Saturday, September 26, 2015

1821

Copas...Maaf, Postingan  ini memang panjang, sekedar sharing, semoga bermanfaat... 😊

Assalamu'alaikum
Buat kita ortu yang sibuk... yuuk....Menikmati Program 1821?

Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Auladi.net | Fanspage Yuk-Jadi Orangtua Shalih | twit @abahihsantea

Apa itu program 1821? Program 1821 adalah program yang "menyengaja" orangtua untuk fokus dengan anak.

Di program 1821 ini suami-istri, orangtua-anak, berinteraksi secara full, mematikan segala jenis kotak: handphone, tv, laptop, kompor, mesin cuci! Entah nanti jika benda-benda ini berubah bentuk jadi tidak kotak.

Program 1821 artinya dari jam 18.00 sampai 21.00 sampai menjelang anak tidur, tidak ada lagi sambil-sambilan lagi ngurus anak dan keluarga. Sambil masak, sambil nyuci, sambil setrika, sambil buka laptop, hp, tv. Kecuali, alat-alat itu jadi sumber belajar. Itu pun sesekali. Jika seringkali bisa jadi itu tanda-tanda kita gak ngurus anak karena hanya meng-outsourcingkan anak kepada laptop, hp dan tv.

Yang belum tahu program 1821 baca lengkap tulisannya di sini: https://m.facebook.com/ParentingSchool/posts/10153296846034029

Apa saja yang dapat dilakukan pada saat 1821? Tidak mungkin kok kita kehabisan ide. Yang masih bingung, jangan khawatir, itu lebih karena sebagian kita belum terbiasa FOKUS.

Fokus itu kata kunci, alias tidak sambil-sambilan. Mencari ide itu jauh lebih ringan daripada melawan musuh terbesar 1821: tidak fokus.

Hampir semua orang yang melaksanakan 1821 jika tidak terbiasa merasakan beratnya untuk istiqomah. Berat untuk tidak menengok hp dll. Tapi jika mampu melewati dalam 3 bulan, hmm insya Allah malah nikmat dan ketagihan.

Program 1821 adalah program yang sangat sederhana (simple), praktis dan gampang dipraktikan siapapun. Tapi rasakan saja, manfaatnya sama sekali tidak sederhana.

Dengan 1821, perasaan bertanggung jawab muncul, kita merasa punya "peran" sebagai orangtua betulan, bukan hanya kebetulan jadi orangtua. Perasaan percaya diri bahwa kita dapat menjadi orangtua terbaik muncul. Akibatnya, energi positif dan cahaya kebaikan makin bersinar di keluarga kita.

Itu dari sisi orangtua pribadi. Belum sisi manfaat untuk anak sendiri, dari sisi hubugan suami istri, orangtua anak, yang makin menumbuhkan "mahabbah" di keluarga.

Mempraktikkan 1821 itu bagaikan kita memiliki program ta'lim atau halaqoh ilmu atau pesantren di rumah. Tiap hari! Sebelum anak kita dihalaqahkan di pesantrenkan ke orang lain. Anak-anak dihalaqahkan dipesantrenkan orangtuanya, tiap hari.

Demi Allah! Semua anak butuh "software" yang harus diinstal ke dalam hati dan pikirannya untuk menggerakan "hardware" untuk nanti mempengaruhi tubuhnya yaitu sikap dan perbuatannya. Jika kita tidak menginstall software pada anak kita, maka buktikkan anak kita akan mendapatkan sofware itu dari tempat lain. Bagaimana jika software itu dia dapatkan dari internet tv dan pergaulan yang buruk? Naudzubillah.

Jadi apa saja kegiatan di 1821. Banyak, tapi jika dirangkum dalam 3 kata sederhana adalah: BELAJAR-MAIN-NGOBROL. Ketiganya sebenarnya bersinggungan tapi jika dikerucutkan ya itu saja kegiatannta: BELAJAR-MAIN-NGOBROL (BMN).

Belajar itu tidak dibatasi pelajaran sekolah, tentu artinya belajar sekolah sangat penting belajar bisa juga soal-soal hal sederhana: tiap hari dibahas di rumah soal bagaimana agar bisa disenangi teman, bagaimana adab-adab sopan santun di tempat umum dll.

Main? Serius main sama anak malam-malam? Ini serius. Anak saya dibebaskan main sore hari sama teman, maka yang malam jatah main dengan orangtua. Main sama anak jelas sunnah! Itu bagian dari tarbiyah! Bagi kita main itu bisa jadi main-makn. Bagi anak? Main itu serius!

Tapi bedanya dengan main dengan siang, main di 1821 jika memungkinkan adalah permainan yang tidak memacu adrenalin atau fisik berlebihan. Jika tidak, jangan-jangan nanti malah jadi telat tidurnya, yang akan mempengaruhi jadwal bangunnya. Permainan-permainan yang tidak mengurus tenaga berlebihan misalnya: catur, congklak, main kartu, ular tangga, monopoli mencari ‘harta karun’,  mencari kutu di rambut heh. Seabrek permainan lainnya dapat kita lakukan.

Ngobrol, artinya bukan hanya ngomongin anak, tapi juga ngajak ngomong anak. Beda lho ngomongin anak dan ngajak ngomong. Ngobrol itu menyehatkan jiwa. Ingat, orang-orang berbahaya di dunia bukanlah orang yang banyak bicara tapi justru orang yang tidak bisa bicara.

Bukan, bukan artinya orang bisu bahaya. Ini orang bisa bicara, tapi tidak bisa mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakannya.

Apa pekerjaaan orang gila sebelum gila, banyak ngomong apa banyak diam? Apa pekerjaan orang bunuh diri sebelum bunuh diri? Banyak ngomong atau banyak diam? Periksa semua pelaku pembunuhan massal, mutilasi dan sodomi? Orang yang diam atau banyak bicara?

Apakah BMN harus dilakukan setiap 1821 semuanya? Atau boleh B saja, M saja atau N saja? Terserah Anda, tak usah kaku lah. Boleh ketiganya sekaligus, boleh hanya B dan M saja tiap hari, boleh bergantian tiap hari, tidak ada patokan baku.

Bagaimana jika suami saya datangnya jam 19? Bagaimana jika anak saya tidurnya jam 20? Gak usah ribet dan rebut, jika bisanya mulai jam 19 laksanakan 1921. Jika anak tidur jam 20, laksanakan 1820. Itu juga masih bagian Anda mempraktikan 1821. Jika tidak bisa mengambil semuanya, jangan tinggalkan semuanya. “Ma lam yudrooku kulluhu, laa yudrooku kulluhu”.

Program 1821 adalah program yang sangat sederhana (simple), praktis dan gampang dipraktikan siapapun. Tapi rasakan saja, manfaatnya sama sekali tidak sederhana. Seperti beberapa kalimat menyenangkan berikut dari beberapa orangtua yang sudah menikmati 1821.

“Abah, sejak melaksanakan program 1821 dari pelatihan abah, suami saya kalau pulang kerja sekarang tidak lagi megang handphone. Dia main sama anak. Betapa bahagianya saya dengan apa yang dilakukan suami. Bahkan terus ‘ketagihan’ ngurus anak, saat pagi, saat saya sibuk di dapur bahkan suami saya sekarang yang sibuk ngurus anak, sementara saya sibuk ngurus dapur.”

“Abah Ihsan, makasih banget 1821 nya, sampai bikin mba Rasya sempat nangis minta jam lebih. Kami bahagia, ketawa-ketawa, kemana kami selama ini? Berasa jadi orangtua tak berguna! Padahal hal yang menurut kami sepele cuma ngaji, baca buku, main hompimpa. Misalnya mbak belajar perbedaan dari hompimpa itu bagaimana, apa kriteria menang dalam hompimpa. Banyak hal lain yang dapat dipelajari dari hal sepele seperti itu. Lanjut main ayunan pake sarung. Jam 8 kami sudah karena mau tidur. Mbak Rasya nangis Abah, minta main lagi bareng kita. Ya Allah…. Abah, dia sangat bahagia sekali. Baru kali ini saya ngeliat dia sebahagia itu bersama kami. Setelah main bersama kami, dia kelaperan. Padahal sudah makan malam. Saya jadi gak susah nyuruh dia makan. Alhamdulillah dapat dobel, makasih abah!”

****
Ingin anak shalih? Yuk Jadi Orangtua Shalih. Mendidik Generasi Meraih Ridlo Ilahi.

Silahkan baca sumbernya disini lebih lengkap dg bbrp contoh foto kegiatan B & N 1821: https://www.facebook.com/ParentingSchool/posts/10153566669019029

Sunday, September 13, 2015

Resep Ibu Rumah Tangga Bahagia

Penulis : Dewi Rhainy*
Kadang-kadang, kita sebagai ibu rumah tangga ada rasa seperti ini, “Kenapa kok aku cuma begini-begini saja, ya?” Atau, “Duh, bolak-balik cuma ngurusin anak sama suami saja!” Atau lagi, “Coba kalau dulu aku tetap kerja… Ehm…pasti deh enggak kayak gini!”
Setiap muncul “sang rasa minder” itu, badan jadi lemas tak bertenaga, tak bersemangat, dan semua terlihat buruk. Dan biasanya, rumah jadi berantakan, anak-anak tidak terurus…. Malah lebih buruk lagi, penampilan jadi semerawut karena jadi malas mandi hahaha….

