Wednesday, June 15, 2016

Zaman Dulu dan Sekarang

#copas

Zaman dahulu, orang sulit mencari ilmu tapi mudah mengamalkannya. Zaman sekarang, orang mudah mencari ilmu tapi sulit mengamalkannya.

Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.

Dahulu, butuh peras keringat dan banting tulang untuk mendapatkan ilmu. Sekarang, cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan snack.

Dahulu, ilmu disimpan di dalam hati, selama hati masih normal, ilmu tetap terjaga. Sekarang, ilmu disimpan di dalam memori gadget, kalau baterai habis, ilmu tertinggal. Kalau gadget rusak, hilanglah ilmu.

Dahulu, harus duduk berjam-jam di hadapan guru penuh rasa hormat dan sopan, maka ilmu merasuk bersama keberkahan. Sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil tidur-tiduran, maka ilmu merasuk bersama kemalasan.

Imam Malik Rahimahullohu mengatakan, "Tidak akan menjadi baik umat belakangan ini kecuali apabila diperbaiki dengan cara orang-orang terdahulu."

Tuesday, June 14, 2016

Mengalah

Sarra Risman

Beberapa hari sebelum saya menikah, lebih dari 10 tahun silam, ayah saya mengajak saya duduk dan berbicara. Katanya,  "Nak,  ada 1 kata, dari banyak kata, yang menurut ayah menjadi kunci untuk bisa menyelamatkan sebuah perkawinan agar bisa melampaui banyak ujian, bisa menjauhkan perceraian, membuatnya bisa bertahan sampai nafas tidak lagi di badan, yaitu: NGALAH"

Ngalah..kata yang kita sudah hafal benar dari kecil, apalagi kalau kita punya adik. 

Ngalah..kata yang gampang di sebut, tapi setengah mati di kerjakan

Ngalah..itu menahan lidah, tangan, membuat kita mengelus dada sampe bolong, atas perilaku orang lain yang terkadang nggak masuk akal kita.

Ngalah ..ternyata benar2 menyelamatkan saya dari perdebatan2 panjang, bukan hanya dengan suami sy, tapi dengan smua orang ternyata.

Semua? Iya.

Karena kita kudu ngalah sama suami demi anak-anak dan rumah tangga

Karena kita kudu ngalah sama yang lebih tua karena mereka lebih tau, dan kepada yang lebih muda karena mereka kurang tau

Karena kita kudu ngalah sama yang orang yang nggak suka dengan apa yang kita katakan, tulis, sampaikan, dan mengira mereka lebih paham dalam ketidakpahamannya

Karena kita kudu ngalah sama anak, yang keukeuh bahwa apel itu warna oranye karena mereka baru belajar warna atau bahwa gambar keledai itu di bilang kuda.

Ngalah..kata orang jawa adalah ketrampilan yang hanya bisa di kuasai oleh orang yang tidak gila

Tapi mengalah, bagi saya tidak sesuai dengan potongan katanya. ngalah dari kata meng-kalah (kan diri) tidak bermakna kurang, tapi justru lebih dari lawan bicara. Karena mengalah menandakan kita lebih dewasa, lebih tahu, lebih sabar dan lebih berbesar jiwa.

Ngalah berarti kita lebih bisa menahan tangan untuk tidak menulis dan lidah untuk tidak balas berkata.

Karena saya setuju sama Ali bin Abi Thalib, bahwa‘terkadang diam adalah balasan yang paling sempurna”.

#sarrarisman

Harga Naik Jangan Panik

HARGA NAIK, JANGAN PANIK
*ONE DAY ONE HADITH*

Dari Jabir bin Abdillah RA, Nabi SAW bersabda :
أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rizkinya, karena itu, jangan kalian merasa rizki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.” [HR. Hakim dalam Al-Mustadrak ]

_Catatan Alvers_

Harga kebutuhan meroket di saat masyarakat menjalankan ibadah puasa saat ini. Harga minyak goreng, ayam, telur, beras dan sembako lainnya naik padahal pasokan di pasar sebenarnya mencukupi menurut keterangan Mentri pertanian (mentan). “Ini adalah anomali”, tegas mentan. Namun anehnya anomali ini terjadi setiap tahun seakan-akan menjadi “ritual” tahunan yang menguji kesabaran orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Harga-harga naik, Ya memang demikian kenyataannya namun janganlah anda panik sebab rezeki kita sudah ditaqdirkan oleh Allah untuk kita. Kenaikan harga tidaklah mengurangi rezeki kita yang telah ditetapkan oleh Nya sebagaimana hadits di atas.

