Friday, August 5, 2016

Tidak Adil pada Anak

#Thinkingtipsday34

Tidak Adil

Sebagai ibu, banyak sekali saya merasa tidak adil terhadap anak saya. Walau saya rasa, suami saya juga ada ketidakadilan-nya, namun biarlah ia menilai dirinya sendiri. 😏

Bagaimana tidak adilnya?

Saya menyuruhnya sholat, sementara saya menghabiskan scrolling fb detik-detik terakhir, atau menyelesaikan ngelap kompor yang dikit lagi. Ngepel setelah nyapu, karena kalau disela sholat dulu, lantainya keburu kotor lagi. 

Sementara mulut saya komat kamit mengingatinya agar bangun dari kemalasannya dan segera berwudhu. 

Akhirnya? 

Cara dia untuk turut mengajakku segera sholat adalah dengan berwudhu dan berkata 'ma, sholat jama'ah yuk!'

Glek. Skak mat!.

Saya tidak adil ketika menyuruh anak-anak untuk memiliki kebiasaan baik untuk segera mandi seketika setelah bangun pagi, walaupun terkadang saya baru sempat mandi di sore hari.☹️

Saya tidak adil, ketika mengharapkan mereka cinta Al-Qur'an dan senantiasa suka membacanya. Sementara, kapan banget sih, mereka melihat saya terus menerus dalam segala waktu luang, memegang kitab suci?  
Saya memang mengaji, tapi kebanyakannya ketika mereka sedang terlelap, atau malam sekali. Jadi, toh mereka jarang melihat saya sedang mengaji?

Saya tidak adil, mengharapkan mereka suka sayuran, sehingga mereka bisa tumbuh menjulang tinggi dan sehat, sementara saya? Memilih-milih dan kalaupun mengambil, tidak sesuai dengan porsi nasi di piring 😞

Saya tidak adil, ketika mengharapkan anak hafal juz 30, lalu 29 dst. Sementara saya yang menjelang 40, belum tuntas dengan juz yang ada sejak kecil. 

Saya tidak adil. 

Banyak ketidak adilan saya pada mahluk kecil titipan tuhan pada saya. 😭

Dan parahnya, walau saya tahu; action speaks louder than words. Bahwa menjadi tauladan itu adalah suatu keharusan, sebelum mengharapkan keturunan saya lebih baik dari saya, saya masih banyak sekali terlena dan terlarut dalam kemalasan saya untuk menjadi contoh. 

Bukankah, nanti kita akan dimintai pertanggung jawaban tentang semua ini? 
Kurangkah berat beban itu?
Kenapa masih menganggapnya ringan?

Mana tauladan itu? Mana?  

Saya tidak adil. Masih belum. 
Semoga Allah mengampunkan saya. 
Semoga Allah sudi untuk senantiasa menatar saya menjadi hamba yang lebih baik. Lebih adil. Semoga saya bisa lebih 'mencambuk' diri,...sebelum waktu yang diberikan pada saya segera berakhir, nanti, besok, atau lusa. 

Bagaimana kiranya, mempunyai angan-angan anak yang sempurna fisik, mental, ahlaknya, jagoan di kelas dan juga penghafal Qur'an, ketika kehidupan kita, sebagai orang tuanya hanya stagnan dan bergerak sedikit sekali, dibandingkan masa remaja kita dulu;
Hijab hanya lebih panjang sedikit,
Bacaan sholat tetep belum ngerti,
Surat pendek yang sama diulang-ulang dalam sholat sejak 20tahun yang lalu,
Baju dasteran di rumah lengkap dengan rambut acak-acakan. 
Marah-marah jika ada yang berantakan, dan berharap mereka paham akan keletihan kita, dan mengajarkan mereka untuk bersabar ketika berebut mainan sama adiknya. 

😭

Mari sama sama kita segera kuatkan niat, 
Singkirkan malas,
Menyegerakan sholat,
Merapihkan pakaian ketika di rumah,
Menambah hafalan surat,
dan seribu satu hal lainnya, yang kita harapkan anak kita jadi lebih baik dari kita.

Yuk bikin list..
Apa saja yang kita inginkan anak kita menjadi,
dan bagaimana kita juga mencapai gol yang sama atau lebih, terutama dalam kebaikannya. 

Semoga Allah sudi, senantiasa membimbing kita dalam jihad memperbaiki diri dan keluarga. 

Bukankah musuh utamamu, adalah nafsumu sendiri?

Wallahu a'lam bis shawab

#winathethinkingcoach

A self reminder.

Dengarkan Curhatan Istri

Piprim Basarah Yunarso 

Suatu ketika ada seorang suami curhat:

"Saya lagi kesal dengan istri saya...rasanya pingin pisah aja kalo kayak gini terus....dia koq ngga ngerti banget ya, kerjaannya marah-marah terus...setiap malam saya pulang kerja dan ketika saya mau tidur karena capek, eh dia ngambek..padahal saya kan sudah kerja keras sejak pagi. Masa mau tidur aja ngga boleh...?"

"Jam berapa memangnya kamu sampe rumah ?"

"Jam 20.."

"Wah baru jam 20 sampe rumah dah mau langsung tidur? Gini ya..coba kamu bayangkan istrimu kerja di rumah seharian, mengurus anak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan amat berharap bisa sejenak ngobrol dengan kekasih hatinya yang ditunggui sejak pagi...lalu ternyata orang yang dia tunggui seharian itu langsung tidur ngorok...pantas kan kalo dia kecewa?

Ada suami-suami yang pulang jauh lebih larut..tapi dia langsung mandi, gosok gigi dan pake wewangian kesukaan sang istri...dan kemudian ia siap mendengarkan curhatan istrinya tercinta. Istri yang seharian kerja keras di rumah, yang menunggui dengan penuh harap...dan dia amat butuh ngobrol santai dengan suaminya...dia butuh didengarkan...sederhana bukan kebutuhannya itu ? Apalagi jika ditambah oleh-oleh makanan kesukaannya...pasti makin senang hatinya...coba kamu pikir dari sudut pandang istrimu itu..."

"Iya juga ya bang...kayaknya aku juga yang ngga peka dengan kebutuhan istriku...habis dia juga ngga pernah mau ngomong, tiba-tiba ngambek gitu aja...
makasih ya bang untuk nasehatnya..."

Dan beberapa waktu kemudian keduanya tampak sudah rukun kembali...

Ngobrol ringan dengan suami dan didengarkan curhatnya sejatinya memang kebutuhan istri yang perlu dipenuhi...
Sudahkah anda ngobrol dan mendengarkan celotehnya hari ini ?

Selamat wiken

Kromosom Perempuan

KROMOSOM PEREMPUAN.
(Dishare kepada para suami).

Perempuan (makhluk berkromosom XX) yang jiwanya butuh mengeluarkan 20 ribu kata per hari.

Ibu yang jarang diajak ngobrol santai oleh suaminya, maka bahasa tubuh dan nada bicaranya tidak mengenakkan.

Menyusui anak akan resah, tak sabar dengann kelakuan anak, bahkan cenderung menjadikan anak sebagai sasaran pelimpahan emosi yang tidak semestinya.

Jadi, kadang endapan permasalahan dengan
sang ayah dimanifestasikan dalam bentuk amarah yang tidak jelas kepada anak-anak.

Terkadang, ada Ibu yang tetap sabar kepada anak-anaknya meskipun Ayah tak memberi ruang bagi jiwanya..., tapi manifestasi ekstrim nya dalam bentuk penyakit fisik yang sulit sembuh.

