahal jika anak dibiarkan tidak makan, maka anak tidak akan pernah merasa apa namanya lapar. Dan saat lapar datang seorang anak secara otomatis akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Bagaimana dia akan belajar makan sendiri jika dia tidak pernah merasakan apa itu namanya lapar?
Bagaimana dia akan belajar membuat minuman sendiri jika dengan hanya memanggil ART atau babysitter atau orangtuanya saja minuman itu akan datang sendiri kepadanya.

Saya mengutip perkataan seorang Psikolog dari Stanford
University, Carol Dweck, beliau menulis temuan dari
eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success,
, “Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-
anaknya adalah tantangan”. Tapi beranikah semua orangtua memberikan hadiah itu pada anak?

Faktanya saat ini banyak
orangtua yang ingin segera menyelesaikan dan mengambil alih masalah anak, bukan memberikan tantangan.
Saat anak bertengkar dengan temannya karena berebut mainan, orangtua malah memarahi teman anaknya itu dan membela sang anak.

Ada pula yang langsung membawanya pulang dan
bilang, ”udah nanti Ibu belikan mainan seperti itu yang lebih bagus dari yang punya temanmu..gak usah nangis”.

Padahal Ibu tersebut bisa mengatakan, “Oh kamu ingin
mainan seperti yang punya temanmu ya? Gak usah
merebutnya sayang… kita nabung dulu ya nanti kalau uangnya sudah cukup kita akan sama-sama ke toko mainan membeli mainan yang seperti itu”.

Kira-kira bagaimana jika Ibu
mengatakan demikian? Ada tantangan yang diberikan pada anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan maka dia harus berusaha untuk menabung dulu. Tidak lantas mengambil alih bahwa everything oke… ada Ibu dan ayah disini yang akan mengatasi segala masalahmu nak.

Dalam keseharian Generasi “HOME SERVICE “ semua
pekerjaan rumah tangga tak pernah melibatkan anak. Saat anak membuat kamarnya berantakan langsung memanggil asisten untuk segera merapihkan kembali.
Anak menumpahkan air di lantai, di lap sendiri oleh Ibunya.
Anak membuang sampah sembarangan, dibiarkan saja menunggu ART menyapu nanti.
Dalam hal belajar saat anak sulit belajar, orangtua telpon guru les untuk privat di rumah.
Dalam hal beersosialisasi saat anaknya nabrak orang sampai mati di jalan karena harusnya belum punya SIM malah sudah bawa kendaraan sendiri. Orangtuanya langsung menyuap polisi agar anaknya tidak diperkarakan dan dipenjarakan. Beres kan…

hidup ini tidak susah nak… selama orangtuamu ada di
sampingmu.
Iya kalau orangtuanya kaya terus...…iya kalau orangtuanyahidup terus… semua kan tak pernah bisa kita duga.
Generasi inilah yang nantinya akan melahirkan orang dewasa yang tidak bertanggungjawab.
Badannya dewasa tapi pikirannya selalu anak-anak, karena tak pernah bisa memutuskan sesuatu yang terbaik. buat dirinya

Sahabat Nabi Ali Bin ABi Thalib RA sudah memberikan
panduan dalam mendidik anak : “Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pada tujuh tahun kedua dan bersahabatlah pada anak usia tujuh tahun ketiga.”

Jadi anak umur 7 tahun ke bawah memang dididik sambil bermain.
Berikan tanggungjawab pada mereka meski masih harus didampingi seperti misalnya mandi sendiri, membereskan mainan, makan sendiri, membuang sampah dll.

Untuk anak usia 7 sd 14 tahun mulailah mendisiplinkannya.
Misalnya menyuruhnya shalat tepat waktu, belajar berpuasa, mengerjakan PR sepulang sekolah, menyiapkan buku untuk
esok pagi, membantu mencuci piring yang kotor, menyapu halaman rumah dll. Apabila anak umur 7 sd 14 tahun itu tidak melakukan kewajibannya maka perlu diingatkan agar dia menjadi terbiasa dan disiplin.

Untuk anak usia 14 sd 21 tahun maka orangtua harusnya bisa bersikap sebagai sahabat atau teman akrab. Orang tua perlu
menolong anak untuk belajar bagaimana menggunakan
waktunya, dan mengajari anak tentang skala prioritas. Dalam hal ini terkadang orangtua sering merasa kasihan. Karena semakin besar usia anak, maka semakin sibuk dia dengan
kegiatan akademiknya.
Anak ikut les ini dan itu, kegiatan ekstrakulikuler yang menyita waktu, kerja kelompok dll.
Merasa anaknya tidak punya waktu, lalu orang tua,
membebaskan anak dari pekerjaan rumah tangga. Padahal skill yang terpenting dalam kehidupan itu bukan hanya darisisi akademik saja tapi bagaimana dia menghadapi rutinitas
yang ada dengan segala keterbatasan waktunya.

Anda yang sudah menjadi orangtua pasti merasakan
bagaimana seorang Ibu harus membagi waktunya yang hanya 24 jam itu untuk bisa mengelola sebuah rumah tangga. Pekerjaan yang tiada habisnya. Pekerjaan mencuci baju, menyetrika, membereskan rumah mungkin bisa minta orang
lain melakukannya. Memasak juga bisa membeli yang sudah jadi, tapi jam mengasuh anak tidak ada habisnya bukan?
Apalagi jika di rumah tidak ada asisten karena sekarang ART semakin langka, jika pun ada gajinya minta selangit. Belum lagi banyak ketidakcocokkan. Udah bayar mahal, ngeyel, minta banyak libur, gak rapih juga kerjanya.