Hampir semua orang, di dunia ini terutama ibu-ibu rumah tangga yang full-time mengurus rumah dan anak-anak seperti saya pernah mengalami hal seperti ini, termasuk saya (saya tahu hal ini dari curhatnya teman-teman saya yang juga memilih profesi menjadi ibu rumah tangga). Karena minder, dulu biasanya saya menunggu sampai ada sahabat yang menegur. Saya pun harus berusaha melewati masa-masa minder dengan bersusah payah. Tetapi sekarang, tidak lagi…! Mau tahu resepnya?

Mudah-mudahan resep saya ini bisa dipakai oleh semua sahabat yang sedang merasa just the ordinary housewife. Atau, mungkin malah sahabat yang desperate housewife hehehe.… Resep ini hanya berdasarkan pengalaman saya semata. Jadi, jika terasa biasa-biasa saja atau tidak bermutu, maaf, saya hanya berusaha sedikit berbagi.

Resep pertama, jangan pernah membandingkan suami, anak-anak, dan rumah yang kita miliki dengan suami, anak-anak, dan rumahnya ibu-ibu lain. Karena seperti pepatah “rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau”, suaminya ibu-ibu lain pasti terlihat lebih ganteng dari suami kita yang setiap hari kita lihat hehehe…. Sadari bahwa suami, anak-anak, juga sahabat-sahabat Anda hanyalah manusia biasa. Mereka punya kelebihan juga punya kekurangan, sama seperti Anda.
Jadi, jangan terlalu berharap mereka akan sempurna seperti yang Anda harapkan. Maklumi saja…. Dan, yang paling penting adalah bagaimana caranya kita menjadi istri yang baik, yang dapat dipercaya oleh suami dan anak-anak, tanpa menuntut mereka terlalu banyak.
Resep kedua, jangan pernah mengeluh, karena keluhan bukannya menyelesaikan masalah, malah makin membuat kita merasa “terpuruk”.
Resep ketiga, STOP menonton sinetron! Karena, walaupun kadang berdasarkan kisah nyata, sinetron akan membuat kita makin tidak berpijak ‘di dunia nyata’. Kalaupun mau menonton televisi, cari acara-acara yang ‘positif’ seperti acaranya Oprah Winfrey mungkin. Di acara itu kadang-kadang ada cerita tentang perjuangan seorang ibu yang anaknya divonis tidak dapat berjalan, ternyata dengan keyakinan dan kerja keras serta doa sang ibu malah vonis itu tidak berlaku. Dengan kisah-kisah seperti itu, mungkin kita dapat lebih bersyukur karena ternyata ‘di luar sana’ banyak orang yang tidak seberuntung kita.
Resep keempat, perbanyaklah membaca, bukan hanya resep-resep makanan sehat yang membuat suami betah di rumah, atau membuat anak-anak sehat saja. Bukan hanya buku-buku tentang mengatur bagaimana supaya gaji suami cukup untuk dihabiskan sebulan. Tetapi bacalah juga buku-buku yang isinya ‘memotivasi’ kita untuk lebih percaya diri. Contoh, buku-buku kisah sukses ordinary people yang berubah menjadi extra-ordinary people, melalui hobi mereka menulis, hobi mereka belanja, dan lain-lain.
“Gimana mau beli buku? Wong untuk belanja lauk sehari-hari saja mesti diirit-irit?” Nah, ini dia… Jawabannya adalah pinjam sama tetangga (kayak saya). Atau, baca buku di rumah baca sambil menunggu anak-anak pulang dari sekolah. Yang lain, mendaftarlah jadi anggota perpustakaan terdekat dengan sekolah atau rumah.
Resep kelima, perbanyaklah peduli pada orang-orang yang ‘kelihatannya’ lebih susah dari kita (saya bilang ‘kelihatannya’ karena kadang yang kita lihat susah, ternyata bisa lebih bahagia). Contohnya, pembantu rumah tangga kita yang harus meninggalkan anak-anaknya di rumah untuk membantu mencuci atau membersihkan rumah kita. Resep ini hampir sama dengan resep ketiga, intinya adalah ‘menyadari bahwa ada orang lain yang lebih tidak beruntung dari diri kita.
Resep keenam, banyak bersedekah karena bersedekah membuka jalan yang tertutup. Bukannya sombong, lho! Tetapi, setelah saya bersedekah, biasanya lalu ada ‘sesuatu yang baik’ yang terjadi pada diri saya, anak-anak yang sakit jadi sembuh, dapat rezeki ‘tambahan’ yang tidak terduga, atau hal-hal baik lainnya. Lagi-lagi ini maaf, berdasarkan pengalaman pribadi saya, lho ya… Tetapi, bukankah semua agama di dunia ini menganjurkan kita untuk bersedekah/berbagi?
Resep ketujuh, buat hobi baru. Yang senang membaca, coba belajar untuk menulis. Yang senang menjahit atau memasak, coba tawarkan jahitan atau masakan ke tetangga-tetangga. Siapa tahu setelah coba-coba malah menghasilkan sesuatu. Bukan hanya meningkatkan rasa percaya diri tetapi juga menambah penghasilan.
Resep kedelapan, bergabunglah dengan kelompok-kelompok kegiatan yang anggotanya ibu-ibu rumah tangga. Atau, buat kelompok sesama ibu rumah tangga yang berhobi sama, misalnya kelompok ibu yang senang menanam, kelompok membaca, kelompok menulis, dan kelompok memasak, tetapi jangan kelompok arisan ya, hehehe…. Sehingga, kita bisa saling bertukar pendapat, bertukar pengalaman, dan saling menyemangati.
Resep kesembilan, dan ini adalah resep paling manjur (buat saya), BERSYUKURLAH kepada ALLAH. Dengan bersyukur atas segala karunia-Nya dalam setiap keadaan, susah maupun senang, semua masalah akan terasa ringan. Semua kendala pasti akan terlihat pemecahannya, semua rasa minder akan sirna, karena ternyata Allah pasti akan memberikan ‘hanya’ yang terbaik buat kita umat-Nya. Dan, bersyukurlah karena kita ditakdirkan menjadi ibu rumah tangga, yang dari tangan-tangan kitalah terbentuk generasi mendatang yang lebih baik.

Semoga resep saya manjur juga ya buat Anda. Salam Pro Ibu Rumah Tangga!

Like&Share!
Sumber : andaluarbiasa.com

*Dewi Rhainy lahir di Koln, Jerman Barat, pada 18 November 1970 dan alumnus Teknik Industri Universitas Trisakti, Jakarta. Ibu rumah tangga dengan dua orang putra-putri ini tinggal di Tangerang.

Saturday, August 29, 2015

Mengapa Kembali untuk Bersedekah?

Kenapa seorang mayit memilih "bersedekah" jika bisa kembali hidup ke dunia?

Sebagaimana firman Allah:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

"Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah..." {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tdk mengatakan,
"Maka aku dapat melaksanakan umroh"
"Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa" dll?

Berkata para ulama,
Tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal...
___

Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya...

Dan, bersedekah-lah atas nama org org yg sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mrk sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mrk...

Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah...

Dan sedekah yg paling utama saat ini adalah; menyebarkan broadcast ini dengan niat sedekah,

Karena siapa saja yg mempraktekkan isi broadcast ini, dan mengajarkannya untuk generasi berikutnya, maka pahala-nya akan kembali kpd anda insyaAllah

Oleh:
Syeikh Maher al-Mueaqly hafidzahullah
[Imam Masjidil Haram, Mekah al-Mukarramah]

30 Tahun Mendatang Anak Kita

بسم الله الرحمن الرحيم

Agak serius dan agak panjang, tapi jika tdk kita sempatkan membaca sekarang, sy yakin besok atau besoknya kita lebih tdk sempat lagi 😊

TAUSIYAH PRIBADI
(Utk Orangtua & Guru)
Karna pada dasarnya kita semua adalah guru

“30 TAHUN MENDATANG ANAK KITA” 

Oleh: Muhammad Fauzil A.

Jangan remehkan dakwah kpd anak-anak! Jika tlah terikat hatinya dgn Islam, mereka akan mudah bersungguh-sungguh menetapi agama ini setelah dewasa. Jika engkau gembleng mereka u siap menghadapi kesulitan, maka kelak mereka tak mudah ambruk hanya karena langkah mereka terhalang oleh kendala2 yang menghadang. Tetapi jika engkau salah membekali, mereka akan menjadi beban bagi ummat ini di masa yang akan datang. Cemerlangnya otak sama sekali tidak memberi keuntungan jika hati telah beku dan kesediaan untuk berpayah-payah telah runtuh.

Maka, ketika engkau mengurusi anak-anak di sekolah, ingatlah sejenak. Tugas utamamu bukan sekedar mengajari mereka berhitung. Bukan! Engkau sedang berdakwah. Sedang mempersiapkan generasi yang akan mengurusi umat ini 30 tahun mendatang. Dan ini pekerjaan sangat serius. Pekerjaan yang memerlukan kesungguhan berusaha, niat yang lurus, tekad yang kuat serta kesediaan untuk belajar tanpa henti.

Karenanya, jangan pernah main-main dalam urusan ini. Apa pun yang engkau lakukan terhadap mereka di kelas, ingatlah akibatnya bagi dakwah ini 30 40 tahun yang akan datang. Jika mereka engkau ajari curang dalam mengerjakan soal saja, sesungguhnya urusannya bukan hanya soal bagaimana agar mereka lulus ujian. Bukan. Yang terjadi justru sebaliknya, masa depan umat sedang engkau pertaruhkan!!! Tidakkah engkau ingat bahwa induk segala dusta adalah ringannya lisan untuk berdusta dan tiadanya beban pada jiwa untuk melakukan kebohongan.