Maka tugas wajib ayah adalah memberikan ruang, waktu dan suasana setiap hari bagi Ibu untuk bicara sebagai upaya untuk selalu menyehatkan jiwanya, mendengar keluh kesahnya.

Rangkul Ibu untuk marah dan menangis kepada Ayah saja agar sehat jiwanya, agar Ibu bisa selalu memberikan bunga cinta untuk anak-anaknya.

Ibu yang sehat jiwanya dapat menjalankan tugasnya
sebagai sekolah terbaik bagi putra-putri nya...

Ia bisa tahan berjam-jam mendengar keluhan anak-anaknya. Ia mudah memaafkan anaknya. Ia menjadi madrasah yang baik untuk menanamkan nilai- nilai Robbany..., dan hal ini harus didukung oleh ayah yang memperhatikan bathinnya, disamping kesehatan fisiknya. Ibu harus sehat luar dalam.

Ayah yang hebat, berawal dari suami yang hebat, yang mengerti jiwa dan kebutuhan pasangan.

Singkatnya, bahagiakan pasangan kita,
karena ia adalah madrasah utama bagi anak-anak kita.

Ustadz dr .Raehanul Bahraen

Tuesday, August 2, 2016

Bahaya Harta Haram

Hasan Al-Jaizi

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjaga saya dan teman-teman pembaca sekalian dari memakan harta haram, baik dzat yang dimakan adalah haram dalam hukum Islam, maupun cara mendapatkannya yang haram. Ada doa penting yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْأَرْبَعِ: مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

"Ya Allah, saya berlindung pada Engkau dari 4 hal ini: dari Ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak kunjung khusyu', dari jiwa yang tak kunjung kenyang, dan dari doa yang tak didengar." [H.R. Ahmad, Abu Daud, an-Nasa'i dan lainnya]

Perhatikan kembali, 4 hal yang Rasulullah meminta perlindungan darinya:

[1] Ilmu yang tak bermanfaat
[2] Hati yang tak khusyu
[3] Jiwa yang tak puas
[4] Doa yang tak terjawab 

Pertama, ilmu yang tak bermanfaat. Saya cerita sedikit, bahwa ada seorang manager di suatu bank ribawi, yang rajin mengundang pemateri (ustadz) untuk mengisi kajian, entah di kantor atau di rumahnya. Tapi beliau -semoga Allah beri hidayah pada kita dan beliau- punya daftar ustadz-ustadz yang telah beliau blacklist. Bukan masalah manhaj. Tetapi mereka adalah asatidzah yang pernah atau berpotensi membicarakan masalah riba dan harta haram. Beliau takkan pernah mengundang asatidzah semacam ini. Jika ada ustadz undangan yang menyinggung masalah harta haram di kajian, pasti takkan beliau undang lagi. Ini menujukkan, beliau sangat tahu bahwa pekerjaan dan penghasilan beliau adalah haram dalam Islam. Ilmu yang tak bermanfaat. Dan memang sudah diingatkan. Tetapi hati belum terketuk. Ilmu yang tak bermanfaat.

Kedua, hati yang tak khusyu'. Sulit menjadikan hati khusyu' bagi orang yang memakan harta haram. Ustadz Erwandi berkata dalam kitabnya: "Sangat erat hubungan antara mengkonsumsi makanan yang halal dengan amal shalih. Maka jangan diharap jasad kita akan bergairah untuk melakukan amal-amal shalih bila jasad tersebut tumbuh dan berkembang dari makanan yang haram. Dan jasad yang malas beramal shalih tidak akan merasakan kenikmatan beribadah dan taqarrub kepada Allah yang pada gilirannya mengantarkan jiwa-ruhaninya kepada gundah-gulana hingga sampai titik hampa dan nestapa." [HHMK, hal. 4]

Maka, jika hati tak kunjung khusyu', ingatlah perihal makanan dan minuman. Juga ingat kezaliman yang sudah dilakukan.

Ketiga, jiwa yang tak puas. Tak kunjung kenyang. Anda akan melihat orang-orang kemaruk dan rakus akan dunia, normalnya adalah orang-orang yang tak memikirkan cara syar'i dalam berpenghasilan. Dicabut qana'ah dari hati mereka. Ketika kekhusyu'an tidak ada, lalu sifat qana'ah (merasa cukup dengan pemberian Allah) juga hilang, terlebih tidak menerima ilmu, maka itu adalah kematian sebelum kematian. Perlahan akan semakin menyakiti diri sendiri. 

Keempat, doa yang tak dijawab oleh Allah. Perhatikan kata Rasulullah:

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟

"Kemudian beliau (Rasulullah) menyebutkan seorang lelaki yang mengadakan perjalanan jauh, berambur kusut dan berdebu, menadahkan tangannya ke langir, "Ya Rabb Ya Rabb" (berdoa), padahal makanannya berasal dari yang haram, minumannya berasal dari yang haram, pakaiannya berasal dari yang haram dan makan dari yang haram. Maka bagaimana (mungkin) doanya akan dikabulkan?" [H.R. Muslim]

Dikonsentrasikan di tulisan ini ke masalah harta haram, meskipun doa di atas tidak hanya berkaitan dengan itu. Sebagai nasihat saja. 4 penyakit di atas perlu terapi berkelanjutkan. Perlu hati yang lapang untuk menyembuhkannya. Banyak orang sangat tidak suka jika masalah pekerjaan dan penghasilan disinggung. Bahkan yang berposisi sebagai dai saja, bisa berang jika dikhawatirkan penghasilannya terganggu akibat kedatangan dai lain yang akan mengurangi kadarnya. 

Harta benar-benar bisa menjadi fitnah. Karena itulah, baiknya jangan bercita-cita kaya, tetapi cukup bercita-cita berkah saja penghasilannya. Kalaupun memang bercita-cita kaya, jangan mentok di sana, melainkan cita-citakan kekayaan Anda menjadi wasilah untuk membantu kaum Muslimin. Semoga Allah beri hidayah dan taufiq.

Monday, August 1, 2016

Poligami

Sebagian wanita khawatir sekali jika suaminya memilih poligami …

Tahu tidak kenapa?

Alasan pertama …
Karena istri tersebut sangat menyayangi suami.

Alasan kedua …
Karena istri tersebut takut suaminya melalaikan dirinya.

Alasan ketiga …
Karena istri tersebut takut suaminya melalaikan anak-anaknya.

Alasan keempat …
Karena istri tersebut khawatir suaminya tidak bisa adil dalam hal nafkah.
Walau masalah cinta sulit untuk dibuat adil.

Alasan kelima …
Karena istri tahu bahwa suami tidak bisa adil dalam memberikan jatah malam antara istri tua dan muda. Padahal tidak bisa adil dalam hal ini, kena ancaman berat pada hari kiamat.

Alasan keenam …
Karena istri merasa suami masih kurang berilmu, sehingga sulit membina rumah tangga poligami dengan baik.

Alasan ketujuh …
Karena istri tidak mau keluarga besarnya yang belum paham kecewa dan sedih.

Alasan kedelapan …
Karena istri merasa keinginan suami hanya ingin dibilang paling mengikuti sunnah, bukan lillahi ta’ala.

Alasan kesembilan …
Karena istri tidak mau suami merusak rumah tangga yang telah lama dibangun.

Alasan kesepuluh …
Karena istri tidak mau jauh dari suami, ingin terus bersama, sehidup sesurga.

So …
Syukurlah kalau alasannya seperti itu ada pada istri Anda. Itu tanda istri benar-benar menyayagi Anda, maka jagalah ia dengan baik. 

