Hasil seminar keluarga
Pembicara 1, dr Sahudi:
1. Penyebab utama kerusakan pada anak adalah ayah (Ibnul Qayyim al Jauziyah)
2. Seringlah mengobrol dengan anak-anak. Obrolan sederhana yang kita lakukan dg anak akan membuat mereka (menurut Elly Risman):
- tumbuh menjadi orang dewasa yang suka menghibur
- memiliki harga diri tinggi
- prestasi akademis baik di atas rata-rata
- mudah bergaul
3. Orang tua, terutama ayah, yang kurang mengobrol dengan anak perempuannya akan membuat anak tsb.:
- mudah jatuh cinta dan mencari penerimaan dari lelaki lain
- 7-8x lebih mungkin memiliki anak di luar nikah
- cenderung suka lelaki yang jauh lebih tua
- cenderung lebih mudah bercerai
4. Orang tua, terutama ayah, yang kurang mengobrol dengan anak lelakinya akan membuat anak tsb.:
- lebih beresiko terlibat pornografi, narkoba, kriminal
- cenderung lebih cepat puber
- cenderung membentuk gank
- sulit bertahan di di masa dewasa dengan pekerjaan/ profesinya
Dasar poin 3 dan 4 adalah Al Quran, bahwa terdapat 17 dialog pengasuhan yang tersebar di 9 surat:
- 14 dialog antara ayah dan anak
- 2 dialog antara ibu dan anak
- 1 dialog antara kedua orang tua dan anak`
dr Sahudi adalah ayah dari Izzah Ajrina, pemeran 'Nadia' dalam Film Ketika Mas Gagah Pergi yang insya allah akan tayang januari 2016 di bioskop-bioskop😃. Izzah juga kandidat mahasiswa S2 Microbiology di sebuah univ di Jepang. Beliau memberikan tips pribadinya, bahwa beliau memiliki kebiasaan:
- masih sering memeluk/ menciumi anak-anaknya, sebagai ekspresi kasih sayang, baik laki2 atau perempuan sejak dahulu sampai mereka sekarang sudah dewasa.
- suka memuji kecantikan anak perempuannya (sehingga ketika anak perempuannya dipuji oleh laki2 selain ayahnya, si anak menganggapnya itu hal biasa. 'aku sudah tahu aku cantik, ayahku sering bilang' ☺)
- suka memberi hadiah. Bukan sekedar memberi, tapi secara khusus mengatakan itu hadiah istimewa di momen2 penting hidupnya atau ketika dia berprestasi.
Pembicara 2, Sinta Yudisia, tentang mendidik anak di era socmed:
1. Akibat interaksi yang terlalu banyak dengan gadget, disinyalir anak-anak usia sekolah mengalami kurang tidur. Kurang tidur mungkin efek yang terkesan tidak terlalu mengkhawatirkan dibandingkan dengan efek gadget yang kita sudah mahfum yaitu tindak kriminal di kalangan anak-anak. padahal 'kurang tidur' dapat menyebabkan anak-anak mengalami penurunan konsentrasi belajar dst., sehingga ada gerakan baru di Amerika untuk menyuruh anak2 tidur selama 30 menit di sekolah. Dan ternyata, kurang tidur tidak selalu berhubungan dengan lamanya penggunaan gadget, tetapi juga faktor lain.
Faktor yang kedua yang menyebabkan gadget sebagai sumber fenomena kurang tidur ialah cahaya dari layar gadget. Pengguna gadget secara tidak langsung membuat diri mereka sendiri mengalami kesulitan tidur ketika mereka menggunakan gadget-gadget mereka dalam waktu yang terlalu lama.
Hubungan dari sinar layar gadget dengan kesulitan untuk tidur ialah berkurangnya produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang memicu rasa kantuk. yang disebabkan oleh sinar tersebut.
Menurut penelitian bahkan, jika pengguna gadget berhasil untuk tidur setelah menggunakan komputer atau smartphone mereka, kualitas tidur yang mereka dapatkan cenderung tidak sebagus kualitas tidur orang-orang yang tidak menggunakan gadget.
No comments:
Post a Comment