Maka, ketika mutu pendidikan anak-anak kita sangat menyedihkan, urusannya bukan sekedar masa depan sekolahmu. Bukan. Sekolah ambruk bukan berita paling menyedihkan, meskipun ini sama sekali tidak kita inginkan. Yang amat perlu kita khawatiri justru lemahnya generasi yang bertanggung-jawab menegakkan dien ini 30 tahun mendatang. Apa yang akan terjadi pada umat ini jika anak-anak kita tak memiliki kecakapan berpikir, kesungguhan berjuang dan ketulusan dalam beramal?

Maka..., ketika engkau bersibuk dengan cara instant agar mereka tampak mengesankan, sungguh urusannya bukan untuk tepuk tangan saat ini. Bukan pula demi piala-piala yang tersusun rapi. Urusannya adalah tentang rapuhnya generasi muslim yang harus mengurusi umat ini di zaman yang bukan zamanmu. Kitalah yang bertanggung-jawab terhadap kuat atau lemahnya mereka di zaman yang boleh jadi kita semua sudah tiada.

Hari ini, ketika di banyak tempat, kemampuan guru-guru kita sangat menyedihkan, sungguh yang paling mengkhawatirkan adalah masa depan umat ini. Maka, keharusan untuk belajar bagimu, wahai Para Guru, bukan semata urusan akreditasi. Apalagi sekedar untuk lolos sertifikasi. Yang harus engkau ingat adalah: “Ini urusan umat. Urusan dakwah.” Jika orang-orang yang sudah setengah baya atau bahkan telah tua, sulit sekali menerima kebenaran, sesungguhnya ini bermula dari lemahnya dakwah terhadap mereka ketika masih belia; ketika masih kanak-kanak. Mereka mungkin cerdas, tapi adab dan iman tak terbangun. Maka, kecerdasan itu bukan menjadi kebaikan, justru menjadi penyulit bagi mereka untuk menegakkan dien.

Wahai Para Guru, belajarlah dengan sungguh-sungguh bagaimana mendidik siswamu. Engkau belajar bukan untuk memenuhi standar dinas pendidikan. Engkau belajar dengan sangat serius sebagai ibadah agar memiliki kepatutan menjadi pendidik bagi anak-anak kaum muslimin. Takutlah engkau kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sungguh, jika engkau menerima amanah sebagai guru, sedangkan engkau tak memiliki kepatutan, maka engkau sedang membuat kerusakan.

Sungguh, jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, tunggulah saatnya (kehancuran) tiba.

Ingatlah hadis Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallamsebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ.

“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat,” Dia (Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu?” Beliau menjawab, “Jika satu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat!” (HR. Bukhari).

Maka, keharusan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, terus-menerus dan serius bukanlah dalam rangka memenuhi persyaratan formal semata-mata. Jauh lebih penting dari itu adalah agar engkau memiliki kepatutan menurut dien ini sebagai seorang guru. Sungguh, kelak engkau akan ditanya atas amanah yang engkau emban saat ini.

Wahai Para Guru, singkirkanlah tepuk tangan yang bergemuruh. Hadapkan wajahmu pada tugas amat besar untuk menyiapkan generasi ini agar mampu memikul amanah yang Allah Ta'ala berikan kepada mereka. Sungguh, kelak engkau akan ditanya di Yaumil-Qiyamah atas urusanmu.

Jika kelak tiba masanya sekolah tempatmu mengajar dielu-elukan orang sehingga mereka datang berbondong-bondong membawa anaknya agar engkau semaikan iman di dada mereka, inilah saatnya engkau perbanyak istighfar. Bukan sibuk menebar kabar tentang betapa besar nama sekolahmu. Inilah saatnya engkau sucikan nama Allah Ta’ala seraya senantiasa berbenah menata niat dan menelisik kesalahan diri kalau-kalau ada yang menyimpang dari tuntunan-Nya. Semakin namamu ditinggikan, semakin perlu engkau perbanyak memohon ampunan Allah ‘Azza wa Jalla.

Wahai Para Guru, sesungguhnya jika sekolahmu terpuruk, yang paling perlu engkau tangisi bukanlah berkurangnya jumlah siswa yang mungkin akan terjadi. Ada yang lebih perlu engkau tangisi dengan kesedihan yang sangat mendalam. Tentang masa depan ummat ini; tentang kelangsungan dakwah ini, di masa ketika kita mungkin telah tua renta atau bahkan sudah terkubur dalam tanah.

Ajarilah anak didikmu untuk mengenali kebenaran sebelum mengajarkan kepada mereka berbagai pengetahuan.
Asahlah kepekaan mereka terhadap kebenaran dan cepat mengenali kebatilan. Tumbuhkan pada diri mereka keyakinan bahwa Al-Qur’an pasti benar, tak ada keraguan di dalamnya. Tanamkan adab dalam diri mereka. Tumbuhkan pula dalam diri mereka keyakinan dan kecintaan terhadap As-Sunnah Ash-Shahihah. Bukan menyibukkan mereka dengan kebanggaan atas dunia yang ada dalam genggaman mereka.

Ingat do’a yang kita panjatkan:

"اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ"

“Ya Allah, tunjukilah kami bahwa yang benar itu benar dan berilah kami rezeki kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukilah kami bahwa yang batil itu batil, serta limpahilah kami rezeki untuk mampu menjauhinya.”

Inilah do’a yang sekaligus mengajarkan kepada kita agar tidak tertipu oleh persepsi kita. Sesungguhnya kebenaran tidak berubah menjadi kebatilan hanya karena kita mempersepsikan sebagai perkara yang keliru. Demikian pula kebatilan, tak berubah hakekatnya menjadi kebaikan dan kebenaran karena kita memilih untuk melihat segi positifnya. Maka, kepada Allah Ta’ala kita senantiasa memohon perlindungan dari tertipu oleh PERSEPSI SENDIRI.

🌟Pelajarilah dengan sungguh-sungguh apa yang benar; apa yang haq, lebih dulu dan lebih sungguh-sungguh daripada tentang apa yang efektif. Dahulukanlah mempelajari apa yang TEPAT daripada apa yang MEMIKAT. Prioritaskan mempelajari apa yang BENAR daripada apa yang penuh GEBYAR. Utamakan mempelajari hal yang benar dalam mendidik daripada sekedar yang membuat sekolahmu tampak besar bertabur gelar. Sungguh, jika engkau mendahulukan apa yang engkau anggap mudah menjadikan anak hebat sebelum memahami betul apa yang benar, sangat mudah bagimu tergelincir tanpa engkau menyadari.
🙋Anak tampaknya berbinar-binar sangat mengikuti pelajaran, tetapi mereka hanya tertarik kepada caramu mengajar, tapi mereka tak tertarik belajar, tak tertarik pula menetapi kebenaran.

🏄 Dakwah terhadap anak harus kita perhatikan. Kesalahan mendidik terhadap anak kecil, tak mudah kelihatan. Tetapi kita akan menuai akibatnya ketika mereka dewasa.

Semoga Bermanfaat
💝💝💝 guruku dan guru2 anakku..
Dinukil dr Group WA ASESI (Asosiasi Sekolah Sunnah Indonesia).

Penyebab Kerusakan Anak Adalah Ayah!!!

Hasil seminar keluarga

Pembicara 1, dr Sahudi:
1. Penyebab utama kerusakan pada anak adalah ayah (Ibnul Qayyim al Jauziyah)

2. Seringlah mengobrol dengan anak-anak. Obrolan sederhana yang kita lakukan dg anak akan membuat mereka (menurut Elly Risman):
- tumbuh menjadi orang dewasa yang suka menghibur
- memiliki harga diri tinggi
- prestasi akademis baik di atas rata-rata
- mudah bergaul

3. Orang tua, terutama ayah, yang kurang mengobrol dengan anak perempuannya akan membuat anak tsb.:
- mudah jatuh cinta dan mencari penerimaan dari lelaki lain
- 7-8x lebih mungkin memiliki anak di luar nikah
- cenderung suka lelaki yang jauh lebih tua
- cenderung lebih mudah bercerai

4. Orang tua, terutama ayah, yang kurang mengobrol dengan anak lelakinya akan membuat anak tsb.:
- lebih beresiko terlibat pornografi, narkoba, kriminal
- cenderung lebih cepat puber
- cenderung membentuk gank
- sulit bertahan di di masa dewasa dengan pekerjaan/ profesinya

Dasar poin 3 dan 4 adalah Al Quran, bahwa terdapat 17 dialog pengasuhan yang tersebar di 9 surat:
- 14 dialog antara ayah dan anak
- 2 dialog antara ibu dan anak
- 1 dialog antara kedua orang tua dan anak`

dr Sahudi adalah ayah dari Izzah Ajrina, pemeran 'Nadia' dalam Film Ketika Mas Gagah Pergi yang insya allah akan tayang januari 2016 di bioskop-bioskop😃. Izzah juga kandidat mahasiswa S2 Microbiology di sebuah univ di Jepang. Beliau memberikan tips pribadinya, bahwa beliau memiliki kebiasaan:
- masih sering memeluk/ menciumi anak-anaknya, sebagai ekspresi kasih sayang, baik laki2 atau perempuan sejak dahulu sampai mereka sekarang sudah dewasa.
- suka memuji kecantikan anak perempuannya (sehingga ketika anak perempuannya dipuji oleh laki2 selain ayahnya, si anak menganggapnya itu hal biasa. 'aku sudah tahu aku cantik, ayahku sering bilang' ☺)
- suka memberi hadiah. Bukan sekedar memberi, tapi secara khusus mengatakan itu hadiah istimewa di momen2 penting hidupnya atau ketika dia berprestasi.