Harga naik, janganlah panik sebab hal ini bukanlah terjadi pertama kali karena kenaikan harga pernah juga terjadi di zaman Nabi SAW.  Di zaman sahabat pernah terjadi kenaikan harga. Mereka pun mendatangi Nabi SAW dan Mereka mengatakan,
يا رسول الله غلا السعر فسعر لنا
“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang.”
Nabi SAW  menjawab,
إن الله هو المسعر القابض الباسط الرازق وإني لآرجو أن ألقى الله وليس أحد منكم يطلبني بمظلمة في دم أو مال
“Sesungguhnya Allah-lah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” [HR. Ahmad]

Rasul SAW saat itu berada pada posisi dilematis, jika Rasul menurunkan harga maka tentu petani merugi namun jika harga dinaikkan maka konsumen yang merugi. Rasul tidak ingin mendzalimi salah satunya, Maka beliau berkata “Allah-lah sang penentu harga”. Maka biarlah harga naik, karena segala sesuatu yang terjadi pastilah ada hikmahnya. Boleh jadi dengan kenaikan harga maka kita tidak lagi berprilaku boros dan menghambur-hamburkan harta. Yakinlah bahwa Rizki telah ditakar oleh Allah sesuai dengan kebaikan kita. ALLAH SWT berfirman :
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” [QS. As-Syura: 27]

Manjelaskan ayat ini, Ibnu Katsir mengatakan:
أي: ولكن يرزقهم من الرزق ما يختاره مما فيه صلاحهم، وهو أعلم بذلك فيغني من يستحق الغنى، ويفقر من يستحق الفقر.
“Maksud ayat, Allah memberi rezeki mereka sesuai dengan apa yang Allah pilihkan, yang mengandung maslahat bagi mereka. Dan Allah Maha Tahu akan hal itu, sehingga Allah memberikan kekayaan kepada orang yang layak untuk kaya, dan Allah menjadikan miskin sebagian orang yang layak untuk miskin.” [Tafsir Al-quran al-Adzim]

Naiknya harga janganlah membuat putus asa, Yakinlah Allah lebih tahu akan hal yang terbaik buta kita semua. Bukankah Allah telah mengingatkan kita semua dengan firmanNya:
 وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ 
“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” [QS. Al-Baqarah:216] Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk bisa menyadari bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik di sisi Dzat yang maha mengetahui.

Monday, June 13, 2016

عبارة جميلة للدكتور عايض القرني (٢)





ﺭﺟﻞ ﻳﻌﻤﻞ ﻋﺎﻣﻞ ﻧظافة في ﻣﻜﺎﻥ ﺑﻴع ﺍﻟﺤﻠﻮى ﻭﻳﻈﻦ أﻃﻔﺎﻟﻪ أﻧﻪ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﻤﻜﺎﻥ
ﻓﻴﻄﻠﺒﻮﻥ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ ﻭﺭﺍﺗﺒﻪ ﻻ ﻳﻜﻔﻲ !!
ﻋﺮﻓﺘﻢ ما ﻣﺪى ﺍلأﻟﻢ ؟

رجل يعمل سائق حافلة ليوصل الأطفال إلى المدارس وهو عقيم يحلم بطفل !!
عرفتم ما مدى الألم ؟

ﻳﺸﺎﻫﺪﻭﻥ أﻣﻬﻢ ﻭﻫﻲ ﻋﻠﻰ ﻓﺮﺍﺵ
ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻭﻻ ﻳﻤﻠﻜﻮﻥ ﺛﻤﻦ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ !!
ﻋﺮﻓﺘﻢ ﻣﺎ ﻣﺪﻯ الأﻟﻢ؟

ﺇﺫاً ﻋﺮﻓﺘﻢ ﻛﻴﻒ ﻳﻜﻮﻥ ﺍلأﻟﻢ !!
فالحمد ﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ نعمه الكثيرة
ﻓﻬﻨﺎﻙ ﻣﻦ ﻳﻌﻴﺸﻮﻥ ﺟﺴﺪآ ﺑﻼ ﺭﻭﺡ

فابتسامة الفم لا تعني إبتسامة [ القلب ]
ونباح الكلب لا يعني القوة بل [ الخوف ]
والغضب أوله جنون وأخره [ ندم ]
واللسان ليس له عظام لكنه يقتل [ أمم ]
والحياه ما هي إلا قصة قصيرة !!
( من تراب . على تراب . إلى تراب )
( ثم حساب . فثواب . أو عقاب )

فعش حياتك لله - تكن أسعد خلق ﷲ


أجب على الأسئلة التالية بنعم أو لا:

1- هل لديك بيت يؤويك ومكان تنام فيه وطعام تأكله..؟

إذا أجبت بنعم فأنت أغنى من 75% من سكان العالم.

2- هل لديك مال في جيبك وتوفر منه شيئا للشدة..؟

إذا أجبت بنعم فأنت واحد ممن يشكلون 8% من أغنياء العالم.

3- هل تشعر بالصحة والعافية اليوم..؟

إذا أجبت بنعم فأنت أفضل من مليون إنسان في العالم لن يعيشوا لأكثر من أسبوع بسبب مرضهم.