Bikin emosi jiwa
saja ya ? He..he…he…
Karena itu sebelum anda menjadi depresi sendirian, maka libatkanlah anak anak dalam pekerjaan rumah tangga.

Saya pernah membaca sebuah artikel yang meliput tentang sebuah keluarga di Indonesia yang punya 11 anak tanpa ART dan sering traveling ke luar negeri. Manajemen keluarganya TOP
banget deh, dan kuncinya mereka melibatkan semua anaknya untuk ambil bagian dalam berbagai pekerjaan rumah tangga.
Ada yang bertugas sebagai koki, menyetrika, mencuci,
mengepel dll. Kompak banget deh. Asyik kan bisa
memberdayakan sebuah keluarga seperti itu. Tidak ada yang meminta dilayani. Semua punya tugas dan tanggungjawab sendiri-sendiri.
Saya yakin ke 11 anak mereka kelak akan menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab, sukses danmandiri.

Oh ya selain melibatkan anak-anak , faktor terpenting dalam meniadakan GENERASI “HOME SERVICE “ adalah peran ayah dalam mengerjakan perkerjaan rumah tangga.
Di Indonesia masih banyak suami yang tidak mau terlibat dalam pekerjaan
rumah tangga. Seakan-akan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyetrika, mengepel dll itu adalah aib buat seorang suami.
Padahal menurut hasil penelitian, keikutsertaan para suami atau ayah dalam pekerjaan rumah tangga, berpengaruh positif terhadap keutuhan dankeharmonisan keluarga loh.
Berbagi pekerjaan dalam rumah tangga antara suami dan istri tidaklah perlu dibuat
jobdesknya secara tertulis, tetapi buatlah semuanya sesuai dengan kesempatan yang mereka punya. Karena jika dibuat jobdesk bisa membuat pertengkaran apabila salah satu ada
yang abai menyelesaikan pekerjaannya dan yang lain tidak mau mengerjakan karena merasa itu bukan tugasnya.

Ayah yang menjadi contoh mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga akan menjadi teladan langsung bagi anak laki-lakinya
bahwa pekerjaan rumah tangga itu tak mengapa dilakukan seorang laki-laki.
Peran serta ayah dalam membantu pekerjaan rumah tangga ternyata berdampak positif pada hubungan antara anak dengan ayahnya. Rata-rata ayah yang terbiasa melakukan perkerjaan rumah tangga terbukti sangat dekat dengan anaknya. Jika antara ayah dan anak sudah dekat maka hubungan suami dan istri pun akan semakin harmonis.

Pengalaman pribadi nih, suami saya suka sekali membacakan buku buat anak kami sebelum tidur. Itu membuat kedekatan
emosi diantara keduanya terjalin sangat dalam. Anak saya tak pernah berhenti memuja ayahnya. Ternyata hal itu membuat saya makin mencintai suami karena dia memang sosok yang baik, apalagi dia juga memang tidak segan membantu pekerjaan rumah tanpa saya memintanya.

Buat saya, suami yang mau melakukan pekerjaan rumah tangga itu lebih macho dan ganteng dari actor sekaliber Brad Pitt atau Jason Stanham dari Holywood. Betul gak??

Jadi sudah siapkah keluarga anda meniadakan GENERASI
“HOME SERVICE?”
Yuk kita sama sama mulai dari sekarang demi kebaikan dan masa depan anak-anak kelak.

[Deassy M Destiani]

Tips Menyusui Selama Puasa

Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim, termasuk juga ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu dan membayar fidyah. Pada saat Ramadhan, kita rata - rata berpuasa 14 jam, dan tubuh masih dapat mengkompensasi kekurangan saat berpuasa tersebut pada saat berbuka sampai dengan waktu sahur.

Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASI nya tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh. Begitu ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga ibu tidak akan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktifitas serta mempertahankan kesehatan tubuhnya. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang menderita kurang gizi berat, sebab tidak ada lagi cadangan zat gizi yang dapat memasok kebutuhan produksi ASI yang lengkap.

Namun, sangat dianjurkan pada para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk menunda berpuasa atau tidak berpuasa. Agama Islam pun memberi keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap

Bila memutuskan untuk menjalankan puasa Ramadhan, mungkin tips berikut dapat bermanfaat:

Asupan menu dengan gizi seimbang
Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.

Perbanyak konsumsi cairan
mulai dari berbuka hingga sahur. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, air madu dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

Istirahat yang cukup
Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Tetap tenang dan percaya diri
Ibu hendaknya tetap tenang beribadah dan percaya diri terus menyusui, jangan merasa khawatir ASInya akan berkurang, sebab rasa cemas tersebut justru akan menghalangi kerja hormon Oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara, sehingga akan nampak seolah-olah ASI ibu berkurang. Ingatlah bahwa menyusui pun juga ibadah.

Meminum madu, kurma dan habbtussauda
Dengan meminum madu, kurma dan habbatussauda, diharapkan kuantitas dan kualitas ASI tetap terjaga, karena madu, kurma dan habbatussauda merupakan vitamin alami dan komposisinya lengkap.

Ibu bekerja
Jika ibu bekerja, sebaiknya tetap memerah ASI di tempat kerja, karena jika ASI tidak dikeluarkan maka produksi ASI akan menurun.   Bila ibu memiliki aktifitas yang cukup tinggi selama Ramadhan, mungkin perlu dipertimbangkan untuk tidak berpuasa bila si kecil masih menyusu, sebab dalam agama Islam pun ada keringanan bagi ibu yang menyusui.

Eramuslim.com