Pembicara 2, Sinta Yudisia, tentang mendidik anak di era socmed:
1. Akibat interaksi yang terlalu banyak dengan gadget, disinyalir anak-anak usia sekolah mengalami kurang tidur. Kurang tidur mungkin efek yang terkesan tidak terlalu mengkhawatirkan dibandingkan dengan efek gadget yang kita sudah mahfum yaitu tindak kriminal di kalangan anak-anak. padahal 'kurang tidur' dapat menyebabkan anak-anak mengalami penurunan konsentrasi belajar dst., sehingga ada gerakan baru di Amerika untuk menyuruh anak2 tidur selama 30 menit di sekolah. Dan ternyata, kurang tidur tidak selalu berhubungan dengan lamanya penggunaan gadget, tetapi juga faktor lain.

Faktor yang kedua yang menyebabkan gadget sebagai sumber fenomena kurang tidur ialah cahaya dari layar gadget. Pengguna gadget secara tidak langsung membuat diri mereka sendiri mengalami kesulitan tidur ketika mereka menggunakan gadget-gadget mereka dalam waktu yang terlalu lama.

Hubungan dari sinar layar gadget dengan kesulitan untuk tidur ialah berkurangnya produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang memicu rasa kantuk. yang disebabkan oleh sinar tersebut.

Menurut penelitian bahkan, jika pengguna gadget berhasil untuk tidur setelah menggunakan komputer atau smartphone mereka, kualitas tidur yang mereka dapatkan cenderung tidak sebagus kualitas tidur orang-orang yang tidak menggunakan gadget.

Wednesday, August 26, 2015

Bahagianya Oarang Yang Ikhlash

🌍BimbinganIslam.com
Sabtu, 7 Dzulqa'dah 1436 H / 22 Agustus 2015 M
📝 Materi Tematik
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
🔊 Bahagianya Orang Yang Ikhlas
📺 Video Source
https://www.youtube.com/watch?v=ghrxdWK2eqs
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/5p71or7abmnppy5/AUD-20150121-WA0031.mp3?dl=0
----------------------------

BAHAGIANYA ORANG YANG IKHLASH

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Sesungguhnya orang yang paling berbahagia adalah orang yang paling ikhlash. Semakin dia meningkatkan keikhlasannya maka dia akan semakin berbahagia.

Bagaimana dia tidak berbahagia?

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā mengetahui kebaikannya, Allāh mengetahui amalannya dan dia menyerahkan ibadahnya semata-mata hanya untuk Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Seseorang di atas muka bumi ini bahagia kalau dia bisa dikenal oleh orang yang mulia, dikenal oleh pejabat, bupati, apalagi dikenal oleh presiden.

Lantas bagaimana jika yang mengenalnya adalah Rabbul ‘ālamīn, Pencipta dan Penguasa alam semesta ini? Yang jika menghendaki sesuatu hanya mengatakan, “Kun fayakun”.

Orang yang ikhlash adalah orang yang paling bahagia.

Suatu saat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah berkata kepada Ubay bin Ka’ab (Abu Mundzir) radhiallāhu ‘anhu, kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

يَا أُبَيٍّ إِنَّ الله أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ القرآن

"Wahai Ubay, sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta'ālā memerintahkan aku untuk membacakan Al-Qurān kepadamu.”

Maka Ubay berkata:

هَلْ سَمَّانِي لك

“Rasūlullāh, apakah Allāh menyebutkan namaku kepadamu?”

Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

سَمَّاكَ لي

“Ya, Allāh Subhānahu wa Ta'ālā telah menyebut namamu dihadapanku.”

فَجَعَلَ أُبَيٌّ يَبْكِي

"Maka Ubay bin Ka’ab pun menangis."

(HR. Ahmad, Bukhāri, Muslim dan At-Tirmidzi)

Kenapa? Ubay menangis karena sangat gembira.

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā mengenalnya, Allāh menyebut namanya.

Orang yang ikhlash, dia tahu bahwasannya Allāh mengetahui amal ibadahnya meskipun mungkin orang lain tidak ada yang melihatnya. Mungkin orang lain tidak mempedulikannya, mungkin orang lain merendahkannya.

Tapi dia tahu dan yakin, bahwasannya apa yang dia lakukan, kebaikan yang dia lakukan diketahui oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Oleh karena itu, Syaikh 'Abdurrahmān bin Nāshir As-Sa’di rahimahullāh dalam kitabnya “Al Wasāil Al Mufīdah Lil Hayāti Sa’īdah” (Kiat-kiat Untuk Meraih Kebahagiaan), beliau menyebutkan:

■ Di antara hal yang bisa mendatangkan kebahagian yaitu seseorang tatkala berbuat baik kepada orang lain. Jangan dia menganggap sedang bermuamalah dengan orang tersebut, tetapi dia sedang bermuamalah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Tatkala dia memberikan sumbangan kepada orang lain, tatkala dia memberikan bantuan uang kepada orang lain, dia ingat bahwasanya sekarang ini sedang bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, Allāh sedang melihat dia memberi sumbangan.

Muamalah dia bukan dengan orang yang dia bantu, tapi muamalah dia dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.
Sehingga jika perkaranya demikian, yang dia harapkan hanyalah pujian Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, yang dia harapkan Allāh mengetahui siapa dirinya.

Semakin dia ikhlash, semakin tidak ada orang yang mengetahui amalannya, Allāh akan semakin mengetahui dia, Allāh akan semakin mengenalnya, Allāh akan semakin mencintainya.

Oleh karenanya dia tidak peduli dengan komentar orang-orang yang dia bantu, dia tidak perlu dengan komentar orang lain.

Dan syi'arnya sebagaimana orang-orang yang bertaqwa yang Allāh sebutkan dalam Al Qur’an:

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ الله لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

“Kami memberi makan kepada kalian karena Allāh Subhānahu wa Ta'ālā (muamalah kami dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, bukan dengan kalian). Kami tidak butuh dari kalian terima kasih dan kami tidak butuh dari kalian balasan.” (Al-Insān: 9)

Inilah orang yang paling ikhlash, orang yang paling bahagia.

Adapun orang yang tidak ikhlash, dia senantiasa sibuk mendengar komentar orang lain tentang bagaimana amalan dia. Apakah dia dipuji, apakah dia dicela.

Tapi orang ikhlash, dia tidak peduli dengan perkataan orang lain, yang penting dia baik di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Dia tahu bahwasanya pujian manusia tidak akan meninggikan derajatnya dan dia tahu bahwa celaan manusia pun tidak akan merendahkan derajatnya, yang penting dia baik di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Benar-benar konsentrasi dia, bahwasanya dia bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Karenanya, diantara 7 golongan yang akan Allāh naungi pada dihari kiamat kelak, ada dua orang yang ikhlash Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sebutkan tentang ciri khusus mereka itu ikhlas.

⑴ Yang pertama, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِيَمِينِهِ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

"Seseorang yang dia berinfaq dengan tangan kanannya kemudian dia sembunyikan sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan olah tangan kanannya".

Dia bahagia tatkala dia tahu bahwasanya hanya Allāh yang mengetahui amalan dia. Dia tidak perdulikan komentar orang lain, bahkan dia sengaja menyembunyikan amalannya, agar yang mengetahui hanyalah Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Dia tidak butuh pujian orang lain.

⑵ Yang kedua, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam diantaranya.

رَجُلٌ ذَكَرَ الله خَلَاءٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

"Seseorang yang tatkala dia mengingat Allāh tatkala bersendirian, maka kemudian matanya mengalirkan air mata."

(Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al-Bukhāri, II/143 – Fat-h, dan Muslim no. 1031).

Orang ini, dia bersendirian dan dia begitu merasakan kelezatan tatkala mengingat Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, tatkala mengagungkan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Dia seakan-akan sedang berbicara langsung dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, sehingga diapun menangis meskipun tidak ada yang melihat dia, mengeluarkan air mata kebahagiaan.
Kenapa?

Allāh mengetahui tangisan dia, Allāh mengetahui dia mengagungkan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Bahkan diantara tafsiran para ulama: Demikian pula seseorang yang tatkala dihadapan orang banyak, namun saking ikhlasnya, dia bisa mengkondisikan dirinya seakan-akan dia sedang sendirian.

Kenapa? Karena dia tidak mempedulikan komentar orang lain.

Sehingga dia tetap menangis meskipun dihadapan banyak orang karena dia yakin sedang bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Sehingga meskipun dihadapan banyak orang, dia tetap menangis karena mengagungkan keagungan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Anda akan bahagia jika anda mengikhlashkan amalan ibadah anda hanya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Adapun jika anda sibuk dengan komentar orang lain, sibuk dengan pujian orang lain atau sibuk dengan cercaan orang lain terhadap anda, maka anda tidak akan pernah bahagia.

Karena tidak mungkin ada seorangpun yang akan dipuji oleh semua orang, tidak mungkin, mustahil.

Betapapun baiknya anda, pasti ada yang memuji dan pasti ada yang mencela.