4- هل عشت الحروب أو ذقت طعم السجن أو لوعة التعذيب..؟

إذا أجبت بلا فأنت أفضل من 500 مليون إنسان على سطح الأرض.

5-هل تستطيع الصلاة دون خوف من الاعتقال أو التعذيب أو السجن..؟

إذا أجبت بنعم فأنت في نعمة لا يعرفها 3 مليارات من البشر.

6- هل أحد أبويك على قيد الحياة ..؟

إذا أجبت بنعم فأنت 
أسعد من 70% من البشر...

7-  هل بامكانك أن تبتسم الآن وتقول الحمد لله..؟

إذا أجبت بنعم على السؤال السابع فأنت في نعمة يستطيعها الكثيرون ولكن لا يفعلون.

8- هل استطعت ان تقرأ هذه الاسئلة ؟

اذااجبت بنعم فأنت أفضل من مليارين من البشر لايستطيعون القراءة

فهنيئا لك بهذه الحياة ..

ألحمدلله على نعمه التي لا تعد ولا تحصى :)
تسعة أمور تفيدك في حياتك اليومية: -

1/ تريد السعادهدة        = صل الصلاة في وقتها
2/ تريد نور الوجة    = عليك بقيام الليل
3/ تريد الإسترخاء    = عليك بترتيل القرآن
4/ تريد الصحة        = عليك بالصيام
5/ تريد الفرج          = لازم الإستغفار
6/ تريد زوال الهم     = لازم الدعاء
7/ تريد زوال الشدة  = قل لاحول ولا قوة إلا بالله
8/ تريد البركة         = صل على النبي
9/ تريد حسنات بدون تعب = لاتحتفظ بها بل أرسلها واحتسبها صدقه جارية لك ولوالديك💚

عبارة جميلة للدكتور عايض القرني

عبارة جمیلة للدكتور عایض القرني                   

نحن لا نملك تغییر الماضي
و لا رسم المستقبل .. 
فلماذا نقتل انفسنا حسرة
على شيئ لا نستطیع تغییره؟ 

الحیاه قصیرة وأهـدافها كثيرة
فانظر الى السحاب  و لا تنظر الى التراب
اذا ضاقت بك الدروب 
فعلیك بعلام الغیوب 
و قل الحمدلله على كل شيئ 

 سفينة (تايتنك) بناها أفضل خبراء السُفُن 
وسفينة ( نــوح ) بُنيت من دون أي خبرة 
الأولى غرقت والثانية حملت البشــرية 
التوفيق من الله سبحانه وتعالى 

نحن لسنا السكان الأصليين 
لهذا الكوكب الأرض !! 
بل نحن ننتمي إلى ( الجنّة ) 
حيث كان أبـونا آدم يسكن في البداية 
لكننا نزلنا هنا مؤقتاً  
لكي نؤدّي اختبارآ قصيرآ
ثم نرجع بسرعة ..  
فحاول أن تعمل ما بوسعك 
للحاق بقافلة الصالحين 
التي ستعود إلى 
وطننا الجميل الواسع 
ولاتضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير 


 الفراق: ليَس السفِر،  
ولا فراق الحب، 
حتىّ الموت ليس فراقاآ، 
سنجتمَع في الآخرة

الفراق هو: 
أن يكون أحدنا في الجنة، 
والآخر في النار 
❤جعلني ربي وإياكمَ من سكان جنته

Sunday, June 12, 2016

Ketika Ibu Dominan terhadap Anak

Kiki Barkiah

Pernah ada pihak yang memberikan pandangan negatif kepada saya karena menganggap saya sangat dominan terhadap anak anak saya. Ya saya memang sangat dominan karena saya menyadari bahwa banyak fenomena kenakalan remaja yang pada awalnya disebabkan karena kegagalan dalam membbentuk lingkungan sosial dalam keluarga. Saat kelak anak beranjak dewasa, anak memiliki kebutuhan dalam membangun hubungan peer group/teman sepermainan. Perilaku anak anak akan sangat dipengaruhi oleh teman-teman mereka atau lingkungannya. Bagaimana cara mereka menghabiskan waktu, bagaimana cara mereka menggunakan uang saku, bagaimana cara mereka menggunakan teknologi, bagaimana mereka membangun konsep diri, bahkan termasuk bagaimana mereka berperilaku seksual akan sangat dipengaruhi oleh pihak  yang paling dominan memiliki pengaruh dalam dirinya. Semakin sedikit cinta dan kasih sayang yang kita berikan semakin sedikit pengaruh yang dapat kita berikan. Jika pengaruh orang tua lebih sedikit maka akan ada pengaruh lain yang mempengaruhinya. 