Setiap yang punya keinginan berpoligami seharusnya memikirkan bahwa
melanjutkan rumah tangga itu lebih mudah daripada membangun dari awal lagi.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
— 

@ Halim Perdana Kusuma, 9 Rabi’ul Awwal 1437 H

Muhammad Abduh Tuasikal
Rumaysho.Com ,

Cukup Jadi Rahasia Ayah

Cukup Jadi Rahasia Ayah 

Tidak semua Ayah pandai menceritakan kejadian di tempatnya bekerja. Perihnya dampratan atasan, keributan yang  terjadi dengan rekan kerja, fitnah dari koleganya, atau sekadar gesekan kecil antar mitra kerja yang kadang menimbulkan percikan emosi. 

Tidak sedikit Ayah yang gagap untuk memulai kata, memilih bahasa untuk bisa menyampaikannya dengan tenang. Masalah yang dialaminya di jalan, tentang motornya yang bersenggolan dengan kendaraan lain, panasnya terik yang menyengat sampai ke ubun-ubun, riuhnya macet jalan raya hingga mengeringkan tenggorokan. Belum lagi soal kereta mogok berjam-jam.  

Sehingga menunda waktu tiba di rumah, hingga pupus rencana bermain bersama anak-anak yang sudah terlelap, martabak bawaan tak lagi hangat, bahkan semua kejadian di kantor, di jalan, di kereta, di bis, ikutan dingin untuk diceritakan.  

Ayah, tak jarang ia simpan sendiri semua kisah. Sebagian Ayah memang berniat menceritakannya ke istri sesampainya di rumah. Sebagian yang lain baru sempat kirim pesan singkat, “bu, Ayah mau cerita...” namun lama sang istri membalasnya. Kelamaan, jadi lupa, dan  tak lagi semangat bercerita. Boleh jadi, istrinya pun sedang sibuk dengan tumpukan setrikaan.  

Sebagian Ayah, justru memang sengaja tak berniat sedikit pun menceritakan seburuk apa pun kejadian yang dialaminya di kantor, di jalan atau di mana saja. Bukan, bukan karena ia tak percaya istrinya, tetapi karena ia hanya ingin selalu membawa kabar positif pulang ke rumah. Tak jarang ia mampir dulu ke kedai kopi sebelum di rumah, sebagian lain memilih menumpahkan keluh kesahnya di masjid dekat rumah, bukan untuk menunda pulang, tetapi untuk menenangkan batinnya, agar tak meluap emosi di rumah. Oya, beberapa Ayah sering kali mengusap-usap atau merapikan struktur wajahnya sebelum mengetuk pintu, agar hanya wajah ceria yang disambut istri dan anak-anaknya.  

Ada yang istrinya sanggup menangkap rahasia yang dibalik senyum suaminya, “Abang kok murung, cerita dong...” berkelebat segala baku hantam di jalan akibat senggolan motor, juga makian atasan di kantor, tetapi justru dijawab dengan senyum yang kadang dipaksakan, “nggak kok, nggak ada apa-apa...” sambil bergumam, biarlah jadi rahasia Ayah.  

Ada pula yang istrinya justru tidak peka. Mulai dari pesan singkat yang lupa dijawab, sampai suaminya harus telepon, “sudah baca BBM Ayah?” Pastinya belum, “Ya sudahlah, nggak apa-apa...” lagi-lagi, akhirnya tetap jadi rahasia Ayah. Padahal, si Ayah mau cerita soal kerlingan perempuan lain yang baru saja bikin deg-degan. Sengaja mau cerita agar tak jadi rahasia, agar istrinya terus membentenginya.  

Beberapa Ayah cukup sadar untuk menahan diri, sedikit sabar untuk menunggu gilirannya bercerita. Sebab, begitu di rumah ia sudah diberondong dengan berbagai kisah yang tak kalah serunya. Tentang uang belanja yang menipis, pulsa listrik yang sudah nut nut nut, bayaran sekolah anak yang harus dilunasi, cicilan rumah yang tertunggak, hutang ke warung di ujung gang, atau pun cerita-cerita seru anak-anak di sekolah mereka... kapan giliran Ayah? 

Ayah yang lain, begitu bersemangat untuk segera sampai di rumah karena ia tahu istrinya selalu senang diajak diskusi tentang apa pun, sampai soal remeh temeh macam sendal jepitnya yang kerap berpindah ke kolong meja rekan kerjanya. Eh, setibanya di rumah, istri cantiknya sudah terlelap di depan televisi, nggak tega untuk membangunkannya dari mimpi selepas nonton drama Korea.  

Sebagian istri, mungkin tak cukup pandai menyediakan hati dan telinganya untuk menampung semua cerita sang suami. Sebagian lainnya, mungkin juga tak siap bekal untuk mengimbangi dan memberi saran, masukan atas semua persoalan suaminya. Syukur, masih ada kalimat pamungkas, “Sabar ya ay...” sambil usap-usap pundak, atau kecup-kecup mesra. Memang, sebagian masalah sepertinya bisa selesai -setidaknya lupa- kalau istri sudah terlihat manja di pembaringan. Aih...  

Harus dibatasi bahasan ini, sama sekali tak ingin menyinggung sesuatu yang negatif dari semua yang masuk dalam rahasia Ayah. Mari kita bicara yang positif, yang negatif urusan di lapak sebelah saja.  

Lebih dari itu, sebagian Ayah tetap merahasiakan segala yang tak perlu menjadi beban pikiran istrinya. Ia tahu betul, peran istri di rumah tak kalah rumitnya. Tak ingin ia menambahnya, meski sang istri ikhlas. Semua tagihan yang harus dibayar, yang perlu dibeli, yang harus diselesaikan terjawab dengan satu kalimat, “Tenang, Ayah akan bereskan semuanya...” 

“Everything is OK!” adalah kalimat sakti peneguh jiwa, meskipun otaknya berputar untuk mencari pinjaman ke siapa lagi, padahal hutang yang kemarin pun belum lunas. Ini juga kerap jadi rahasia Ayah. Sayangnya, sebagian Ayah ada yang memilih jalan pintas, mengambil hak orang lain, merekayasa anggaran kantor, demi menuntaskan semua masalahnya. Nyatanya, tak pernah selesai masalahnya, justru bertambah.  

Di tengah malam, ada sebagian Ayah yang mengadukan segala keluhnya, semua masalah yang tak pernah menjadi rahasia bagi Sang Pemilik Semesta. Baginya, langit tempat terbaik menyimpan rahasia.  

Ayah, kerap dianggap sosok misterius, tak terduga. Ia menyimpan banyak misteri dalam hidupnya, tak sedikit hal yang justru istri dan anak-anaknya belum tahu. Beberapa rahasia Ayah bahkan baru terbuka di hari ia menutup mata selamanya, sebagian rahasia lainnya ikut terkubur bersama jasadnya. Dan tetap menjadi rahasia Ayah. @bayugawtama

Satu Jam Yang Sederhana



Pada satu hari, seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya dengan polosnya, "Apakah kita bisa hidup dengan tidak berdosa selama hidup kita, Ayah...?" Sang ayah memandang putrinya, kemudian berkata, "Tidak mungkin, Nak.."


Putrinya kemudian bertanya lagi, "Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun...?"

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putri kesayangannya ini....



"Oh Ayah, bagaimana kalau 1 bulan? Apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan...?"

Ayahnya tertawa. "Mungkin tidak bisa juga ya, Nak."


"OK Ayah, ini yang terakhir kali. Apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja...?"

Akhirnya ayahnya mengangguk. "Kemungkinan besar, bisa Nak."


Anak ini tersenyum lega. "Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, Ayah. Kelihatannya akan lebih mudah menjaga dan menjalaninya."