Kalau Allāh Subhānahu wa Ta'ālā Rabbul 'ālamīn, Pencipta alam semesta ini tidak selamat dari celaan ciptaan-Nya, ciptaan makhluknya, seperti orang-orang yahudi mengatakan bahwasanya,

يَدُ الله مَغْلُولَةٌ

“Tangan Allāh terbelenggu,” (Al-Maidah 64)

Mereka mengatakan:

إِنَّ الله فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ

“Sesungguhnya Allāh miskin dan kamilah yang kaya.” (Āli 'Imrān 181)

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā tidak selamat dari cercaan makhlukNya. Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang memiliki akhlak super mulia pun tidak selamat dari cercaan kaumnya.

Bagaimana dengan kita?

Bagaimana dengan anda?

Tentunya mengharapkan keridhaan seluruh manusia adalah sesuatu yang mustahil, sebagaimana perkataan Imam Syāfi'ī rahimahullāh:

رضا الناس غاية لا تدرك

“Bahwasanya mencari keridhaan manusia adalah suatu hal yang mustahil (tujuan yang mustahil) untuk diraih”.

Karenanya, ikatkan hati anda hanya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Yakinlah bahwasanya anda sedang bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, maka anda akan bahagia karena Allāh yang akan membahagiakan anda dan anda tidak akan memperdulikan komentar manusia.

والله تعالى أعلم بالصواب
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه

✒Tim Transkrip Materi BiAS
__________________________
📦 Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut:
🌐 http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran

Pembukaan Kajian Matan Abu syuja

🌍BimbinganIslam.com
Jum'at, 6 Dzulqa'dah 1436 / 21 Agustus 2015
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📙Muqaddimah Bagian 2
🔊Kajian 02 |  Pentingnya Kita Belajar Agama (Bagian 2)
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و بعد.

Ikhwah fiddīn a'āzaniyyallāhu wa iyyākum, pada halaqah ke-2 ini, di dalam muqaddimah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai pelajaran kita tentang ringkasan Fiqh Syar'iyyah Matan Abū Syujā'.

● PERTAMA

Wajib bagi para penuntut ilmu untuk mengikhlaskan niat karena Allāh Subhānahu wa Ta'āla, karena menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah dan bagian dari jihad fī sabīlillāh.

Allāh Ta'āla berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا الله مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

"Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk memurnikan keta'atan hanya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla." (Al-Bayyinah:5)

Ikhwah fiddīn a'āzaniyyallāhu wa iyyākum,

Dan niatkan kita menuntut ilmu adalah untuk menghilangkan kebodohan yang ada pada diri kita dan juga kita berusaha mengangkat kebodohan yang ada pada diri orang lain, agar kita semua dan mereka bisa memahami apa yang diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan RasulNya.

● KEDUA

Hendaknya bersabar di dalam menuntut ilmu dan tidak tergesa-gesa. Hendaknya bertahap, mulai dari tahap yang dasar, kemudian menengah dan dilanjutkan dalam tahap berikutnya.

Diantara tahap dasar bagi seseorang dalam menuntut ilmu adalah mengetahui perkara-perkara yang mendasar yang wajib 'ain bagi dirinya.

Dan diantara tahap awal dalam masalah cabang ilmu fiqih adalah memulai memahami gambaran permasalahan secara ringkas sebelum mendalami atau menyibukkan diri dalam permasalahan-permasalahan yang mendetail, misalnya perbedaan para ulama, dalil-dalil mereka dan seterusnya.

Allāh Ta'āla berfirman :
كُونُوا رَبَّانِيِّينَ

"Dan jadilah kalian seorang yang Rabbani." (Āli 'Imrān:79)

Ibnu 'Abbas radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu, beliau mengatakan tentang ulama Rabbani, mereka adalah:

أَنَّهُ الَّذِيْ يُعَلِّمُ النَّاسَ بِصِغَارِ الْعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِ

"Mereka adalah orang-orang yang mengajarkan manusia perkara-perkara yang mendasar sebelum perkara-perkara yang lanjut."

Oleh karena itu, ikhwah fiddīn a'āzaniyyallāhu wa iyyākum,

Adalah sebuah kesalahan apabila kita menyibukkan diri kita atau menyibukkan orang lain pada perkara-perkara khilaf diantara para ulama. Padahal kita sendiri atau orang lain belum mengetahui perkara yang mendasar yang wajib untuk diketahui.

Kemudian ikhwah fiddīn a'āzaniyyallāhu wa iyyākum,

● KETIGA

Bahwasanya para ulama, baik yang terdahulu maupun yang terkini, mereka senantiasa mengajarkan kitab-kitab fiqih secara bertahap. Mulai dari tahap yang dasar, menengah kemudian lanjut.

Sebagaimana para ulama terdahulu, mereka menulis kitab-kitab dari dasar. Seperti Imam Nawawi rahimahullāhu, beliau menulis Kitab Al-Minhāj yang merupakan ringkasan fiqih Asy-Syāfi'ī. Kemudian dilanjutkan dengan Kitab Ar-Raudhah yang lebih panjang penjelasannya. Kemudian dilanjutkan dengan Kitab Al-Majmū' yang merupakan disana dijelaskan tentang perbedaan pendapat para ulama, dalil-dalil dan diskusi diantara mereka.

Begitu juga Ibnu Qudāmah Al-Hanbali. Beliau menulis kitab dasar, Kitab 'Umdatul Fiqh, kemudian dilanjutkan dengan Kitab Al-Kāfi, kemudian dilanjutkan kitab-kitab panjang yaitu Kitab Al-Mughni sebagaimana yang kita ketahui.

Perkara yang ke-4 yang perlu kita sampaikan,

● KEEMPAT

Bahwasanya didalam mempelajari kitab Madzhab Syāfi'ī ini, bukan berarti kita fanatik terhadap Madzhab Syāfi'ī ataupun kita taqlid. Karena sesungguhnya, semua perkataan selain dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bisa diterima ataupun ditolak.

Oleh karena itu para ulama, baik terdahulu maupun terkini, bahkan Imam Syāfi'ī sendiri, beliau mengatakan :

إِذَا صَحَّ الْحَدِيْثِ فَهُوَ مَذْهَبِيْ

"Apabila hadits itu shahih maka itu adalah pendapatku."

Oleh karena itu, hendaknya penuntut ilmu berpegang kepada Al-Kitāb dan Sunnah di dalam berpendapat.

Kemudian perkara yang ke-5 di dalam mempelajari matan Abū Syujā' yang merupakan ringkasan fiqih Syāfi'ī ini,

● KELIMA

Akan kami jelaskan secara ringkas saja dan lebih fokus kepada bagaimana masalah-masalah (gambaran masalah) yang dibahas oleh para ulama, bukan pada khilaf ataupun perbedaan pendapat diantara mereka. Dan akan kami jelaskan secara ringkas dalil-dalil apabila nanti dibutuhkan.

● KEENAM

Pada pembahasan kitab fiqih ini tentu akan memakan waktu yang sangat panjang, oleh karena itu jika ada kesempatan mendatang, mungkin kita bisa selesaikan pada kajian intensif, baik secara offline maupun online. Maka akan kami sampaikan linknya kepada para ikhwah sekalian agar faidahnya bisa lebih menyeluruh.

Demikian yang bisa kami sampaikan pada halaqah yang ke-2.

وَصَلَّى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ والسلّم
وآخر دعونا عن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
____________________________
📦 Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut:
🌐 http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran

Monday, August 17, 2015

Hakikat Merdeka

Merdeka Itu.

Ada yang masih ragu, benarkah kita telah merdeka..?

Beragam makna arti merdeka mengemuka..

Namun (setidaknya) bagi kami..

Merdeka itu..

Membebaskan diri dari syahwat dan syubhat..

Menuju terangnya jalan ilmu dan amal..

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللهِ

"Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun" (Al-Qashshash: 50)

Merdeka itu..

Lantang menyuarakan kebenaran..

Baginya tiada beda antara celaan dan pujian..

Sebab pujian pun sesungguhnya adalah ujian..

Ibnu ‘Ajibah rahimahullah menuturkan,

“Janganlah engkau tertipu akan pujian yang menjumpaimu.. Mereka yang memuji sesungguhnya tidak mengetahui keadaan dirimu melainkan yang nampak saja.. Adapun engkau lebih mengetahui hakikat isi hatimu.." 

Pria merdeka itu..

Bila ia sanggup shalat lima waktu di masjid berjama'ah..

Terlebih shalat subuh dan isya..

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh..." (HR. al-Bukhari: 141, Muslim: 651)

Wanita merdeka itu..

Ketika ia sangat penyayang kepada anak dan suami..

Serta tidak menduakan cinta..

تََزَوَجُوْا الوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ

"Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah memiliki anak (subur).."

(Hasan shahih, HR Abu Dawud: 2050, Ibnu Hibban: 9/363)

Keluarga merdeka itu..

Saat canda tawa mengiringi hari-hari mereka..

Bukan tangis dan amarah..

Serta bersama saling mengingatkan dahsyatnya api neraka..

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.." (QS at-Tahrim: 6)

Merdeka itu..

Melepaskan diri dari penghambaan kepada makhluq..

Menuju penghambaan hanya kepada Allah Sang Khaliq.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada Engkau kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan" (QS Al-Fatihah: 5)

Merdeka..!!