Akan ada masa anak dapat menentukan pilihan hidup mereka sendiri setelah menggabungkan, menganalisis, membandingkan dan mengolah semua informasi yang mereka terima sejak kecil. Maka adalah pilihan saya untuk menjadi seorang ibu yang sangat dominan mengajarkan nilai nilai kebaikan dan memberi informasi yang benar kepada anak anak saat mereka kecil. Ketika mereka mencapai kematangan berfikir kita hanya bertugas untuk mendampingi pilihanpilihan kebaikan mereka. Jika kita sebagai ortu sampai tidak memiliki pengaruh, siapa yang bisa memastikan bahwa pihak lain yang memberikan pengaruh lebih banyak kepada anak anak kita akan mengantarkan mereka kepada kebaikan.

Anak Anti Nasi

Sarra Risman 

Qadarullah, anak kedua saya bule. Bukan karena rambutnya pirang atau matanya biru, tapi karena dia bukanlah pemakan nasi seperti manusia indonesia pada umumnya. Dari mulai awal MPASI, kalo di kasih nasi, dalam bentuk apapun (bubur, apalagi normal) langsung di lepeh atau dimuntahkan. Uniknya anak ini tau bangeett itu nasi, mau di umpetin kayak apa juga, gak ngaruh. Nah karena nggak makan nasi ini, asupan makanan lainnya jadi sgt berkurang jauh.

Seperti biasa.. kalau menemukan anak Indonesia yang tidak mau makan nasi, sekeluarga besar langsung panic gak karuan. What’s wrong???? Kok kakaknya pemakan segala (baca: nasi dengan semangkuk tumis kangkung aja hepi), adiknya kok bisa bule beginih? Apa karena kulitnya agak putihan dikit, lantas selera lidahnya menyesuaikan diri? Nggak mungkin kan. Secara emaknya aja putih.. tetep makan nasi kok.. (#eaaa)

Neneknya, karena nggak pernah punya cucu bule sebelumnya, dan punya hobi masak yang luar biasa, mulai memutar otaknya dan membuat makanan dari yang umum sampai yang sy nggak pernah dengar di telinga: bola-bola nasi abon goreng tabur mesis. Maklum, namanya juga orang panik. Cucunya? gak mau juga. boro2 abis dua, masuk segigit juga nggak..

Setelah neneknya kehilangan ide untuk memasak makanan yang mengandung nasi dengan harapan cucu bule ini akan finally makan nasi, mulai deh emaknya di dorong2 untuk ke dokter. Karena anaknya tidak ‘normal’ spt manusia Indonesia lainnya, maka dia di anggap ‘sakit’. Dan orang sakit, kudu ke dokter dong. Karena masalahnya di seputar makanan.. jadi kita ke dokter dengan subspesialisasi terdekat dengan makanan… pencernaan. 

Saya menyambangi 2 dokter anak spesialis pencernaan paling terkemuka di 2 rumah sakit besar yang berbeda di Jakarta. Dokter 1 kasih some kind of puyer yang magical, walaupun nggak bisa membuat kaizan makan nasi, tapi ya lumayan, nambah selera makannya. Dokternya bilang kalau sudah habis, balik, di ksh puyer sesi 2. Dan puyer sesi 2 gagal. Kaizan balik ke nggak mau makan dan tetep nggak mau makan nasi. Memperpendek cerita, prosesi dokter 2 persis sama dengan dokter 1. Persis.. sis…sis. Mana kalau dokter se’kaliber’ itu nunggu antriannyaaa…. Udh kyk di padang mahsyar rasanya #soktau. Diagnosa akhirnya sama: “anak ibu bule. Kebetulan saja ibunya bukan. Tmn saya nggak makan nasi sampe sekarang, idup juga, jadi dokter juga. Jadi don’t worry” 

Lantas apakah neneknya merasa itu jawaban yang cukup? Tentu tidak. Kita akhirnya menyepakati ke SATU dokter lg, untuk nyari THIRD opinion. Akhirnya saya ke dokter ‘favorit’ sy. Dokter ini sy temui kalau ‘all else fails’. Ketika saya bawa kaizan ke dokter ini, dia tanya.. mau imunisasi bu? Sy blg nggak. Dia cek lg medical recordnya, berat badannya mungkin relative kurus tapi nggak lah tinggal tulang, tinggi badan oke, suhu normal. "Jadi anak ibu kenapa", tanya nya?
Saya bilang, “dia nggak mau makan nasi dok. Sama skali. Dan kalau makan sedikit banget. Kenapa ya dok. Saya takut anak saya kurang gizi.”