Pelajaran yang luar biasa, mari kita mencoba memperhatikan cara kita menjalani hidup ini, dari waktu ke waktu. Mencoba "hidup benar" dari waktu ke waktu, dengan latihan yang paling kecil dan sederhana. Ini akan menjadikan kita terbiasa. Dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat. Dan sifat akan menjadi KARAKTER.


- Mencoba hidup 1 jam TANPA menjelek-jelekkan orang lain, kesombongan, kebohongan, dll. Lalu coba ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.


- Mencoba hidup 1 jam DENGAN kasih sayang kepada sesama, kesabaran, kemurahan hati, kerendahan hati, dan ketulusan. Lalu coba ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.


Satu jam memang sederhana, tapi sangat mungkin akan berarti bagi perjalanan hidup kita semua. Luar biasa! Selamat mencoba.......


Semoga bermanfaat

http://kisahceritaislamm.blogspot.co.id/2012/12/kisah-hikmah-islam-satu-jam-yang.html?m=0#more

     🍁🍃🍂🍃🍁

Prahara Status

📚 *PRAHARA STATUS*
================

🔎 Az-Zubair bin al-‘Awwaam radhiallau ‘anhu berkata:

من استطـاع أن تكون له خبيئة من عمل صالــح فليفعل .

“Barang siapa yang mampu untuk memiliki amalan shalih yang tersembunyikan maka lakukanlah” (Az-Zuhd karya Abu Dawud hal. 119)

🍃 Amalan sholeh yang tidak mengetahuinya kecuali Allah Yang Maha Mengetahui amalan hambanya, bukan amalan yang disiarkan (apalagi dipamerkan) melalui status FB dan BB, atau jadi Display picture, berangan-anganlah engkau umroh, sedekah, i’tikaf, dll dan yang mengetahuinya hanyalah Allah …

Kalau orang lain bahagia tatkala amalannya diketahui orang lain, maka berusahalah untuk gembira dan bahagia tatkala tidak ada yang mengetahui amalanmu kecuali Allah …

Status : Lagi i’tikaf, jangan ganggu !!!

Status : Lagi baksos semoga ikhlas ??!

Status : Alhamdulillah hari ini sudah 1 juz …

Status : Mau ke tanah suci nih, ada yang mau nitip doa??, gratis…!!

Status : Lagi khusyuk mendengarkan lantunan bacaan qur’an syaikh fulan…

Status : Puasa hari ini sungguh melelahkan tidak seperti biasanya …

Status : Walaupun lelah yang penting demi umat …

Status : Lagi safari dakwah alhamdulillah sambil pulang kampung…

Status : Alhamdulillah bisa mendoakan saudara- saudaraku dalam sholat malamku…, semoga dikabulkan …

🍃 Meskipun para penulis contoh status-status di atas ikhlas, akan tetapi hukum asal amalan yang tersembunyi lebih baik…, dan berusaha menutup pintu dan celah riya’ sangat dianjurkan, kecuali jika ada kemaslahatan yang sangat diharapkan.

والله أعلم بالصواب




_ditulis_oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى.                                      
___________________