Friday, August 7, 2015

Keajaiban Doa

🌍BimbinganIslam.com
Jum'at, 22 Syawal 1436 H / 7 Agustus 2015 M
📝 Materi Tematik
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
▶  Kekuatan dan Keajaiban Do'a
📺 Video Source
https://www.youtube.com/watch?v=ANbkR9Jt4a0
⬇ Download Audio
https://drive.google.com/open?id=0B1e0BM9z9hzYcmhnaHN1dHlxOGs
-----------------------------------

KEKUATAN DAN KEAJAIBAN DO’A

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Siapa manusia di atas muka bumi ini yang tidak mengalami masalah.
Setiap kita, setiap manusia, pasti menghadapi problematika.

Ada yang diliputi kesedihan karena memikirkan kekurangan harta.
Ada yang diliputi kesedihan karena memikirkan hutang yang bertumpuk-tumpuk.
Ada yang diserang dengan kegundah-gulanaan karena mengharapkan anugerah anak yang tidak datang-datang.
Dan ada jua yang bersedih karena merasakan penderitaan penyakit yang tidak kunjung sembuh.

Banyak orang yang mencari solusi dari problematika yang dihadapinya.

Tentunya, tidak mengapa manusia berusaha untuk menghilangkan kesulitan yang dia hadapi. Bahkan dia harus berusaha.

Akan tetapi, solusi yang paling utama yang terkadang dilupakan oleh seorang mukmin adalah solusi do’a.

Do’a merupakan solusi yang pertama, bukan solusi yang terakhir.
Bahkan dia adalah solusi yang pertama sebelum usaha yang lain dilakukan.

Bukankah para ulama menyatakan bahwasanya do’a adalah “senjatanya mukmin”,

Yakinlah bahwasanya segala problematika, segala masalah, jika Allāh berkehendak,  Allāh hanya mengatakan, “Kun, fayakun,” maka hilanglah dengan sekejap mata segala problematika.

Solusi yang terbaik adalah  do’a yang tulus yang diucapkan seorang hamba dalam waktu beberapa menit yang keluar dari hati yang sangat dalam, bisa menghilangkan problematika yang mungkin telah dialami dalam waktu yang panjang.

Lihatlah, bagamana para nabi berdo’a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Para nabi, orang-orang yang sholeh juga diuji oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Mereka juga mengalami problematika, juga mengalami kesedihan.

Lihatlah Nabi Ayyub ‘alaihi salam yang pernah diuji Allāh Subhānahu wa Ta'āla dengan penyakit.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman, menyebutkan tentang kisah Nabi Ayyub ‘alaihi salam:
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“(ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, ‘(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang’." (QS. Al-Anbiya: 83)

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

“Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allāh.” (QS. Al-Anbiya: 84)

Dan ingatlah bagaimana Nabi Ayyub ‘alaihi salam, tatkala dia berkata kepada Rabbnya,

“Ya Allāh, aku ditimpa dengan pederitaan, ditimpa dengan penyakit dan Engkau adalah zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Suatu kalimat yang keluar dari Nabi Ayyub ‘alaihi salam dengan do'a yang tulus dari hati yang dalam, Allāh hilangkan penyakit yang dialaminya bertahun-tahun.

Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla, “Kami kabulkan permintaanya dan Kami hilangkan penyakit yang dialaminya.”

Demikian juga Allāh sebutkan tentang Nabi Yunus ‘alaihi salam:
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zholim."
(QS Al-Anbiya: 87).

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Maka Kami telah memperkenankan doanyadan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.
(QS Al-Anbiya: 88).

Nabi Yunus ‘alaihi salam, tatkala ditelan ikan paus kemudian dia tenggelam dalam tiga kegelapan.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan bahwa Nabi Yunus ‘alaihi salam menyeruh dalam kegelapan-kegelapan.

Beliau berada dalam kegelapan perut ikan paus, berada dalam kegelapan malam dan berada dalam kegelapan lautan.

Tidak ada yang bisa menyelamatkannya kecuali Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Maka Nabi Yunus kemudian mengatakan, “Ya Allāh, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, ya Allāh.  Aku termasuk orang-orang yang berbuat zholim.”

Apa kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla?
“Kamipun mengabulkan do'a Nabi Yunus, Kami selamatkan dia dari  kesedihan.”

Kemudian Allāh tutup firman Nya dengan mengatakan,
“Dan demikinalah kami selamatkan orang –orang yang beriman.”
Artinya apa?

Keselamatan ini bukan hanya khusus kepada Nabi Yunus ‘alaihi salam saja, tetapi juga kepada kaum  mukminin.

Allāh sebutkan lagi dalam surat yang sama tentang Zakaria:

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.”
(QS Al-Anbiya: 89).

Nabi Zakaria berdo’a ingin mendapatkan anak, “Ya Rabbku, jangan Engkau biarkan aku sendiri.”

Maka Allāh kabulkan permintaan Nabi Zakaria ‘alaihi salam.

Saya ingin mengajak saudaraku sekalian untuk merenungkan bahwasannya do’a merupakan senjata yang pertama, bukan yang terakhir.
Bukan berarti saya mengajak untuk tidak berusaha.

Usaha terus dijalankan karena Allāh memerintahkan kita untuk berusaha.
Nabi memerintahkan untuk berusaha, tetapi do’a merupakan senjata yang pertama .

Dan jangan pernah kita meremehkan do’a. Doa sering mendatangkan keajaiban.

Disebutkan oleh para ahli tafsir seperti Ibnu Katsir rahimahullah, kenapa Nabi Zakaria setelah menikah sekian lama, setelah mencapai masa tua, baru kemudian beliau meminta agar dianugerahi seorang anak?

Jawabnya, karena Nabi Zakaria melihat keajaiban yang terjadi pada Maryam binti Imran.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allāh menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata, 'Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?' Maryam menjawab, 'Makanan itu dari sisi Allāh.' Sesungguhnya Allāh memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab."
(QS: Ali Imran Ayat: 37)

Tatkala Zakaria masuk ke kamar/mihrab Maryam, Zakaria mendapati ada rizki yang Allāh berikan kepada Maryam.

Maka Zakaria bertanya, “Wahai Maryam, dari mana engkau dapatkan rizki ini?”

Kata Maryam, “Ini semua dari sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla,” padahal Maryam tidak keluar dari rumahnya.

Seharusnya makanan tersebut diantarkan oleh Zakaria, ternyata tiba-tiba ada makanan disitu. Maka ini menakjubkan Zakaria ‘alaihi salam.

Disebutkan oleh para ahli tafsir, Allāh memberikan buah –buahan yang tidak muncul kecuali dimusim panas dan Allāh hidangkan dimusim dingin.

Dan sebaliknya, tatkala musim panas Allāh hidangkan buah-buahan yang tidak tumbuh kecuali dimusim dingin.
Dari situ lah, maka saat itu juga Zakaria berdo’a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dia melihat  ternyata Allāh bisa mendatangkan makanan atau buah-buahan yang tidak tumbuh kecuali dimusim dingin, Allāh munculkan dimusim panas dan sebaliknya.

Sehingga, walaupun dia melihat dirinya sudah tua dan istrinya dalam keadaan mandul, tidak menjadikan zakaria putus asa, diapun berdo’a kepadaAllāh Subhānahu wa Ta'āla.

Sebagaimana Allāh sebutkan do’a Zakaria, kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا

"(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,"

إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا

"Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut."

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

"Ia berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku'."
(QS: Maryam Ayat: 2-5)

Ternyata Allāh kabulkan permintaan Zakaria ‘alaihi salam.

Dari  sini kita yakin, terkadang do’a melakukan berbagai macam keajaiban.

Hanyasaja do’a tersebut harus kita keluarkan dari hati yang tulus dengan penuh adab  dengan pengharapan kepada Alah Subhanahu wa Ta’ala dan yakin bahwasanya Allāh Maha Mengabulkan segala do’a.

Oleh kerenanya Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ

“Berdo’alah kepada Allāh dalam keadaan yakin akan dikabulkan”
(Hadits Riwayat Tirmidziy, dihasankan Syaikh Al Albani)

Berdo’alah kalian  kepada Allāh dalam keadaan yakin bahwasanya Allāh akan mengabulkan do’a kalian.

Dan ketahuilah, bahwasannya Allāh tidak akan mengabulkan do’a dari hati yang lalai.

Tatkala berdoa perlu:
-  keseriusan
-  keyakianan
-  husnuzhon kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla
-  pilih waktu-waktu yang mustajab.

Pada sepertiga malam yang terakhir, tatkala Allāh turun ke langit dunia, Allāh menyatakan:

“Apakah ada diantara hamba-hambaKu yang beristighfar akan aku ampuni, apakah ada diantara hambaKu yang meminta akan aku kabulkan permohonannya.”

Barangsiapa yang bangun ditengah malam kemudian dibuka dengan shalat malam, kemudian berdo’a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dengan hati yang tulus dengan penuh pengharapan dengan husnuzhon kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, maka sulit untuk tidak dikabulkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Oleh karenanya jangan pernah meremehkan do’a.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata:
“Janganla engkau mengejek do’a dan jangan engkau meremehkan do’a.  Engkau tidak tau apa yang dilakukan oleh do’a. Doa itu ibarat panah-panah yang dilepaskan ditengah malam, tidak akan meleset. Pasti suatu saat akan mengena, tetapi untuk mengena itu butuh waktu.”

Oleh karenanya seorang tatkala berdo’a dimalam hari, yakinlah suatu saat pasti dikabulkan oleh allah Subhanahu wa Ta’ala, cepat atau lambat.
Allāh yang lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba –hamba Nya.

