Monday, August 1, 2016

Berbagi Nikmat

Hasan Al-Jaizi

Ketika Anda mendapatkan kenikmatan dari Allah, baik berupa harta, ilmu atau hal yang halal, maka setelah mengingat bahwa semua itu dari Allah, ingatlah bahwa pasti ada hamba Allah di sana yang belum mendapatkan kenikmatan itu. Anda tidak harus bercita-cita membahagiakan semua orang. Tapi minimal Anda tanamkan dulu kebiasaan berserikat dalam kenikmatan. Mari berusaha menjadi orang yang ingin bersama dalam kesenangan di jalan Allah dan menyendiri di hadapan Allah dalam kesedihan. 

Bahkan, ketika Anda sudah menikah, atau punya anak, itu semua adalah kenikmatan dari Allah. Tanamkan pikiran bahwa pasti ada hamba Allah lainnya yang belum diberi karunia pernikahan ataupun anak. Bukan untuk membully mereka, melainkan bantulah secara dana atau moril. Jika tidak bisa, apakah berat mengangkat tangan untuk mendoakan mereka? Jika masih berat, coba kita introspeksi diri: rupanya kita masih sangat egois, memikirkan diri sendiri saja dan hati kita masih keras.

Ada seseorang banyak beribadah dan banyak menuntut ilmu. Namun hatinya masih keras. Kenapa?

Bisa jadi karena ia masih memakan sesuatu atau memanfaatkan hal yang haram, atau...

karena zahirnya saja beribadah...zahirnya saja menuntut ilmu...tapi batinnya tak sesuai dengan zahir. 

Kita sepakat bahwa ibadah dan ilmu akan melembutkan hati. Tapi mari bertanya: "Sudahkah ibadah dan ilmu kita melembutkan hati kita?"

Jangan ragu untuk menjawab: "Belum."

Ada doa untuk itu, saudaraku:

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْأَرْبَعِ: مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

"Ya Allah, saya berlindung pada Engkau dari 4 hal ini: dari Ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak kunjung khusyu', dari jiwa yang tak kunjung kenyang, dan dari doa yang tak didengar." [H.R. Ahmad, Abu Daud, an-Nasa'i dan lainnya]

Semoga Allah menjadikan hati kita lembut.

No comments:

Post a Comment