📡```Share ulang oleh```:

```WhatsApp Jember Mengaji```

📲 _untuk bergabung hubungi_:


Anak yang Meneriakkan 'Aamiin'


Seorang imam masjid mengisahkan...

Ada seorang anak kecil yang umurnya belum mencapai 10 tahun. Dia selalu menjalankan shalat berjamaah di masjid, dan selalunya berusaha menempati shaf paling depan. 

Anak itu biasa mengeraskan suara saat shalat, terutama tatkala saya selesai membaca al-fatihah, si anak membaca “aamiin” dengan suara sangat keras.

Saya ingin menasihati anak ini agar merubah kebiasaannya. Akan tetapi setiap kali saya selesai shalat dan berdzikir anak itu telah pergi, saya tidak sempat berbicara dengannya.

Hingga suatu kali, setelah selesai shalat saya langsung memegang tangan anak itu sebelum ia pergi. Lalu saya bertanya,
“Nak, mengapa kamu sering berteriak keras sewaktu shalat?”

Anak itu menjawab : "Rumah saya dekat dengan masjid, tapi ayah tidak pernah ke masjid sama sekali. Saya mengeraskan suara agar ayah mendengar suaraku melalui loudspeaker masjid. Dengan begitu ayah tahu bahwa saya shalat di masjid. Saya berharap ayah segera menyusul ke masjid setelah mendengar suara saya".

Imam tersebut melanjutkan ceritanya, “Betapa merinding bulu kudukku ketika mendengar jawaban anak ini. Maka saya bersepakat dengan sebagian jamaah untuk mengunjungi ayah dari anak tersebut untuk memberikan nasihat dan menceritakan apa yang dilakukan anaknya di masjid.
Hingga akhirnya sang ayah bisa tertib menjalankan shalat jamaah di masjid, Allahu akbar walillahilhamd

(Ust. Abu Umar Abdillah)
(Majalah Qiblati – Menyatukan Hati Dalam Sunnah Nabi)

Pesan Ibu kepada Anaknya

* RENUNGAN*

Setelah ayahnya meninggal  dunia, seorang anak telah mengantar ibunya ke panti jompo. Dia datang menengok ibunya dari satu waktu ke waktu yang lain.
Pada satu hari dia menerima panggilan dari panti jompo tersebut, yg mengabarkan kalau ibunya dalam keadaan diujung nyawa & hampir meninggal. Dengan cepat dia datang untuk berada di samping ibunya pada saat saat terakhir.
Dia bertanya kepada ibunya : Apakah yang ibu ingin saya lakukan untuk ibu.
Ibunya menjawab: Aku mau kamu sumbangkan kipas angin untuk panti jompo ini, kerana disini tidak ada kipas angin.
Letakkan juga kulkas, tukang masak dan makanan, kerana sering aku tertidur dalam keadaan lapar tidak makan.
'Ibu kenapa pada saat seperti ini baru ibu menginginkan semua hal ini ?' Anak itu bertanya kembali.
Ibunya memberi alasan: Tidak apa apa anakku, ibu sudah bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan panas tanpa kipas dan lapar. CUMA IBU BINGUNG & TAKUT NANTI SAAT ANAK-ANAK KAMU MENGANTAR KAMU KE SINI KAMU TIDAK BISA MENYESUAIKAN DIRI'

Renungkanlah
 Apa rasanya kalau ibu/ayah kita sendiri yg mengirim pesan berikut?

Anakku...

Bila aku tua,
Andai aku jatuhkan gelas atau terlepas piring dari genggamanku,
Aku berharap kamu tidak menjerit marah kepadaku,
Kerana tenaga orang tua sepertiku semakin tidak kuat dan kerana aku sakit.
Pandangan mataku semakin kabur. Kamu harus mengerti dan bersabar denganku.

Anakku...

Bila aku tua,
Andai tutur kata ku lambat/perlahan dan aku tidak mampu mendengar apa yang kamu katakan,
Aku berharap kamu tidak menjerit padaku,
"Ibu tuli kah ?",
"Ibu bisu kah ? "

Aku minta maaf anakku.
Aku semakin TUA...

Anakku...

Bila aku tua,
Andai aku selalu saja bertanya tentang hal yang sama berulang-ulang,
Aku berharap kamu tetap sabar mendengar dan melayaniku, seperti aku sabar menjawab semua pertanyaanmu saat kamu kecil dulu,
Semua itu adalah sebagian dari proses MENUA.
Kamu akan mengerti nanti bila kamu semakin tua.

Anakku...

Bila aku tua,
Andai aku berbau busuk, amis dan kotor,
Aku berharap kamu tidak tutup hidung atau muntah didepan aku.
Dan tidak menjerit menyuruh aku mandi.
Badan aku lemah.
Aku tidak ada tenaga untuk melakukan semua itu sendiri.
Mandikanlah aku seperti aku memandikanmu semasa kamu kecil dulu.

Anakku...

Bila aku tua,
seandainya aku sakit, temankan lah aku, aku ingin anakku berada bersamaku.

Anakku....
Bila aku tua dan waktu kematianku sudah tiba, aku berharap kamu akan memegang tanganku dan memberi kekuatan untuk aku menghadapi kematianku.
Jangan cemas.
Jangan menangis.
Hadapi dengan keridhoan.
Aku berjanji padamu.
Bila aku bertemu Allah.
Aku akan berbisik padaNya supaya senantiasa memberkati dan merahmati kamu kerana kamu sangat mencintai dan mentaatiku.

Terima kasih banyak2 kerana mencintaiku....

Terima kasih banyak2 kerana telah menjagaku...
Aku mencintai kamu lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri...

‼️Menjadi peringatan & pelajaran untuk kita kalau kita masih ada ibu & ayah.


RENUNGKAN LAH...
PADA SAAT INI KITALAH ANAK...
DAN PADA SAATNYA NANTI KITALAH IBU/AYAH

Fitnah Akhir Zaman

Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc.:
SEKILAS FAIDAH TENTANG AQIDAH DAN MANHAJ
(Bagian 1)


Dari DAURAH SYAR'IYYAH 
Bersama Para MASYAYAIKH MADINAH

»Hari Pertama dan kedua (19-20 Juli 2016)

**Berkata Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili hafidzahullahu:

-. Maksud dari bab “Dekatnya Fitnah-fitnah^ dan dibukanya benteng Ya’juj dan Ma’juj” yang terdapat dalam kitab Al-Fitan dalam shahih Muslim:

1. Sesungguhhnya fitnah-fitnah itu sudah dekat dan jangan pernah menganggap masih jauh. Hal ini agar seorang muslim mewaspadai fitnah-fitnah tersebut dan agar dia menyiapkan diri untuk menghadapinya dengan ilmu yang benar.

2. Sesungguhnya fitnah itu jika telah datang maka akan berdampak kepada setiap orang yang hidup di dalamnya. Maka wajib bagi semua orang untuk mewaspadainya.

3. Tidak cukup seseorang di zaman fitnah hanya bermodalkan kebaikan bagi dirinya saja. Namun dia harus memperbaiki yang lainnya.

-. Dari sinilah kita tidak boleh dekat dengan ahli bid’ah. Diperdengarkan kepada mereka nasehat tapi kita tidak boleh mendengarkan (kajian/ceramah) mereka.

-. Diantara maksud dari bab “Turunnya fitnah seperti turunnya hujan”: 
Jika anda ingin selamat dari fitnah maka jauhi fitnah tersebut dan para oknumnya.

-. Diantara contoh seseorang terjatuh dalam fitnah, yaitu dia membaca kitab-kitab ahli bid’ah hanya untuk wacana, bukan untuk membantahnya. Dan mendengarkan kaset-kaset ceramah orang-orang hizbiyyin (orang-orang harakah/pergerakan).

-. Ada diantara para penuntut ilmu yang mengaku sabagai salafi yang jatuh ke dalam fitnah, yaitu fitnah politik.

-. Tidak dibenarkan meninggalkan dakwah tauhid dan berpaling kepada politik. Tidak akan baik dunia ini tanpa tauhid. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: 
"Banyaknya dosa dengan baiknya tauhid itu lebih baik daripada sedikitnya dosa dengan kerusakan tauhid."

-. Perang diantara kaum muslimin ada dua macam:
1. Perang yang disyariatkan: 
a- Memerangi kelompok Khawarij (Teroris) yang memberontak kepada penguasa kaum muslimin. 
b- Kelompok yang melampaui batas ketika bertikai dengan kaum muslimin yang lainnya.

2. Perang yang dilarang (perang fitnah), yaitu dua kelompok kaum muslimin yang saling memerangi satu sama lain dan setiap kelompok tersebut memiliki takwil yang beralasan.