Marilah kitra bersama-sama berdo’a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dengan penuh keyakinan dan pengharapan, niscaya Allāh akan menghilangkan segala probematika  yang kita hadapi dengan do’a yang tulus.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ditranskrip oleh:
Tim Transkrip BiAS
➖➖➖➖➖➖➖

Fitnah Wanita

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 21  Syawal 1436 H / 6 Agustus 2015 M
📝 Materi Tematik
▶ Dahsyatnya Fitnah Wanita
⬇ Download Audio
https://drive.google.com/open?id=0B1e0BM9z9hzYSm9EcGx1eG9PWXM
📺 Video Source
https://www.youtube.com/watch?v=VigFHkYbS9M

DAHSYATNYA FITNAH WANITA

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه و من واله

Sesungguhnya wanita merupakan fitnah terbesar bagi kaum laki-laki.

Bukti yang nyata, kita lihat di zaman sekarang betapa banyak lelaki yang begitu mudah tergoda dengan para wanita. Dan syaithan benar-benar menjadikan para wanita sebagai sarana untuk menjerat kaum lelaki.
Terjadilah banyak perzinahan dan hubungan gelap yang diharamkan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Dan hal ini telah diingatkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dari dahulu. Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

فَاتَّقُوا الدُّنْيَا, وَاتَّقُوا النِّسَاءَ, فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ, كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

"Takutlah kalian kepada dunia dan takutlah kalian kepada wanita."
(HR. Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudriy)

Kita tahu bahwasanya fitnah wanita merupakan bagian dari fitnah dunia.

Akan tetapi Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengkhususkan penyebutan fitnah wanita.

Kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan kenapa mengkhususkan penyebutan fitnah wanita.

Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

"Sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah karena wanita."
(HR. Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudriy)

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam juga bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

"Tidak pernah aku tinggalkan suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi para lelaki yang lebih dari fitnah wanita."
(HR. Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid)

Sungguh fitnah wanita adalah fitnah yang paling berbahaya bagi kaum lelaki.

Bahwasanya lelaki diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā memiliki hasrat kepada wanita, tunduk kepada wanita.

Sampai-sampai Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

المرأةُ عَوْرةٌ، فإذا خَرَجَت استَشْرَفَها الشَيطانُ

"Sesungguhnya wanita itu 'aurat dan jika dia keluar dari rumahnya maka syaithan sudah mengincarnya." (HR. Tirmidzi)

Kenapa syaithan mengincarnya?
Karena syaithan ingin menjadikan para wanita sebagai sarana untuk menjebak para lelaki, untuk menjauhkan para lelaki dari agama mereka.

Dijadikanlah para wanita:

√ senang berhias
√ mengumbar aurat mereka
√ sebagai hiasan dimana-mana
√ wanita menjadi pajangan

Itu kenyataan yang kita lihat dimana-mana.

Karena memang suatu pemandangan yang sangat dicintai para lelaki.

Syaithan mengerti hal ini. Dan syaithan menjadikan wanita sebagai sarana yang sangat mudah untuk menjerumuskan para lelaki.

Terlebih lagi, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda dalam haditsnya:

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ  

"Aku tidak pernah melihat makhluq yang kurang akalnya dan kurang agamanya namun lebih mampu menundukkan seorang lelaki yang tegas, seperti kalian, wahai para wanita." (HR. Bukhari dan Muslim)

Benar, wanita makhluq yang lemah akan tetapi dengan kelemahannya tersebut, dengan manjanya tersebut bisa begitu mudah menjatuhkan seorang laki-laki yang tegas.

Karena memang wanita merupakan fitnah terbesar bagi para lelaki.
Oleh karenanya, ini nasihat bagi para wanita dan juga para lelaki.

Para wanita jangan sampai jadi bahan dan sarana yang dimanfaatkan oleh iblis dan syaithan untuk menggoda para lelaki.

Dan para lelakipun harus berhati-hati, jangan terpengaruh dan jangan terjebak pada jebakan-jebakan iblis yang telah menjadikan para wanita sebagai fitnah.

Sungguh, Allāh Subhānahu wa Ta'ālā telah menyebutkan contoh yang sangat luar biasa yang Allāh abadikan dalam Alqurān tentang kisah Nabiyullāh Yusuf 'alayhissalām yang tegar dihadapan fitnah wanita.

Yang Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menjadikan kisah ini sebagai contoh nyata yang pernah dialami Nabi Yusuf 'alayhissalām.

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā berfirman:

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ (يوسف ٢٣)َ

"Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal dirumahnya menggoda dirinya.
Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, 'Marilah mendekat kepadaku.'
Yusuf berkata, 'Aku berlindung kepada Allāh, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik'." (QS. Yusuf: 23)

Maka wanita permaisuri itupun mulai merayu Nabi Yusuf untuk berzina.

Kemudian dia menutup pintu-pintu yang ada agar tidak ada yang melihat mereka tatkala berzina.

Kemudian sang wanita berkata,
"Kemarilah engkau, mari kita melakukan perzinahan."

Akan tetapi Nabi Yusuf 'alaihissalām dengan begitu tegarnya bisa melepaskan dirinya dari fitnah wanita permaisuri yang sangat cantik jelita tersebut.

Al-Imam Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Al-Jawābul Kāfi dan juga Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di di dalam tafsirnya menyebutkan beberapa ujian yang sangat berat yang dialami Nabi Yusuf tatkala berhadapan dengan rayuan permaisuri tersebut.

Diantaranya:

Nabi Yusuf 'alayhissalām adalah lelaki yang gharib (asing).
Asalnya beliau tinggal di Palestina kemudian berpindah ke negeri Mesir.

Dan kita tahu bahwasanya lelaki yang asing kalau hendak bermaksiat di negeri orang lebih berani daripada bermaksiat di kampung sendiri.

Adapun kalau bermaksiat dikampung sendiri dia akan malu jika ketahuan, malu juga bagi keluarganya dan kerabatnya.

Nabi Yusuf masih sangat muda tatkala itu.
Kita tahu besarnya gejolak syahwat seorang yang masih muda.

Yang merayu adalah sang wanita terlebih dahulu.
Lelaki terkadang malu merayu sang wanita tetapi tatkala wanita yang mulai merayu maka mudahlah tersungkur seorang lelaki.

Siapa wanita yang merayu Nabi Yusuf ini? Adalah wanita yang sangat cantik jelita, seorang permaisuri raja.
Selain cantik, dia juga telah menghias dirinya, sehingga kecantikan di atas kecantikan.

Ini ujian yang luar biasa.

Sang wanita telah mengunci seluruh pintu, tidak ada yang melihat.
Dan kita tahu bagaimana kondisinya jika seorang hendak bermaksiat dan tidak ada yang melihat.

Dia akan lebih mudah bermaksiat karena tidak malu, karena tidak ada yang melihat dia.

Ini ujian-ujian berat yang dialami Nabi Yusuf 'alayhissalām.
Akan tetapi Nabiyullāh Yusuf 'alayhissalām tegar dalam menghadapi ujian tersebut. Kenapa?

Karena dia takut kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Kata Allāh Subhānahu wa Ta'ālā:
إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ (يوسف ٢٤)

"Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih."(QS. Yusuf: 24)

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menyelamatkan Nabi Yusuf 'alayhissalām karena Nabi Yusuf 'alayhissalām adalah orang-orang yang ikhlash.

Dan Nabi Yusuf pun segera lari meninggalkan tempat tersebut.

Tidak ada yang menjamin Nabi Yusuf 'alayhissalām akan tegar terus dihadapan maksiat tersebut, maka dia segera meninggalkan tempat maksiat tadi.

Oleh karenanya, jika anda dihadapkan pada fitnah wanita, jika anda dirayu oleh seorang wanita yang cantik jelita dan kaya raya, ingatlah bagaimana Nabi Yusuf 'alayhissalām digoda dengan godaan yang lebih berat dari yang anda hadapi.

Akan tetapi karena Nabi Yusuf berdo'a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā dan mengingat keagungan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā dan takut akan adzab Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, maka dia meninggalkan tempat maksiat tersebut.

Dia meninggalkan rayuan wanita tersebut.

Hendaknya kita ingat akan hari akhirat bahwasanya kenikmatan yang kita dapatkan dengan cara yang haram, dengan berhubungan yang tidak benar dengan wanita yang tidak halal bagi kita, maka ingatlah bahwa kita hanya mendapatkan nikmat sesaat.

Setelah itu kita akan mendapatkan siksaan yang terus menerus, yang pedih yang akan dirasakan oleh seseorang yang bermaksiat kepada Allāh, yang melakukan perzinaan, yang melakukan hubungan gelap dengan wanita yang tidak halal baginya.

Allāh mengancam mereka (orang-orang yang berzina) di akhirat kelak, mereka akan diadzab di alam kubur sebelum diadzab di neraka Jahannam.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menjauhkan kita dari fitnah wanita.

Dan semoga Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menegarkan iman kita tatkala kita dihadapkan dengan rayuan dan godaan wanita yang tidak halal bagi kita.

Wahai para wanita, janganlah anda mau dimanfaatkan oleh iblis, jangan anda mau dijadikan perangkap iblis untuk menjerat para kaum lelaki.

Ingatlah setiap aurat yang anda buka yang dilihat oleh para lelaki akan dicatat oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā dan akan menambah beratnya adzab anda pada hari kiamat kelak.

Semakin banyak mata yang melihat aurat yang anda umbar maka semakin berat pula adzab yang anda rasakan di akhirat kelak.