Dokter itu melihat saya dengan pandangan “seriously??” (jika di translate ke bahasa alay jadi “Ciyus lo?”) .Setelah dia diam beberapa saat, dia mulai paragraph panjang yang sampai sekarang tidak akan saya lupakan (tentunya penjelasan di bawah nggak akan plek2 perkata, karena selain kejadiannya udah lama bgt, itu dokter lulusan luar kayaknya, jadi bahasanya setengah ng-inggris gitu, jadi kalau translationnya beda2 dikit, maklumi saja lah ya..):

“Bu., anak tidak mau makan disebabkan oleh DUA hal. 
1. Dia emang bukan pemakan. Ada orang yang hidup untuk makan. Ada yang makan untuk hidup. Tipe pertama akan menghabiskan banyak waktu, uang dan tenaga untuk memanjakan lidah dan perut mereka. Karena mereka SUKA makan. Tipe kedua tau kalau mereka nggak makan, mereka mati. Jadi ya… terpaksa makan. Ibu umurnya berapa? Katakan 30. Emang semuaaaa orang yang usianya 30 seperti ibu? memiliki selera makan seperti ibu? Memiliki badan sebesar ibu? Nggak kan. Ada yang lbh kurus dan ada yang lbh gemuk. kenapa anak ibu harus sama dengan semua anak 2th lainnya? Mungkin he’s simply not an eater aja. 
(dlm hati sy.. eh.. ini ayahnya kaizan banget. Kalau saya mah hidup untuk makan.. tapi ayahnya makan murni untuk hidup doang. Makanya kyknya badan kami kayaknya sesuai ukuran lambung masing2. Huks.) 

Alasan ke:

2. Adalah karena IBUNYA MAKSAIN DIA MAKAN MULU!!!. Setiap jam di tawarin makan. Kadang setiap setengah jam, panik nggak karuan. Belum susunya seabrek2. Trus cemilan. dibikinin A nggak mau. Trs bikin B deh, tawarin lagi. Di sogok, di rayu, di paksa. Bayangin deh bu nggak enaknya. Coba ibu digituin, di tawarin untuk makaaaaaaaaaannn mulu. Kadang udah nggak 3x sehari lg.. hampir setiap waktu! Lagian sy nggak ngerti kenapa harus 3x sehari. Orang jam lapernya kan beda2. Saya laper sekarang masa saya paksa ibu untuk laper sekarang juga? gak masuk akal
(dalam hati saya.. eh.. ini mah guwe banget. Maksa2 ga karuan. maapin mama ya Kai)

“Ibu tau kenapa para ibu begitu ke anaknya?” lanjut dokternya

Karena mindset nya mindset kuno! mereka membesarkan anak mereka dengan cara mereka di besarkan: Harus 4 sehat 5 sempurna . padahal kita sudah nggak pake itu lagi. Dan alasan yang paling besar kenapa para ibu suka maksa anaknya makan adalah PARA IBU DI TEKAN OLEH SEKELILINGNYA, ya ibunya (nenek si anak itu), iparnya, tetangga, suami, untuk memastikan anaknya sehat, lucu dan gendut. Padahal gendut itu justru nggak sehat. Anaknya sedikit susah makan, neneknya mulai deh nyindir, belum tantenya yang endlessly ngebandingin sama anaknya yang seusia, ugghh..

Jadi anak ibu Sehat. Cukup. Ibu tau nggak anak segini kalau seharian cuma makan bbrp sendok alpukat saja itu gak papa. Ibu tau, di alpukat itu ada banyak sekali gizi yang memadai untuk energy anak sehari. So don’t be too worry lah.
(dalam hati saya… rasanya pengen punya buraq dan seketika bawa mama saya ke ruang dokter itu biar beliau dengar sendiri)

Hari itu saya pulang dengan amunisi dan penjelasan menyenangkan yang bisa di terima logika saya.. dan untuk sekitar saya pula yang.. suka sekali menawarkan anak saya untuk makan.. setiap waktu. 

Anak di bawah 7 nggak akan mogok makan berhari-hari. Dia PASTI makan. Kalau dia bisa nggak makan SAMA SEKALI selama 12 jam, sudah bisa ikut puasa ramadhan dong. Jadi mereka pasti makan. Masalahnya terletak di DIA MAKAN HAL2 YANG IBU TIDAK ANGGAP ITU MAKANAN. karena emaknya org endonesah, jd kl anaknya blm makan nasi ama lauk di hitungnya belum makan mulu kalo cuma makan bolu, donat, roti, susu dan cuil2 tempe. Padahal di bolu itu sudah ada tepung (karbo), telur (protein). Betul, bentuknya tidak seperti nasi yang ibu konsumsi, tapi kalau ibu bukan bule, masa anaknya nggak blh jadi bule juga? Kalau anak kita idungnya nggak mirip kita. Atau matanya.. apa kita paksa? Nah, sama aja. Kalau selera makannya berbeda, kenapa juga kudu di paksa sama?

Jadi si bule saya sekarang saya biarkan jadi ‘bule’. Pagi makan pukis, sereal atau roti. Siang kadang jagung pake susu dan keju atau tahu bakso, tempe, ayam, jamur or whatever yang ada dikulkas dan di atas meja. Malam kentang goreng, keripik singkong, martabak keju, roti canai pake dan mentega. Karena agak susah masuk sayurnya, jadi dia ganti sama buah. Dia super frutarian. Semua buah dia lahap dengan cepat dan sukacita. 1 melon kadang gak sampe 2 hari bisa bertahan di rumah. Kebayang kan budget saya untuk buah2an sebulannya, untung neneknya sekarang, setelah memahami bahwa cucunya satu ini bule, hobi sedekah buah utk kita. Hahahaha..