-. Bab “Kebinasaan umat terjadi diantara mereka sendiri”. 
Ini menjelaskan bahwa fitnah-fitnah ini lebih berbahaya bagi umat dibandingkan bahaya orang kafir. Dan orang-orang harakah yang menggembar-gemborkan "fiqih waqi’" (dengan banyak membuang-buang waktu untuk mengamati gerak-gerik orang-orang kafir lewat majalah, koran atau media lainnya) sebenarnya adalah orang yang jahil terhadap waqi’/fakta yang ada.

BERSAMBUNG INSYA ALLAH.......

—---------------------------
^ Fitnah secara bahasa artinya ujian dan cobaan. Dan kebanyakan digunakan oleh ulama terdahulu untuk makna peperangan di antara kaum muslimin. Meskipun fitnah itu sendiri terbagi menjadi fitnah syahwat dan syubhat.

—---------------
Ingin dapat faidah terbaru baik berupa rekaman kajian, video, tulisan, dan info kajian?

Ayo Gabung ke Channel Telegram : @abdurrahmanthoyyib

Ayo Gabung juga ke Fanspage : https://www.facebook.com/Ustadz-Abdurrahman-Thoyyib-Lc-605…/

Untuk Para Orang Tua


#COPAS
*RENUNGAN*

Teringat wejangan ustadz pengasuh ma'had tempat anak-anak menimba ilmu...

Luruskan niat!
Untuk apa anak-anak 
kita serahkan ke ma'had?

Untuk menjadi hafidz Qur'an?
Untuk menghafal ribuan Hadist?
Untuk di pandang alim?
Untuk dikenal dan di ustadzkan di masyarakat kelak?
Untuk mendapatkan bekal mencari dunia dengan kefasihan lisan dan ilmu agamanya?

Laa! Tidak!
jika itu tujuan antum sekalian, silahkan bawa pulang putra putri antum,
Antum akan kecewa,
Karena bukan itu tujuan kami mendidik santri santri kami.

Inti dari tujuan tarbiyah di ma'had ini, yaitu akhlaq!
Kami ingin mencetak generasi yang berakhlaq.
Yang menjadikan Qoolallah dan Qoolarrasuul sebagai pedoman hidupnya.
Bukan yang lain!

Mak jlebb..aku malu!
Teringat saat mengoyak oyak anak-anak agar selalu semangat menghafal tuk mendapat nilai yang baik saat imtihan nanti.

Yaah..
Betapa banyak kita dapati penyimpangan dan kehancuran dimuka bumi ini, dikarenakan mereka beriman tetapi tidak berakhlaq.
Mereka membaca Al-Qur'an tetapi hanya sampai di tenggorokannya saja.
Mereka membaca hadits nabi sebagai pemanis lisannya, 
Seakan membaca dongeng "pada suatu hari...."
dan menafsirkanya sesuai kepentingan mereka.
Mereka banyak belajar tetapi lebih banyak tentang dunia, bukan tentang Rabb nya.

Aku malu...
Akan kerdilnya jiwaku
Dan dangkalnya pemikiranku.
Apalah arti nilai yang baik..sekedar angka,
sebab buah yang kita tunggu atas segala jerih payah kita sebagai orang tua adalah mencetak generasi yang shalih pewaris darah kita,
yang kelak menjadi 1 dari 3 perkara yang akan selalu mengalirkan pahala saat kita telah di kubur kelak
yaitu doa anak yang shalih dan sholihah...

Tolak ukur anak shalih dan sholihah bukan semata dari berapa juz dia menghafal Al quran..
Bukan dari berapa banyak dia menghafal hadits Nabi.
Bukan dari seberapa bagus nilai bahasa arabnya...
Meski itu semua tentu juga merupakan keutamaan dan  amal shalih yang kita sebagai orang tua turut memetik pahala karenanya.

Namun lebih dari seberapa bisa dia mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.

Seberapa istiqomah dia diatas ketaatan kepada Allah dan RasulNya.
Semua itu adalah point penting sebelum seseorang di katakan berakhlaqul karimah.

Dan adakah yang lebih membahagiakan kita sebagai orang tua,
Selain anak anak yang menyejukkan saat dipandang,
Dan menyenangkan di dalam kesan??

Ah...biarlah anak-anak kita tidak terkenal di dunia karena menjadi juara matematika misalnya..
Tetapi insyaAllah kelak..dia terkenal di langit,
dengan keshalihannya....

Biarkan anak-anaku terlihat puritan dan terbelakang dengan ketidak tahuannya tentang warna warni dunia,
Asalkan dia "mengenal"  siapakah Rabbul alamin yang telah menciptakannya...

*Meleleh..💦💦💦

Keep hamasah para orang tua, hantarkan mereka ke gerbang surga...

Baygon VS Kompor Gas



 Kecelakaan mengejutkan terjadi. Seorang ibu rumah tangga tewas akibat luka bakar berkelanjutan di dapur. Suaminya juga dirawat di rumah sakit, cedera karena terbakar saat mencoba menyelamatkan istrinya.

Kronologi kejadian :
Kompor gas menyala saat memasak. Istri melihat kecoa berada di cucian piring dekat kompor. Secara naluri sang isteri ambil semprotan pembunuh serangga lalu disemprotkan. Tiba-tiba terjadi ledakan!
Dalam waktu singkat tubuh wanita malang tersebut diselimuti api, terbakar dengan kondisi luka bakar 65%. Sang suami mendengar ledakan bergegas menghampiri dan mencoba untuk memadamkan api dan... Namun pakaiannya ikut terbakar.
Pertolongan datang dari tetangga dan langsung di evakuasi ke RS.
Suami terbaring di RS, krn luka bakar, tidak mengetahui kalau istrinya telah meninggal saat tiba di RS.

Pelajarannya  :
Bahwa semua semprotan pembunuh serangga mengandung pelarut yang sangat mudah menguap dan terbakar. Nano partikel semprot yang dikabutkan dpt menyebar dengan sangat cepat dan satu percikan api sudah cukup untuk meng-eksplosir "kandungan" dengan Oksigen yang terdapat di udara.

Peringatan ke 2 :
Saat listrik padam jangan sekali-kali menyemprot nyamuk di dekat lilin yg menyala. Dalam hitungan detik akan terjadi ledakan dan dapat menyebabkan tabung semprotan serangga ditangan meledak juga.

Hal yang sama untuk pewangi ruangan yang disemprotkan. Pelarutnya mudah menguap dan eksplosif. Agar dibaca petunjuk keselamatan di kemasannya, dapat meledak pada suhu 50 derajat celcius.

Jangan simpan saja info ini. Silakan berbagi. Siapa tahu Anda dapat menyelamatkan orang lain.

Jgn lupa peringatkan org2 yg di rmh, terutama yg sering didapur...
Semoga Bermanfaat....

Penghafal Qur'an

Untukmu yang merasa  "Penghafal AlQuran"

Kesuksesan sesungguhnya para ahlul Qur'an ..
Bukan mereka yang menjuarai musabaqoh..
Bukan pula mereka yang mutqin hafalannya, dapat sanad, lantas di tes ayat Quran apa saja bisa menyambung ayatnya..
Bukan pula mereka yang di elu-elukan karena suaranya yang begitu merdu dan syahdu, mampu membuat akhawat Klepek klepek dan terisak..
Wahai, saudaraku..
Ketahuilah...
itu hanya kesuksesan semu untuk menguji imanmu yang diberi nikmat olehNya..
Coba antum Lihat di ujung sana.. dan renungkanlah..
Betapa banyak orang yg bergelar "Al hafidz''
Tapi, akhlaknya tak mencermikan gelar yang disandangnya,
kesombongan melingkupi wajahnya..
dan ternyata gelar itu hanya untuk mendapat beribu pujian dan dunia fana...
Aduhai, saudaraku....
Menjadi ahlul Quran bukanlah seperti tayangan-tayangan Film yg terlihat dzohir yg diSaksikan oleh khayalak manusia di hadapan kita saat ini..
Ingatlah...
Ia bisa menjadi pembelamu atau hujjah bagi dirimu nanti..
Maka, senantiasalah berdoa kepadaNya..
Agar setiap langkah-langkah ini tak jatuh dalam niat yang salah..
Termasuk, ketika kau bertekad untuk menjadi ahlul Quran..
Maka,
Apa Kesuksesan sesungguhnya para ahlul Quran..?
Yaitu,
Ketika di akhirat nanti kau sematkan mahkota di kepala kedua orang tuamu..
Yaitu,
Ketika ridhoNya menyertaimu, hingga kau merasakan kenikmatan yang tak terhingga saat tabir hijab terbuka ..
dan..
kau lihat wajahNya yang agung di surgaNya...

Pesan ini kami sampaikan kpd sahabat2ku yg bergelut di dunia Quran dan terkhusus diriku yg sangat membutuhkan nasehat dari antum sekalian..