Oleh karenanya, begitu mengerikan bagaimana kondisi para artis, para wanita yang menjadi bintang iklan, yang mengumbar aurat mereka, terpajang ditelevisi dan iklan-iklan yang dilihat oleh jutaan orang.

Maka sungguh pedih adzab yang akan mereka rasakan jika mereka tidak bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Setiap mata yang menikmati aurat yang terumbarkan tersebut akan memperberat adzab anda di hari kiamat kelak.

Kemudian wahai para lelaki, jauhkanlah diri anda dari fitnah wanita.

Tundukkanlah pandanganmu karena Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Ingatlah bahwa Allāh Subhānahu wa Ta'ālā:
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ (غافر ١٩)

"Dia mengetahui (pandangan) Mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada." (QS. Ghafir: 16)

Mengetahui pengkhianatan pandangan mata anda meskipun tidak ada yang melihatnya.

Tatkala anda melirik wanita yang tidak halal bagi anda maka ketahuilah bahwa akan dicatat oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Kemudian jauhilah tempat-tempat maksiat, jangan menjebakkan diri anda dalam tempat-tempat bermaksiat.

Sungguh fitnah wanita bukan fitnah yang ringan, tapi fitnah yang luar biasa, fitnah terbesar bagi kaum lelaki.

Dan sekali lagi ingatlah, kalau anda telah terjebak dalam fitnah wanita, kemudian anda merasakan sedikit kenikmatan/kelezatan, dibalik kelezatan tersebut akan ada adzab yang pedih yang berkepanjangan di alam kubur sebelum di akhirat kelak.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menegarkan iman kita untuk tegar tatkala diuji oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, tatkala dihadapkan dengan fitnah wanita sehingga kita bisa selamat dari fitnah wanita.

Dan semuanya tidak akan bisa kita lakukan kecuali jika kita berdo'a dan mendapat taufiq dari Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

والله تعالى أعلم.
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.
و السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

✒Tim Transkrip Materi BiAS
____________________________

Yang tak dirindukan

Manusia yang tak dirindukan

Pagi ini sepulang mengantar anak2 ke sekolah, aku kedatangan seorang ibu yang sebelum ramadhan kemarin adalah sebagai asisten di rumahku untuk urusan cuci nyetrika. Lebih sebulan aku tunggu, dia tidak juga hadir. Dan kehadirannya hari ini sungguh mengejutkan. Bukan karena ia minta dipekerjakan kembali, tapi karena berita yang ia bawa.

Ia, si ibu, adalah seorang istri yang pernah ditinggalkan oleh suaminya. Dan ketika ditinggalkan, ialah yang akhirnya mengambil peran pencari nafkah Bagi ketiga anaknya. Suaminya ke mana? Yup! Sang suami lebih memilih wanita lain dan menikahinya ketimbang setia kepada istri yang telah memberikan anak2 kepadanya.

Setelah lebih dari 3 tahun ditinggalkan, si suami kembali ke rumah dalam keadaan lusuh. Padahal dulunya ia adalah seorang yang memiliki penghasilan dan usaha yang lumayan. Entah bagaimana ceritanya, setelah menikah dengan perempuan lain, semuanya berbalik. Dan sekitar 3 bulan yang lalu, sang suami kembali kepada istri lamanya. Kondisinya tak lagi sehat. Alhasil, si istri yang kerja di rumahku beberapa kali harus Izin tak masuk kerja karena mengurus suaminya.

Seringkali si ibu mengeluh dengan kehadiran suaminya ini. Ia bilang, "Saya mau ngga mau tetap nerima suami saya balik bu, Sebab mau diusir ya ngga tega juga.. cuma ya gitu bu, kalo balik2nya sehat mah ga pa2, ini giliran balik ke saya udah sakit-sakitan, ga punya uang, badan udah kurus kering. Jadinya kan ngerepotin saya, mana cuma saya aja yang kerja... kalo sakit begini kan nambahin beban saya aja, nambahin biaya."

"Hmmm, giliran udah jadi ampas, dikembalikan ketempat asalnya," begitu Pikirku saat itu.

Keluhan si ibu bukan satu atau dua kali, mungkin karena bingung apa yang harus dia lakukan. Sementara pihak keluarga sama sekali sudah tidak mau menerima kehadiran si suami, sehingga walau sakitnya makin menjadi pun, keluarga dari si ibu sama sekali tidak peduli.

Dan, pagi ini, yang mengejutkanku adalah berita duka. Ketika ku lihat sepedanya terparkir depan rumahku, dan ketika si ibu muncul dari pelataran rumahku, segera aku bertanya akan ketidak hadirannya sebulan ini.

"Bu, kemana aja?? Saya tungguin loh padahal.. mana nih ibu ga dateng2, padahal kan gajinya ibu masih ada sama saya..." kebetulan aku ngga pernah tau di mana rumah si ibu. Jadi uang gajinya yang sebulan kemarin belum ku setorkan ke beliau.

Ia bilang, "Iya bu, maaf, abis yang kemaren masuk terakhir itu, suami saya sakit dan ga sembuh2. Makin parah bu, akhirnya kemaren meninggal.."

Huuuufft! Akhirnya... Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun.. tapi aku sendiri bingung, apakah harus berduka untuknya, atau sebaliknya, karena dengan kepergian suaminya, kelihatannya ia sama sekali tidak sedih, justru terasa jika bebannya berkurang.

"Iya bu, saya kemaren bener2 repot ngurusin laki saya, Abisnya udah ga bisa bangun, pipis di situ, pup juga disitu.. mau ga mau saya yang urusin, Abisnya sodara2 saya ga ada yang mau bantuin lagi. Tapi saya jadinya ga bisa kerja, makanya saya mau dateng ke ibu lagi sekarang, mau kerja lagi. Suami saya udah ga ada, jadi ga repot lagi saya," ucapnya dengan wajah polos dan sama sekali tidak ada nada kesedihan dari suara dan kalimatnya.

"Loh, kan ada anak2 bu.." tanyaku.
"Yah, anak2 mana mau ngurusinnya bu, udah pada kesel sama bapaknya.."

Ya, kesal karena mereka telah ditelantarkan selama beberapa tahun tanpa nafkah sama sekali.

Aku cuma bisa terdiam sambil tercenung.
Miris... ketika seseorang berada di akhir ajalnya, keluarganya justru sama sekali tak mau berada di sisinya...

Teringat sebuah kalimat "Ketika kehadiranmu tak lagi diinginkan, dan ketika ketidakhadiranmu tak lagi dirindukan, maka sesungguhnya kamu telah kehilangan harta yang tak ternilai yang bernama KELUARGA".

Astaghfirullah... semoga tulisan ini bisa menjadi i'tibar bagi para suami atau istri yang tega meninggalkan keluarganya hanya karena wanita atau pria yang lebih menarik.

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Wallahu a'lam bisshowab
HarMul, 3 Agustus 2015 @ 09.00 am

Thursday, July 30, 2015

Pesan dan Makanlah Secukupnya

Oleh Cun Liang

“PESAN HANYA YANG SANGGUP KALIAN MAKAN !”

Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, tentu banyak yang mengira warganya hidup foya2.

Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan2 masuk ke restoran. Kami lihat banyak meja kosong. Ada satu meja dimana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada 2 piring makanan & 2 kaleng minuman di meja mereka.

Saya bertanya dalam hati, apa hidangan yang begtu simple dapat disebut romantis & apa si gadis tidak akan meninggalkan si pemuda kikir tersebut?

Kemudian ada lagi beberapa wanita tua di meja lainnya. Ketika makanan dihidangkan, pelayan membagi makanan tersebut & mereka menghabiskan tiap butir makanan yang ada di piring mereka.

Karena kami lapar, rekan kami pesan lebih banyak makanan. Saat selesai, tersisa kira2 sepertiganya yang tidak dapat kami habiskan di meja. Begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yang dari meja sebelah berbicara pada kami dalam bahasa Inggris, kami dan teman2 paham bahwa mereka tidak senang kami memubazirkan makanan.

Lalu temanku berkata kepada wanita tua itu : "Kami yang bayar kok, bukan urusan kalian berapa banyak makanan kami yang tersisa",

Wanita2 itu meradang. Salah satunya segera mengeluarkan HP & menghubungi seseorang. Sesaat kemudian seorang lelaki berseragam Sekuritas Sosial pun tiba. Setelah mendengar sumber masalah pertengkaran, Petugas Sekuritas Sosial itu menyatakan kami bersalah, lalu menerbitkan surat denda Euro 50 (Rp. 750.000) pada kami, sambil menyerahkan surat denda tersebut, Petugas itu berkata dengan suara yang tegas, 

:“UANG MEMANG MILIK KALIAN TAPI SUMBER DAYA ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORANG LAIN DI DUNIA YANG KEKURANGAN. KALIAN TIDAK PUNYA HAK UNTUK MENGHAMBURKAN SUMBER DAYA ALAM INI, PESAN HANYA YANG SANGGUP KALIAN MAKAN !”

Kami hanya bisa diam tertunduk malu.

PENGALAMAN INI MENGAJARKAN KAMI AGAR MENGUBAH KEBIASAAN BURUK KITA.

Pola pikir dari masyarakat di negara makmur tersebut seharusnya membuat kita semua malu, KITA SUNGGUH HARUS MERENUNGKAN HAL INI. Kita ini dari negara yang tidak makmur2 amat. Untuk gengsi, kita sering pesan banyak & sering berlebihan saat menjamu tamu kita.

“MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY.”

Semoga terinspirasi.