Selama dia cerdas, tumbuh, dan berat badannya .. yaa.. cukuplah, untuk saya kebahagiaan yang dia rasa untuk makan apa yang dia suka dan tidak membahayakan dirinya lebih penting dari apa yang masuk setiap saatnya. Toh kalau dia lapar, dia akan cari makan. Kalau makanan yang dia makan krg bergizi, itu murni salah saya memfasilitasi. Karena kalau barangnya nggak ada, nggak mungkin kan dia bisa konsumsi. 

So saya menularkan ilmu dokter tersebut ke semua ibu yang stress berat di tekan dari segala penjuru hanya karena anaknya kurang makan. Selama anak ibu sehat, ceria, aktif dan tumbuh sesuai porsinya, kurang2 dikit dari KMS, don’t worry too much lah. Kan kata hadistnya “Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Kalau toh dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (H.R. Turmudzi, Ibnu Majah, dan Muslim). dan sunnatullah, gk pernah salah kan ya?

Jadi berhentilah. Berhenti menawarkan, merayu apalagi menyuapi. Berhenti membiarkan diri di tekan oleh orang2 yang bahkan tidak melahirkan anak ibu. Dan jika anda adalah suami, nenek, tante dari anak yang berbadan kurus.. berhenti juga. Berhenti menekan ibu anak itu untuk terus menyuapi anaknya. Kasian. Kasian ibunya.. apalagi anaknya. Tanpa anda tekan, ibu itu sudah cukup khawatir sama kekurusan dan selera makan anaknya. Tanpa anda tekan, dia sudah berjuang sepenuh jiwa raga agar anak itu tetap makan, sehat dan bahagia. Apa anda pikir ibu itu tidak berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya? Tanpa anda tekan, ibu itu pasti kasih makan anaknya, dan anaknya pasti akan minta makan ketika lapar. Wong bayi baru lahir saja sudah tau harus menangis jika perut terasa harus diisi. Apalagi bayi2 yang sudah lebih gedean lagi. so don’t worry. Mereka akan makan…eventually. 

Makan itu adalah aktifitas yang akan harus dia lakukan seumur hidupnya sampai dia mati. Jadi pengalaman yang berhubungan dengan makan harus menyenangkan hati. Kalau mereka makan  yang mnrt ibu bukan makanan untuk umumnya orang Indonesia, biarkan sajalah. Berarti mungkin ibu juga punya anak bule, seperti saya.

#sarrarisman

*jika dirasa manfaat, tidak perlu izin utk membagikan artikel ini

Hormati Ramadhan (2)

Fathi Nashrullah

1. Muslim yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan tanpa udzur adalah pelanggar aturan Islam

2. Menghormati pelanggar aturan Islam jelas salah. Apalagi sampai menyediakan makanan atau mempermudah langkahnya melanggar aturan Islam

3. Kalau yang dimaksud dengan "Hormati yang tidak berpuasa" adalah setiap orang yang tidak berpuasa karena udzur misal sakit, Datang bulan, Atau non muslim, Maka harus dirinci bagaimana penghormatan tersebut dilaksanakan

4. Warung yang tetap buka di bulan Ramadhan demi "Menghormati yang tidak berpuasa" itu apa bisa menjamin setiap orang yang masuk ke warungnya bukan pelanggar aturan Islam ? Kalau dia bisa menjamin, Gimana teknisnya ? Apa ditanyai satu persatu pelanggan-pelanggannya gitu ? Tanda tangan diatas materai ? Atau gimana ?

5. Silakan dilihat dari sudut prinsip demokrasi atau prinsip Islam soal itu. Demokrasi adalah suara rakyat suara Tuhan. Kalau suara rakyat yang dinyatakan dalam peraturan pemerintah daerah melarang warung beroperasi di siang hari Ramadhan, Maka setiap penganut demokrasi harus taat dan patuh

Kalau menilik dari prinsip Islam lebih tegas lagi aturannya

6. Non muslim boleh terus makan di siang hari Ramadhan, Bahkan harus, Supaya ga mati kelaparan. Tapi tentu harus ada aturan dan adabnya supaya ga mati digebugin orang lapar yang emosi melihat minoritas bertingkah semau-mau

7. Dalam Islam dikenal istilah ghirah alias semangat dan kecemburuan dalam memandang suatu masalah. Ada orang-orang tertentu yang keimanannya memang sedemikian sampai sama sekali ga kecolek emosinya melihat syariat Islam dan orang yang menjalankannya dilecehkan. Diantara bentuk pelecehan tersebut dengan mempermudah jalan melanggar syariat Islam. Misal membuka warung di tengah hari bolong Ramadhan