Semoga Alloh menjadikan kami sebenar2 ahlul Quran yang diridhoi dan mengumpulkan kami bersama org2 yg sholeh..
*منقول*

Tawakkal

#COPAS

Sore kemarin ada yang menarik terjadi.

Saya naik angkot Riung Bandung dari simpang dago. Karena kursi di depan kosong, jadilah saya pilih duduk di depan, di sebelah pak sopir. Awalnya gak ada interaksi positif yang terjadi, sampai akhirnya mobil sampailah di sekitar gedung sate.

(Aslinya obrolan pakai bahasa Sunda, tapi saya terjemahkan dan rangkum biar lebih ringkas...obrolan terjadi hampir selama dua jam.)

"Mau turun di mana?", tanyanya pada saya. "Riung, pak". "Neng, Bu, turun di mana?", tanyanya pada penumpang lainnya. "Kiara condong.". Tidak ada yang aneh saya rasa dengan pertanyaan itu.

Pas di depan Pusdai, angkot tidak belok kanan ke jalan Citarum tapi lurus ke Supratman, jalan lebih pendek tapi konsekuensi gak bisa dapat muatan. Jadilah saya bertanya, "Mau langsung pulang pak?". "Enggak, saya ngepasin waktu, mau shalat Maghrib. Kalau hanya sampai Kiara condong rasa-rasanya masih cukup.", Jleb...cukup menohok jawabannya.

(Komentar saya gak dimasukkan, soalnya gak penting nambah nilai obrolan ini...)

"Kalau udah biasa shalat apalagi berjamaah mah rasanya ada beban kalau udah masuk waktu shalat masih di jalan. Saya mah kalau masuk waktu shalat insya Allah mengusahakan buat berhenti dulu. Terutama Maghrib yang waktunya pendek. Ya, sebelumnya minta maaf dulu sama seluruh penumpang yang saya turunkan di jalan. Semua penumpang gak akan saya tarik bayaran, bayarnya ke angkot selanjutnya saja."

"Gak perlu rasanya terlalu semangat mencari uang, sampai mengorbankan kewajiban utama kita. Cari nafkah itu wajib, tapi shalat lebih wajib. Yang penting itu bawa rejeki yang barokah. Bawa 100 ribu atau 10 ribu asal barokah mah insyaallah bermanfaat. Allah itu gak akan marah kalau kita mati gak punya mobil atau gak punya rumah. Tapi Allah akan marah kalau kita mati gak punya iman. Bahkan Rasulullah pun pernah berdoa supaya dimatikan dalam keadaan miskin supaya hisabnya ringan."

Tak lama sampailah kami di Kiara condong, semua sudah turun kecuali saya. "Maaf atuh mas, cuma bisa ngantar sampai Kiara condong.". "Sekalian saya juga mau shalat kok pak, bareng aja.". Lalu kami shalat di pom bensin terdekat. Setelah shalat, saya dibelikan kopi di tukang rokok langganannya di pinggir rel. Lanjutlah kami mengobrol.

"Saya mah bawa mobil ini mah anggap aja sebagai jembatan shirotol mustaqim, yang akan melalukan saya ke kehidupan selanjutnya. Saya juga ingin supaya mobil ini jadi saksi kalau saya ini banyak beribadah. Mobil ini sudah sering berhenti di banyak masjid. Saya pernah sebelumnya punya banyak mobil, ada yang angkot ada yang mobil biasa. Tapi ya kok gak bikin saya tenang, soalnya waktu itu mobil-mobil itu berhubungan dengan riba. Akhirnya saya lepas semuanya. Mendingan satu ini aja tapi bebas dari riba."

"Saya mah kalau di jalan, pas mobil kosong ya biasa aja, gak jadi kesel kalau mobil teman penuh. Lha kan kita juga pernah merasakan angkotnya penuh. Kadang teman-teman suka ada yang kesal kalau mobilnya kosong sedangkan yang lain penuh. Padahal kalau gitu berarti kita punya penyakit hati. Saya mah selalu minta sama Allah supaya dijauhkan dari penyakit hati seperti itu."

"Pas kita nanti mati mah yang dibawa kan cuma harta yang dibelanjakan di jalan Allah, ilmu yang diamalkan dan diajarkan dan anak Sholeh yang mendoakan. Tapi ingat, kalau mau punya anak shaleh, orang tuanya harus shaleh dulu. Apa yang dilakukan anak itu bisa jadi cerminan perilaku kita."

"Kita itu harus banyak beramal, supaya umur kita panjang. Bukan berarti umur tubuh kita, tapi umur dari kebaikan yang kita lakukan yang terus akan memberi manfaat dan diingat oleh orang yang ditinggalkan."

Terus kami mengobrol sampai akhirnya sampailah kami di Riung Bandung. Ah rasanya masih kurang lama saya menimba ilmu dari beliau. Mudah-mudahan perjalanan bapak setiap hari dari Riung ke Dago menjadi perjalanan ibadah dan dakwah. Dan ilmu yang disampaikan terus memberikan manfaat buat semuanya...

Berbagi Nikmat

Hasan Al-Jaizi

Ketika Anda mendapatkan kenikmatan dari Allah, baik berupa harta, ilmu atau hal yang halal, maka setelah mengingat bahwa semua itu dari Allah, ingatlah bahwa pasti ada hamba Allah di sana yang belum mendapatkan kenikmatan itu. Anda tidak harus bercita-cita membahagiakan semua orang. Tapi minimal Anda tanamkan dulu kebiasaan berserikat dalam kenikmatan. Mari berusaha menjadi orang yang ingin bersama dalam kesenangan di jalan Allah dan menyendiri di hadapan Allah dalam kesedihan. 

Bahkan, ketika Anda sudah menikah, atau punya anak, itu semua adalah kenikmatan dari Allah. Tanamkan pikiran bahwa pasti ada hamba Allah lainnya yang belum diberi karunia pernikahan ataupun anak. Bukan untuk membully mereka, melainkan bantulah secara dana atau moril. Jika tidak bisa, apakah berat mengangkat tangan untuk mendoakan mereka? Jika masih berat, coba kita introspeksi diri: rupanya kita masih sangat egois, memikirkan diri sendiri saja dan hati kita masih keras.

Ada seseorang banyak beribadah dan banyak menuntut ilmu. Namun hatinya masih keras. Kenapa?

Bisa jadi karena ia masih memakan sesuatu atau memanfaatkan hal yang haram, atau...

karena zahirnya saja beribadah...zahirnya saja menuntut ilmu...tapi batinnya tak sesuai dengan zahir. 

Kita sepakat bahwa ibadah dan ilmu akan melembutkan hati. Tapi mari bertanya: "Sudahkah ibadah dan ilmu kita melembutkan hati kita?"

Jangan ragu untuk menjawab: "Belum."

Ada doa untuk itu, saudaraku:

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْأَرْبَعِ: مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

"Ya Allah, saya berlindung pada Engkau dari 4 hal ini: dari Ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak kunjung khusyu', dari jiwa yang tak kunjung kenyang, dan dari doa yang tak didengar." [H.R. Ahmad, Abu Daud, an-Nasa'i dan lainnya]

Semoga Allah menjadikan hati kita lembut.

Fikih Mudik

Mudik Yang Asyik
Mudik Yang Sesuai Fiqih
.
🍃 Fiqih di Kala Mudik 🍃

👉 Berikut ini adalah hal yang sering ditanyakan masyarakat umum selama mudik. 
Tanya jawab ini fokus pada jawaban, bukan pembahasan, sehingga bentuknya ringkas dan praktis untuk yang butuh jawaban segera.

Semoga bermanfaat 

📝 Kewajiban apa saja yang diringankan ketika dalam perjalanan?

👳 Shalat bisa dijamak dan atau diqashar, puasa bisa dibatalkan diganti di hari lain, shalat bisa di kendaraan jika tidak mungkin singgah.

📝 Apa pengertian sholat jamak dan qashar?

👳 Jamak adalah menggabung dua waktu shalat dalam satu waktu, yaitu zuhur dan ashar, juga maghrib dan isya. Subuh tidak ada jamak.

Qashar adalah meringkas shalat yang empat rakaat; seperti zuhur, ashar, dan isya menjadi dua rakaat. Subuh dan maghrib tidak bisa diqashar

📝 Apa perbedaan jamak dan qashar?