8. Membuka warung di tengah hari bolong jelas menggoda keimanan. Menggoda iman orang Islam secara sengaja berarti cari masalah bagi mereka yang punya ghirah

9. Islam menjaga keimanan pemeluknya dengan dua langkah yang seharusnya dijalankan berbarengan :

- Melalui sekian bentuk self protection dari ayat-ayat dan hadits berisi berita gembira atau ancaman neraka

- Melalui aturan negara, Supaya mereka yang setelah diberi berita gembira atau ancaman neraka pun masih goyah imannya, Bisa berpikir ulang bila berhadapan dengan ancaman pidana oleh negara yang tunai dan jelas bentuknya saat itu juga, Misal dipenjara atau dipecut sampai nungging-nungging

10. Tidak setiap orang muslim punya iman yang tinggi. Bagi mereka Islam sediakan langkah terakhir mencegah jalan ke neraka, Yaitu melalui campur tangan negara

11. Betul Indonesia bukan negara Islam, Tapi juga bukan negeri kafir. Tarik menarik antara dua kubu akan selalu terjadi. Mendukung warung buka di siang hari Ramadhan termasuk talbis iblis kelompok liberal yang menginginkan Indonesia sepenuhnya Liberal dan Sekuler

Terserah panjenengan yang baca, Apa mau tanpa sadar terlibat dan jadi alat bagi proyek kelompok sesat itu ? Toh cara orang-orang Yahudi dan Nasrani menyesatkan kita demikian halusnya sampai ditulis warningnya oleh RasulUllah ShallAllahu A'laihi Wasallam dalam sebuah hadits :

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi ?”
(HR. Muslim no. 2669)

Imam Nawawi –rahimahullah– ketika menjelaskan hadits di atas menjelaskan :

“Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziroo’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), Adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashroni. Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, Bukan dalam hal-hal kekafiran mereka yang diikuti”
(Syarh Muslim, 16: 219)

Hormati Ramadhan

Suluh Prasetyo 

Nongol terus gambar ini. Itu artinya ane harus nulis sesuatu yg out of the box dengan analisa gatoloco. Cieee..

Bukan bermaksud membela satpol PP maupun membela si Ibu. Tapi setidaknya apa yg saya sampaikan ini merupakan sesuatu yg logis.

1. Umat islam wajib menjalankan ibadah Puasa. Saking wajibnya hingga ibadah ini tidak boleh ditinggalkan sama sekali. Adapun bila ada udzur maka harus mengganti puasa di hari lain atau membayar kafarat (2bulan puasa berturut, membebaskan budak, memberi makan 60orang) tergantung situasi dan kondisi udzur

2. Indonesia merupakan mayoritas muslim terbesar didunia. Lebih dari 3/4 penduduk indonesia beragama islam.

3. Serang adalah kota dengan julukan "kota santri" yang dari data statistik 2014 mempunya penduduk Muslim sebesar 600.000 jiwa dan mempunyai penduduk agama lain sekitar -20.000jiwa

4. Jika mau hitung2an. Maka jumlah orang yg tidak wajib puasa (diluar anak kecil) yg bisa berkeliaran dijalan dan mampu membeli makanan di warteg itu sekitar  1 : 30. Jadi anggap saja jika di kampung per RT ada 60warga dan 1Rw mempunyai 10Rt. Maka jika ada warung di RW itu jualan nasi 2warung maka perwarung akan mempumyai pelanggan non muslim yg tidak wajib puasa sekitar  10 orang saja. Itupun kalau makan diwarung semua

5. Modal perhari buka warung kecil2an itu minimal 300-500rb. Jika hanya mempunyai 10 pembeli dengan per menu sekitar 15rb. Maka warung itu hanya akan menghasilkan uang sekitar 150rb. Masih rugi minimal separuh dari modal.

6. Lalu warung ini buka untuk siapa??? Ini pertanyaannya.

7. Ternyata usust punya usil 😤😤 omset warung makan di siang hari bulan puasa yg mayoritas warganya muslim dengan perbandingan 1 non muslim : 30 muslim bukannya menurun tapi malah naik persentasenya. Nah loh kok bisa gitu??

8. Alasannya ternyata hitung2an saya diatas tadi salah semua. Kagak sesederhana itu. (Mana udah nelpon interlokal badan statistik banten lagi😡😡😡)  ternyata tidak semua muslim menjalankan ibadah puasa alasannya adalah. "KARENA MALAS DAN TIDAK TAAT" dan ini terjadi secara umum di seluruh pelosok indonesia.

9. Muslim KTP inilah yg jadi buruan warung2 di siang hari. Dan kenapa persentase omsetnya bisa naik padahal penjajak warungnya berkurang karena puasa??  Yaitu ada 2 alasan. Yg pertama tidak banyak saingan warung yg buka. Karena mungkin mereka masih punya "perasaan". Dan yang kedua banyak pekerja yg jika dirumah  ngakunya puasa. Jadi berangkat kerjapun tidak sarapan. Dan memilih sarapan di luar termasuk makan siang. Padahal biasanya juga dibawain bekal. Jadi otimatis warung2 dibulan puasa lebih laku karena langka dan sering dicari.

10. Orang yg secara sengaja meninggalkan perintah agama itu pasti dosa. Lalu bagaimana dengan orang yg tolong menolong dan menfasilitasi dosa itu?? Silahkan dijawab sendiri

11. Jika alasannya kenapa warung harus tutup 1bulan padahal cari nafkah sekarang ini susah. Maka harus diingat. Normalnya orang kerja itu seminggu 6hari karena minggu kebanyakan kerja tutup dan warung tidak pernah ada tutupnya. Full setahun buka. Maka jika tutup hanya sebulan selama setahun harusnya dalam ilmu manajemen tidak ada kerugian disitu.

12. Dan sebenarnya tidak mutlak warung itu harus tutup full. Kenapa?? Karena puasa itu kan tidak menahan lapar selama sebulan full. Bisa koid kita😀. Tapi hanya subuh sampai maghrib. Kalau memang niat sekedar menyambung hidup harusnya warung cukup mendapatkan hasil jika mau buka di jam berbuka. Dan mungkin bisa lebih laris. Tergantung mindset awal kita

13. Kenapa satpol pp merazia?? Ya wajarlah namanya juga kota santri.. dan pasti pemerintah setempat juga sudah memberikan edaran kepada warung jauh2 hari. Medianya aja yg lebay. Ini juga baru kota santri bukan kota ustadz, kota syech apalagi kota nabi. 

14. Ya inilah sebabnya syariat islam tidak bisa di jadikan azas negara ini. Karena mental muslimnya masih suka tolong menolong dalam hal kemungkaran.

15. Terakhir Yg namanya ibadah itu memang  harus dipaksa. Coba saja jika semua kantor tutup di jam sholat, siaran tv dan internet diputus misalnya😃😃. Maka orang akan lebih "mau" menjalankan sholat. Sama juga dengan puasa. Jika semua warung sepakat tutup. Maka si bapak2 penipu istri itu mau ga mau pasti puasa. Wong cari makan di jalan susah...

16. Kenapa hanya warung kecil yg di razia sedangkan resto di mall tidak. Maka khusnudzon saja. Siapa tau saking cintanya Allah sama mak mak dibawah ini. Maka Allah langsung menegurnya dengan mengirim satpolPP ke warungnya. Dan membiarkan yg di mall tapi kelak dimintai tanggung jawab dosa di akherat. Naudzubillah

Biarkan Aku Mencintaimu Lagi

Ayumi Nurhikmah

Kepada suamiku ...

Suamiku, bolehkah aku berharap hanya kamulah yg pertama dan terakhir untukku? biidznillah

Karena,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْأَةُ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا .
“Seorang wanita adalah untuk suaminya yang terakhir (di surga).”*

Suamiku, semoga Allah izinkanku untuk meminangmu kelak di SurgaNya

Bagai Ummu Darda' yang berkata kepada suaminya (Abu Darda'),
“Dulu kau pinang diriku pada keluargaku di dunia, lalu mereka menikahkanku denganmu. Sekarang kupinang engkau kepada dirimu untuk nanti di akhirat.”

“Kalau begitu, jangan engkau menikah lagi sepeninggalku,” ujar Abud Darda’.

Suamiku, jika kelak kau pergi mendahului diriku, bisakah aku sendiri tanpa harus menggantikan dirimu dgn lelaki lain? Bersabar didunia dalam penantian utk kelak bersatu dengnmu kembali

Bagai Ummu Darda' yg memenuhi janjinya utk tdk menggantikan Abu Darda' selepas beliau wafat, pdhl saat itu Ummu Darda' masih muda dan cantik,

Mu’awiyah bin Abi Sufyan  datang menyampaikan pinangan pd Ummu Darda'.
Ummud Darda’ menolak. “Tidak” katanya, “Aku tidak akan menikah lagi dengan seorang pun di dunia sampai aku menikah dengan Abud Darda’ di dalam surga, insya Allah.”

Ya Allah,
Jasad kami fana di dunia ini.. maka jadikanlah cinta dan kasih sayang kami sepanjang masa hingga di surga

Segala puji bagiMu ya Rabb
Yang telah menganugerahkan pria ini untukku
Sungguh! Aku bersaksi kepadaMu bahwa
Kucintakan dia di jalan Mu
Jangan lah jauhkan aku dari dia
Dan jadikanlah aku bidadarinya dunia dan akhirat.

¤¤(*)¤¤
💕💕💕