👳 Jamak disebabkan oleh masyaqqat (kesulitan/kepayahan/kesempitan) jika dikumpulkan semua dalil maka seperti sakit, takut dengan orang kafir, kesibukan yang sangat, hujan deras, safar, sedang menuntut ilmu syar’i, bahkan nabi pernah sedang di rumah, tidak sakit, tidak hujan, beliau menjamak shalat. Tapi, ini hanya boleh dilakukan sesekali saja, sebagaimana penjelasan ulama. Saat safar, jamak boleh dilakukan sebelum berangkat.

Qashar disebabkan oleh safar saja, dan dilakukannya hanya boleh jika sudah berangkat dan sudah keluar dari daerah asal.

📝 Perjalanan sejauh apa agar diperbolehkan menjamak atau mengqashar sholat?

👳 Imam Ibnul Mundzir mengatakan ada lebih 20 pendapat tentang ini. Tapi, yang paling umum dianut oleh ulama sejak masa sahabat nabi adalah jika sudah 4 Burud, yaitu sekitar 88Km.

📝 Apakah boleh menjamak/qashar sholat karena alasan macet?

👳 Macet, jika menghasilkan masyaqqat (kesulitan/kepayahan/kesempitan) maka boleh jamak shalat. Ada pun qasharnya tergantung jarak yang sudah ditempuh.

📝 Mana yang lebih afdhal, menjamak/qashar sholat atau sholat seperti biasa ketika dalam perjalanan?

👳 Jika syarat-syarat sudah terpenuhi maka mengambil keringanan untuk jamak dan qashar lebih utama diambil. Sebab itu adalah karunia dari Allah Ta’ala bagi umatnya.

📝 Apa hukumnya sholat duduk di atas kendaraan?

👳 Boleh, jika memang tidak memungkinkan untuk turun singgah. Sebab Nabi pernah melakukan dan juga para sahabat juga pernah melakukan.

📝 Bagaimana bila terjebak macet dan tak sempat sholat berdiri, boleh sholat sambil duduk?

👳 Boleh, jika memang tidak mampu berdiri, baik karena sakit, atau karena posisi yang sulit berdiri secara normal. Fattaqullaha mastatha’tum – bertaqwalah kepada Allah semampu kamu…

📝 Mana yang lebih afdhol, tetap berpuasa atau berbuka ketika dalam perjalanan?

👳 Jika dia kuat melanjutkan puasa, maka lebih baik dia puasa saja. Tapi, jika dia tidak kuat atau lemah, maka lebih baik berbuka saja. Nabi pernah melakukan keduanya dalam safarnya, Beliau pernah puasa, pernah juga berbuka.

📝 Orang yang tetap berpuasa saat berpergian, misal dari Aceh ke Surabaya, dan ia sahur saat masih di Aceh, apakah berbukanya harus mengikuti waktu Aceh atau Surabaya?

👳 Ikuti waktu dimana dia berada, jika saat sahur di aceh, maka ikuti waktu Aceh. Jika saat berbuka sedang di Surabaya maka ikut waktu di Surabaya, bukan di Aceh.

📝 Saat terjebak macet, bolehkah tayamum dengan debu yang ada di jok mobil?

👳 Boleh, baik debu yang ada di jok, dinding, tanah, dan benda suci lain yang terdapat debu.

📝 Apakah boleh berwudhu menggunakan air mineral?

👳 Boleh, air mineral berasal dari air sungai atau pegunungan, suci dan mensucikan. Proses penyulingan atau pemurnian tidak mengubah hukum tersebut.

📝 Boleh tidak sholat sambil duduk di samping penumpang lain yang berlainan jenis kelamin?

👳 Sebaiknya tidak tidak demikian, tapi jika tidak memungkinkan dan tidak sampai bersentuhan tidak apa-apa. Atau, bisa juga menjamak saja jika sudah sampai di tujuan

📝 Apakah sholat boleh di-qodho'?

👳 Boleh, khususnya pada shalat-shalat wajib yang baru saja ditinggalkan. Sebab Nabi dan para sahabatnya seperti Umar r.a., pernah melakukan. Tapi qadha terjadi karena ketiduran dan lupa, bukan saat terjaga dan sengaja. Ada pun jika qadhanya adalah shalat-shalat yang sudah lama ditinggalkan bertahun-tahun, maka ulama beda pendapat. Sebagian mesti qadha, dengan menghitung semampunya jumlah shalat yang ditinggalkan lalu dia shalat sebanyak-banyaknya untuk itu. Ulama lain mengatakan tidak ada qadha untuk yang seperti itu, tapi baiknya banyak-banyak shalat sunnah, istighfar dan banyak taubat.

📝 Bila pakaian terkena najis dan tak sempat diganti dalam perjalanan, tetap lakukan sholat atau diqodho' saja?

👳 Bersihkan saja, kucek-kucek sampai bersih, baik dengan air atau pasir, debu, yang bisa mensucikan. Jika tidak mungkin juga bisa dijamak ta'khir saat sampai tujuan.

📝 Apakah muntah termasuk najis?

👳 4 madzhab menyatakan najis, tapi mereka berbeda dalam sifat zat muntah seperti apa yang najis itu.

📝 Bolehkah buang air kecil di semak-semak saat terjebak macet?

👳 Pada dasarnya tidak boleh, sebab nabi melarang keras buang hajat di jalan tempat manusia lalu lalang dan tempat manusia berteduh. Tapi, jika kondisinya seperti yang ditanyakan, maka bisa kencing di botol lalu istinja dengan tisue, kalau tidak bisa juga maka kencing di semak adalah pilihan terakhir. Kaidahnya: Idza dhaqqa ittasa'a - jika keadaan sulit dan sempit maka dilapangkan.

📝 Bagaimana cara berwudhu yang hemat air?

👳 Bisa membasuh yang wajib saja, wajah, kepala, tangan sampai siku, kaki sampai mata kaki.

📝 Selama di kampung apakah sholat boleh dijamak/qashar?

👳 Boleh, qashar saja, tanpa jamak. Jamak boleh lagi dilakukan jika ada masyaqqat (kesulitan) di sana. Nabi pernah qashar 20 hari di Tabuk, beberapa sahabat nabi ada yang qashar 6 bulan, 1 tahun, bahkan 2 tahun, itu dilakukan dengan syarat tidak berniat jadi penduduk tetap di situ.

📝 Apa hukum ziarah kubur?

👳 Sunah, dan bisa dilakukan kapan saja

📝 Apa hukum membaca Qur'an saat ziarah kubur?

👳 Khilafiyah ulama, antara yang membolehkan seperti Imam Asy Syafi'i dalam riwayat Abu Bakar Al Khalal dalam kitab Al Quraah fil Qubuur, juga Imam Ahmad bin Hambal seperti yg disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah dalam Syarhul Kabir, dan Imam Ibnul Qayyim dalam Ar Ruuh. Sementara ulama lain memakruhkan seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Malik.

📝 Apa yang harus dilakukan saat ziarah kubur?

👳 Ucapkan salam, membuka alas kaki jika memungkinkan, mendoakan, dan dzikrul maut, ini disepakati anjurannya. Sedangkan yang diperselisihkan seperti membaca Al Quran, menyiram air, dan meletakkan pohon di kubur.

Yang dilarang adalah meninggikan kubur melebihi sejengkal, meratap, dan meminta-minta kepada penghuni kubur.

📝 Apa hukumnya memanfaatkan jasa penukaran uang di pinggir jalan, yang mana uang yang dikembalikan ke kita jumlahnya lebih kecil daripada uang yang kita berikan?

👳 Itu terlarang. Tampaknya "penukaran", tapi itu adalah membeli uang pakai uang. Ini terlarang. Kalau pun mau dikatakan penukaran, juga terlarang. Yaitu merupakan riba nasi'ah: pertukaran barang sejenis dengan adanya nilai lebih. Ini haram juga.

📝 Bila sedang puasa sunnah (puasa syawal) dalam suasana lebaran, lalu silaturahim ke rumah saudara dan di sana disuguhi makanan, apakah harus dibatalkan puasa sunnahnya?

👳 Bebas memilih, lanjutkan puasa atau batalkan. Untuk puasa sunnah, kata nabi, kita adalah rajanya. Batalkan silakan, lanjutkan juga bagus.

📝 Apakah memungkinkan mencari malam lailatul qadar bila sedang dalam perjalanan?

👳 Lailatul Qadar adalah milik siapa pun yang beribadah saat itu. Baik sedang i'tikaf, safar, di rumah sakit, di rumah saja, yang penting dia ibadah saat itu. Baik shalat sunnah, tilawah, dan dzikir. Jadi, I'tikaf bukan syarat untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Selamat mudik. 
Syariat Islam tidak untuk memberatkan kita. 
Tapi sebagai sarana menghamba pada Allah. 
Mohon maaf lahir dan batin. 
Taqobalallahu minna wa minkum. 
🙏🙏🙏

📚 Disusun oleh tim Relawan Literasi dan Al Ustadz Al-'Aliim Farid Nukman